Amukan Topan Mayotte Membuat Layanan Kesehatan dan Tim Penyelamat Bergerak di Bawah Reruntuhan.
badai itu tidak menyisakan apapun. Rumah sakit terkena dampaknya, sekolah-sekolah terkena dampaknya dan rumah-rumah hancur total,
Selasa, 17 Desember 2024 | 21:00 WIB - Internasional
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Paris- Topan terburuk yang menghantam pulau Mayotte selama 90 tahun terakhir ini telah menghancurkan layanan kesehatan di wilayah Samudera Hindia Perancis tersebut, menyebabkan rumah sakit rusak parah saat Tim Penyelamat berusaha mencari korban selamat dan anggota keluarga yang mencari kabar tentang orang yang mereka cintai.
"Rumah sakit telah mengalami kerusakan dan kehancuran akibat air, terutama di unit bedah, perawatan intensif, bersalin dan unit gawat darurat," ucap Menteri Kesehatan Prancis, Geneviere Darrieussecq, pada hari Senin, dan ia menambahkan bahwa pusat-pusat kesehatan juga tidak beroperasi.
BERITA TERKAIT:
Duta Besar Prancis Kunjungi Unika Soegijapranata, Perkuat Kerjasama Riset dan Internasionalisasi Kampus
Prancis dan Indonesia Perkuat Hubungan Jelang Kunjungan Presiden Macron
Kroasia vs Prancis: Kockasti Taklukkan Les Bleus 2-0
Amukan Topan Mayotte Membuat Layanan Kesehatan dan Tim Penyelamat Bergerak di Bawah Reruntuhan.
VIRAL! Lagu Kebangsaan Perancis Diganti Malah Dinyanyikan "Dari Sabang Sampai Merauke", Warganet: Ga Sopan
Topan Chido menghancurkan banyak kota kumuh di wilayah tersebut, dengan ratusan orang diduga menjadi korban tewas akibat topan tersebut. Topan yang kuat ini menyebabkan kerusakan parah pada bandara Mayotte, memutus aliran listrik, air dan jaringan komunikasi saat menghantam wilayah termiskin di Prancis ini pada hari Sabtu.
Jumlah korban tewas yang resmi dilaporkan pada Senin pagi adalah 20 orang, Namun pihak prefektur Mayotte, François-Xavier Bieuville, mengatakan kepada publik bahwa ia memperkirakan jumlah korban tewas akan mencapai seribu atau bahkan beberapa ribu dan ia juga menambahkan bahwa ini adalah topan terburuk yang menghantam pulau tersebut sejak 1934.
Video-video badai yang menunjukkan gubuk-gubuk besi yang terlipat seperti kardus karena angin kencang dan atap-atap yang runtuh ke dalam rumah-rumah yang tergenang air.
Ambdilwahedou Soumaila, walikota ibukota Mayotte, Mamoudzou, mengatakan "badai itu tidak menyisakan apapun. Rumah sakit terkena dampaknya, sekolah-sekolah terkena dampaknya dan rumah-rumah hancur total," ujarnya.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan bahwa hari Senin malam, ia akan mendeklarasikan hari berkabung nasional serta mengunjungi Mayotte dalam beberapa hari mendatang. "ini adalah tentang menghadapi keadaan darurat dan mulai mempersiapkan diri untuk masa depan," tulisnya di X.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Bruno Retailleau, mendarat di Mayotte pada Senin pagi dengan membawa 160 personel tentara dan petugas pemadam kebakaran yang memperkuat 110 tentara yang sudah dikerahkan.
"Jangan panik, saya mengandalkan kalian.. Ketika anda merasa kecil hati, ketika anda lelah, ingatlah bahwa kamu ada di sini. Masing-masing dari anda berkomitmen untuk cita-cita Prancis ini," ujarnya kepada para pejabat.
Badai Chido membawa angin berkecepatan 140Mph(225Km/jam) ketika mencapai Mayotte, yang terletak di antara Mozambik dan Madagaskar. Setidaknya sepertiga dari 320.000 penduduk di wilayah tersebut tinggal di daerah kumuh, di mana gubuk-gubuk tersebut rata dengan tanah akibat amukan badai tersebut.
tags: #perancis #pelayanan kesehatan #topan mayotte #tim penyelamat
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Gubernur Luthfi: Backlog Rumah di Jateng Berkurang 274.514 Unit Sepanjang Tahun 2025
11 Februari 2026
Polisi Ringkus Komplotan Begal dan Penadah di Penjaringan Jakut
11 Februari 2026
Sopir dan Kernet Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Tangkap Pelaku
11 Februari 2026
Polisi Ringkus Empat Pengedar Narkoba yang Diselundupkan ke Jawa, Sabu 7,9 Kilogram Turut Disita
11 Februari 2026
Bupati Boyolali Serahkan Bulan Dana dan Resmikan Gedung Baru PMI
11 Februari 2026
Bupati Sragen Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026
11 Februari 2026
AS dan Kanada Belum Terkalahkan di Hoki Es Putri Olimpiade Musim Dingin 2026
11 Februari 2026
Bournemouth vs Everton: 10 Pemain The Toffees Kalah 1-2
11 Februari 2026
Kemenag Perkuat Jaminan Produk Halal dengan Konsep Green Halal
11 Februari 2026
Tottenham Hotspur vs Newcastle: The Lilywhites Keok 1-2 di Kandang Sendiri
11 Februari 2026

