Kemenag dan Dubes AS Tandatangani MoU Perluas Program Beasiswa Fulbright
Melalui MoU ini, madrasah dan pesantren dapat mengundang Asisten Pengajar Bahasa Inggris (ETA) Fulbright AS untuk mengajar Bahasa Inggris di lembaga mereka.
Kamis, 09 Januari 2025 | 07:53 WIB - Didaktika
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Jakarta- Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala S. Lakhdhir, menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk memperluas Program Fulbright yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri AS, pada Rabu 8 Januari.
Program ini adalah beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah AS kepada lembaga dan individu yang berada di bawah binaan Kementerian Agama (MORA).
BERITA TERKAIT:
Reformasi Regulasi Dam Disebut Bisa Kuatkan Ekonomi Peternak Lokal
Kemenag Segera Salurkan Bantuan Terdampak Banjir Aceh dan Sumatera
Menag Minta Jajarannya Layani Umat dengan Ikhlas
Menag Nasaruddin Umar Raih Anugerah Penggerak Nusantara 2025 di Bidang Harmoni dan Ekoteologi
Menag Siap Kawal Istiqlal sebagai Trendsetter Masjid Global dan Green Building Pertama Dunia
Penandatanganan MoU ini merupakan kelanjutan dari pernyataan yang ditandatangani pada akhir 2023 oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Diplomasi Publik, Y.M. Elizabeth Allen, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama saat itu, Nizar Ali. Sinergi ini juga bagian dari upaya memperkuat program pertukaran pelajar dan budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan, hari ini dirinya menandatangani MoU dengan Dubes AS untuk memperluas program Fulbright di Indonesia.
"Program ini akan membantu memperluas akses beasiswa bagi siswa dan santri dari lembaga pendidikan menengah serta civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) untuk melanjutkan studi di Amerika,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (8/1/2024).
Ia juga berbagi pengalamannya sebagai penerima Fulbright Scholar, yang merasakan langsung manfaat dari program tersebut.
MoU ini membuka peluang bagi siswa, santri, mahasiswa, dan akademisi di lembaga pendidikan menengah atau tinggi binaan Kementerian Agama untuk memperoleh beasiswa studi atau penelitian di Amerika Serikat, baik bergelar maupun nongelar. Program ini juga memberikan kesempatan bagi akademisi dan mahasiswa Amerika untuk mengajar atau melakukan penelitian di lembaga-lembaga di bawah binaan Kementerian Agama.
Melalui MoU ini, madrasah dan pesantren dapat mengundang Asisten Pengajar Bahasa Inggris (ETA) Fulbright AS untuk mengajar Bahasa Inggris di lembaga mereka. Dosen dari lembaga pendidikan tinggi keagamaan juga dapat mengajukan permohonan beasiswa untuk melakukan penelitian di perguruan tinggi mitra di AS. Selain itu, mahasiswa PTK Kemenag berkesempatan mengajukan permohonan beasiswa untuk studi pascasarjana di perguruan tinggi AS.
Duta Besar AS Kamala Lakhdhir menyatakan, pihanya sangat gembira atas kemitraan tersebut. "Program Fulbright akan memberikan dampak positif pada lembaga dan akademisi Kementerian Agama, baik di Indonesia maupun di AS, dengan dampak jangka panjang yang dapat menguntungkan kedua negara kita,” ucapnya.
Program Fulbright adalah program pertukaran akademik yang dimulai pada 1947 dan kini aktif di lebih dari 160 negara. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak 1952 dan dikelola oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) sejak 1992. Program ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan antarnegara melalui pertukaran pendidikan dan budaya.
Menag Nasaruddin Umar juga menyampaikan informasi terkait program beasiswa yang dikelola Kementerian Agama, yaitu beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Saat ini, Kemenag telah memberikan beasiswa kepada 4.031 mahasiswa untuk jenjang S1, dengan rincian 549 beasiswa reguler, 51 beasiswa prestasi, 99 beasiswa tahfidz, serta 3.318 beasiswa Pendidikan Jarak Jauh Pendidikan Agama Islam (PJJ PAI) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Selain itu, terdapat 14 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa S1 di perguruan tinggi luar negeri.
Untuk jenjang S2, tercatat ada 385 mahasiswa penerima beasiswa Magister Reguler di dalam negeri, serta 34 mahasiswa yang menerima beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Di jenjang S3, ada 462 penerima beasiswa Doktor di dalam negeri, 168 penerima beasiswa Doktor luar negeri, serta 50 penerima beasiswa Program 5.000 Doktor. Kemenag juga memberikan beasiswa Double Degree untuk jenjang S2 di luar negeri bagi 57 mahasiswa.
Menag menambahkan, pada 2025, Kemenag akan membuka kembali seleksi untuk Program beasiswa Indonesia Bangkit dengan total kuota 370 untuk jenjang S1, 220 untuk S2, 250 untuk S3, serta 30 untuk program Double Degree S2 di luar negeri. Sebanyak 75 kuota juga disiapkan untuk bantuan penyelesaian pendidikan S3 dalam negeri. Semua ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa, santri, mahasiswa, dan dosen binaan Kementerian Agama agar dapat meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademiknya.
“Program ini bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menyiapkan generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Menag.
***tags: #menteri agama #nasaruddin umar #duta besar #amerika serikat #beasiswa
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Disdikbud Boyolali Gelar Peningkatan Kapasitas bagi Kelompok Seni
17 Desember 2025
BUMD Sragen Diminta Perkuat Kinerja dan Kemitraan Strategis
17 Desember 2025
Program Televisi Bintang MBG Dukung Penuh Pemerintah dalam Pelaksanaan MBG
17 Desember 2025
BAZNAS Sragen Salurkan Bantuan Rp714,1 Juta kepada 1.331 Penerima Manfaat
17 Desember 2025
Pelajar Diimbau Waspadai Narkoba Berkemasan Makanan-Minuman
17 Desember 2025
Gubernur Jateng Mantapkan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
17 Desember 2025
BAZNAS RI Bangun RSB sebagai Wujud Kepedulian Kesehatan Warga
17 Desember 2025
Kemenag Uji Publik Terjemahan Al Quran Bahasa Betawi sebelum Dirilis
17 Desember 2025
Tiga ABK Hilang usai Kapal yang Ditumpangi Terbalik di Perairan Indramayu
17 Desember 2025
Pemkab Sragen Pastikan Program Berjalan Optimal
17 Desember 2025
Bappenas dan Wamensos Bahas Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan
17 Desember 2025

