Sekretaris Tim Pemenangan Paslon Tiwi-Hendra Karseno dirawat di RSUD Purbalingga karena dianiaya orang tak dikenal. (Foto :Dok Tim Media Tiwi-Hendra).

Sekretaris Tim Pemenangan Paslon Tiwi-Hendra Karseno dirawat di RSUD Purbalingga karena dianiaya orang tak dikenal. (Foto :Dok Tim Media Tiwi-Hendra).

Sekretaris Tim Pemenangan Tiwi-Hendra Dianiaya Orang Tak Dikenal

Pihaknya menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum untuk menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Senin, 25 November 2024 | 14:19 WIB - Politik
Penulis: MS Hutomo . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Purbalingga- Sekretaris DPC PDI Perjuangan sekaligus Sekretaris Tim Pemenangan Tiwi-Hendra dan 10 orang satgas menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak di kenal di wilayah Desa Adiarsa Kecamata Kertanegara, Minggu (24/11/2024) malam.

Karseno selaku Sekretaris Tim Pemenangan Tiwi-hendra menjelaskan kejadian pengeroyokan dirinya terjadi saat dirinya akan menjemput 10 orang tim satgas yang di intimidasi oleh sekelompok orang tak dikenal.

BERITA TERKAIT:
Mbak Pinka Ingatkan Warga Selogiri untuk Menjadikan Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Mbak Pinka Minta Warga Ngadipiro Wonogiri Terus Terapkan Bhinneka Tunggal Ika di Kehidupan Sehari-hari
Sah, Endro Dwi Cahyono Pimpin PDIP Kota Semarang
Dolfie Resmi Pimpin DPD PDIP Jawa Tengah untuk Periode 2025-2030
Dilantik Jadi Anggota DPRD Brebes, Sry Heri Pasaribu Resmi Gantikan Sukirso di Fraksi PDI Perjuangan

"Saat saya mau menjemput tim satgas yang telah terlebih dahulu di intimidasi dan dikeroyok, saya dihadang sekelompok orang dan langsung di keroyok," jelasnya saat menjalani perawatan di IGD RSUD Goetheng Taroena Dibrata, Senin (25/11/2024).

Lebih lanjut Karseno menuturkan bahwa salah satu korban pengeroyokan yang bernama Kuncoro sempat diseret kurang lebih 30 meter. "Selain di seret, korban juga sempat di tendang dan dihantam benda keras di bagian kepala hingga menimbulkan luka," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan H.R Bambang Irawan menjelaskan usai mendengar kabar pengeroyokan tersebut, dirinya langsung menuju RSUD guna memastikan kondisi para korban.

Menanggapi hal tersebut dirinya mengatakan hal seperti ini tidak bisa dibenarkan dan bukan merupakan tindakan yang bijaksana.
"Pilkada seharusnya dilaksanakan dengan riang gembira bukan malah memecah belah atau bahkan sampai kontak fisik seperti ini," ungkap H.R Bambang Irawan.

Lebih lanjut dirinya mengajak semua pihak untuk cooling down dan menahan diri agar tidak gampang terprovokasi hal semacam ini.
"Kejadian semacam ini harapannya tentu tidak terulang kembali, agar tidak ada lagi korban jiwa," imbuhnya.

H.R Bambang Irawan juga menjelaskan dirinya menjamin seluruh biaya perawan korban pengeroyokan. “Seluruh biaya perawatan kami yang menanggung," jelasnya.

Pihaknya menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum untuk menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan undang undang yang berlaku.

***

tags: #pdi perjuangan #kabupaten purbalingga #pengeroyokan #orang tak dikenal #aparat penegak hukum

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI