Angkatan Laut Sri Lanka Selamatkan Lebih dari 100 Pengungsi Rohingya yang Terombang-ambing di Samudera Hindia

Rohingya telah menanggung beban terberat dalam pertempuran terakhir karena mereka telah direkrut secara paksa menjadi tentara meskipun mereka tidak diakui sebagai warga negara.

Sabtu, 21 Desember 2024 | 06:26 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Lebih dari 100 pengungsi Rohingya dari Myanmar yang dilanda perang, telah diselamatkan saat terombang-ambing di atas kapal pukat ikan di Samudera Hindia oleh angkatan laut Sri Lanka. Mereka diamankan dengan selamat ke pelabuhan terdekat pada hari Jumat, 20 Desember 2024.

Sebanyak 102 orang, termasuk 25 anak-anak, dibawa ke pelabuhan Trincomalee di bagian timur Sri Lanka, kata juru bicara angkatan laut pada hari Jumat.

BERITA TERKAIT:
Angkatan Laut Sri Lanka Selamatkan Lebih dari 100 Pengungsi Rohingya yang Terombang-ambing di Samudera Hindia
Ratusan Imigran Rohingya Terkatung-katung di Depan Kantor Kemenkumham Aceh
Warga Sukabumi Amankan 24 WNA Rohingya
Puluhan Suku Rohingya Kedapatan Menempati Rumah di Cisolok
Sebanyak 27 Imigran Rohingya Melarikan Diri dari Kamp Penampungan

“Pemeriksaan medis harus dilakukan sebelum mereka diizinkan untuk turun,” kata juru bicara tersebut.

Etnis Rohingya yang mayoritas Muslim mengalami penganiayaan berat di Myanmar dan ribuan orang mempertaruhkan nyawa mereka setiap tahun dalam perjalanan laut yang panjang, sebagian besar menuju ke arah tenggara seperti Malaysia ataupun Indonesia.

Namun, para nelayan melihat pukat harimau yang hanyut di lepas pantai utara Sri Lanka di Mullivaikkal saat fajar menyingsing pada hari Kamis.

Juru bicara angkatan laut mengatakan pada hari Jumat bahwa kesulitan bahasa telah menyulitkan untuk memahami ke mana tujuan para pengungsi, juga menunjukkan bahwa “cuaca topan baru-baru ini” mungkin telah mendorong mereka keluar dari jalur yang hendak mereka lalui.

Meskipun tidak biasa, kapal itu bukanlah kapal pertama yang menuju ke Sri Lanka, yang berjarak sekitar 1.750 km (1.100 mil) melintasi lautan terbuka di barat daya Myanmar.

Pada bulan Oktober, enam orang meninggal dunia ketika hampir 100 orang Rohingya mendarat dengan perahu di provinsi Aceh, Indonesia, dalam salah satu gelombang kedatangan terbaru dari Myanmar.

Angkatan Laut Sri Lanka juga menyelamatkan lebih dari 100 pengungsi Rohingya yang berada dalam kesulitan di atas kapal di lepas pantai mereka pada bulan Desember 2022.

Pada tahun 2017, ratusan ribu orang Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh dalam sebuah tindakan keras oleh militer yang kini menjadi subyek kasus genosida di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021 dan perang saudara yang berkecamuk sejak saat itu telah memaksa jutaan orang mengungsi.

Rohingya telah menanggung beban terberat dalam pertempuran terakhir karena mereka telah direkrut secara paksa menjadi tentara meskipun mereka tidak diakui sebagai warga negara.

*Ditulis oleh wartawan magang Malik.

***

tags: #rohingya #sri lanka #pengungsi #samudra hindia

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI