Cegah Judol Meluas, Pemerintah Tingkatkan Kampanye Literasi Digital

Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan terhindar dari bencana sosial akibat kecanduan judi online. 

Jumat, 29 November 2024 | 07:32 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Pemerintah terus memperkuat upaya mencegah praktik judi online (Judol) yang makin mengancam masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia bergerak bersama untuk meningkatkan kesadaran atas bahaya judi online melalui kampanye literasi digital.

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakam edukasi masyarakat, terutama di tingkat akar rumput ditujukan agar tidak mudah terjerat ilusi keuntungan judi online

BERITA TERKAIT:
Bareskrim Polri Sita Hotel Aruss Terkait Pencucian Uang dari Judol
Tiga Wanita Ditangkap Polisi karena Bermain Judi Online di Tempat Hiburan Malam Medan
Budi Arie Siap Dukung Polisi Berantas Judi Online di Komdigi
Lewat Program Forum Pemimpin Muda, Kemenpora Ajak Pemuda Lawan Judi Online
Tahanan Lapas Brebes Ikuti Penyuluhan Hukum Bahaya Judi Online

Menurut Meutya, literasi digital menjadi solusi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online. “Upaya itu akan dilakukan secara masif melalui berbagai media, termasuk pertemuan langsung, sosialisasi, dan edukasi berbasis komunitas,” ujarnya di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2024).

Meutya Hafid menekankan arti penting edukasi sebagai langkah preventif dan antisipatif, dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang luas dari berbagai wilayah untuk menyampaikan pesan-pesan literasi digital secara langsung kepada masyarakat.

“Memutus situs dan menutup rekening saja tidak cukup. Salah satu sumber utama masalahnya adalah adiksi yang tinggi terhadap judi online,” tandasnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenko Pembangunan Manusia dan dan Kementerian Komdigi akan menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk melaksanakan program-program edukasi digital, khususnya di desa-desa. 

“Kita harus membuat masyarakat sadar bahwa judi online bukan tentang keberuntungan, melainkan jebakan yang merusak. Dengan edukasi yang baik, kita berharap dapat mengurangi bahkan menghilangkan kecanduan terhadap praktik ini,” ucap Meutya Hafid.

Sedangkan menurut Menko Pembangunan Manusia Muhaimin Iskandar, judi online tidak hanya menciptakan korban, tetapi juga menambah beban sosial dan ekonomi negara. 

judi online adalah penipuan yang harus kita lawan dengan kesadaran penuh. Seluruh perangkat yang kita miliki akan kita gerakkan, mulai dari pendamping desa, pendamping PKH, hingga kader penggerak pembangunan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan terhindar dari bencana sosial akibat kecanduan judi online

“Literasi digital dipandang sebagai cara paling efektif untuk menanamkan pemahaman bahwa judi online hanya menimbulkan kerugian sosial dan finansial,” tutur  Muhaimin Iskandar.

Dengan kolaborasi lintas kementerian dan pelibatan masyarakat, Muhaimin Iskandar berharap upaya dapat menjadi langkah preventif yang berdampak signifikan.

“Melalui literasi digital, kita tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk melawan penipuan digital. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera,” ungkap Menko Pembangunan Manusia Muhaimin Iskandar.

***

tags: #judi online #kementerian komunikasi dan digital #meutya hafid #muhaimin iskandar

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI