Harga Cabai Diproyeksikan Melandai Sebelum Ramadan

Tanpa langkah antisipatif yang baik, harga cabai bisa tetap tinggi hingga Lebaran

Sabtu, 11 Januari 2025 | 16:25 WIB - Ekonomi
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Petani memproyeksikan harga cabai di Indonesia akan mulai stabil sebelum bulan Ramadan tiba. Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmojo, menyatakan bahwa petani saat ini tengah mempersiapkan pasokan cabai untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri.

Menurut Tunov, lonjakan harga cabai diperkirakan akan berakhir pada akhir Januari dan mulai melandai memasuki Februari. Ia menjelaskan bahwa petani telah mengambil langkah antisipatif, termasuk mengganti tanaman yang rusak akibat cuaca agar dapat dipanen pada Februari.

BERITA TERKAIT:
MUI akan Gelar Puncak Anugerah Syiar Ramadhan Akhir Mei Ini
Telkomsel Catat Kenaikan Trafik Broadband 15,7% selama Ramadan dan Lebaran 2025
Dompet Dhuafa Jateng dan UPZ Bulog Kanwil Jateng Salurkan Parsel Ramadan untuk Lansia Dhuafa di Kaki Gunung Telomoyo
Indosat Perkuat Jaringan dengan AI untuk Hadapi Lonjakan Konektivitas di Ramadan-Lebaran
Pemkab Agam Gelar 12 Kali Pasar Murah Selama Ramadhan untuk Stabilkan Harga

"Tanpa langkah antisipatif yang baik, harga cabai bisa tetap tinggi hingga Lebaran," ujar Tunov, Jumat (10/1). Petani bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian juga telah menata pola tanam sejak 2016 untuk mengatasi dampak cuaca dan menjaga stabilitas harga.

Senada dengan Tunov, Guntur, seorang pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati, mengatakan bahwa harga cabai sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ia memprediksi harga akan tetap tinggi pada Januari dan Februari sebelum mulai normal pada Maret.

Saat ini, harga cabai rawit merah di Pasar Senen, Jakarta, masih berada di angka Rp 120.000 per kg. Namun, harga diperkirakan akan berangsur turun seiring dengan perbaikan produksi dan distribusi.

***

tags: #ramadhan #lebaran #harga cabai

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI