Delapan Orang Diamankan dalam Aksi Unjuk Rasa "Indonesia Gelap"
Masyarakat merangsek masuk ke dalam kampus mengejar para demonstran.
Sabtu, 22 Februari 2025 | 14:03 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Makassar - Sebanyak delapan orang peserta unjuk rasa bertajuk "Indonesia Gelap" diamankan polisi di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, saat ini lokasi unjuk rasa sudah aman dan kondusif. Aksi tersebut sebelumnya berlangsung terkendali, namun memasuki pukul 18.00 Wita, pendemo belum membubarkan diri serta masih memblokade ruas jalan Andi Pangeran Pettarani di depan kampusnya.
BERITA TERKAIT:
Sebanyak 1.963 Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa Buruh di Kawasan Monas
Sebanyak 1.075 Personel Disiapkan untuk Amankan Unjuk Rasa di Dua Titik Jakarta
1.597 Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa Guru Madrasah di Kawasan Monas
Sebanyak 1.743 Personel Dikerahkan untuk Amankan Unjuk Rasa BEM SI
Kemensos Serahkan Santunan Korban Unjuk Rasa di Tangerang
“Dampak yang ditimbulkan dari aksi blokade jalan itu terjadi kemacetan parah dari lajur kiri arah menuju Jalan Andi Sultan Alauddin. Akibatnya, pengguna jalan yang sedari tadi menahan emosi akhirnya berusaha membubarkan aksi mereka,” terangnya.
Masyarakat akhirnya merangsek masuk ke dalam kampus mengejar para demonstran, bahkan merusak sejumlah fasilitas. Karena terdesak, demonstran membalasnya dengan melempari batu, sehingga dibalas kembali dengan lemparan batu.
Kondisi semakin memanas, saat salah satu pagar Kampus UNM jebol menyebabkan massa semakin banyak dan beringas melempari batu ke dalam kampus, lalu dibalas kembali oleh mahasiswa.
Kondisi semakin tidak terkendali, di Jalan Pendidikan samping kampus, demonstran melempari aparat kepolisian dan massa dengan batu serta bom molotov namun tidak ada yang kena. Polisi berusaha menenangkan massa agar tidak menyerang ke dalam kampus.
"Tolong warga mundur, mundur, biar kami yang hadapi. Silahkan mundur ke belakang trotoar," tutur Plt Kasat Sabhara Polrestabes Makassar Kompol Joko Pamungkas dengan menggunakan pengeras suara yang dikeluarkan dari mobil taktis polisi.
Sekitar pukul 20.00 Wita, bantuan pengamanan personel datang dari Satuan Brimob dan Sabhara Polda Sulsel, kemudian membentuk brigade masuk ke jalan pendidikan dikawal tiga mobil taktis Polri.
Meski kondisi gelap, aparat berusaha memukul mundur mereka untuk dibubarkan paksa, karena sudah mengganggu keamanan dan ketertiban umum bahkan melakukan perlawanan melempari petugas namun dibalas dengan tembakan gas air mata.
Aparat kepolisian akhirnya berhasil membubarkan tekanan dari demonstran pada pukul 21.00 Wita atau satu jam setelah terjadi aksi saling lempar. Anggota juga melakukan penyisiran di Jalan Pendidikan samping Kampus UNM. Sejumlah demonstran diduga pelaku pelemparan ditangkap lalu di amankan ke Polrestabes.
"(Pemicunya) warga tidak terima aksi mereka sampai malam, bikin macet jalan bakar-bakar (ban bekas). Jadi masyarakat disini tidak terima," paparnya kepada wartawan.
Aksi Indonesia Gelap yang menyoroti sejumlah permasalahan sosial, ekonomi, pendidikan hingga energi Indonesia di sejumlah titik di Kota Makassar, dikawal sebanyak 1.200 personel.
"Total itu ada 1.200 personel dari Polsek, Polres dan Polda Sulsel," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana disela memantau aksi tersebut.
Aksi mahasiswa tersebut datang secara bergelombang hingga memadati sejumlah ruas jalan protokol seperti di bawah jembatan layang, perempatan Jalan Andi Pangeran Pettarani-Urip Sumaoharjo.
Aksi tersebut juga berlangsung di depan Kantor DPRD Sulsel, depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Jalan Andi Pangeran Pettarani. Depan Kampus UIN Alauddin dan Kampus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin Makassar.
Dalam aksinya, mereka membakar ban bekas sambil bergantian berorasi. Mobil tronton yang melintas juga dihadang untuk dijadikan panggung orasi. Dampaknya, terjadi kemacetan parah disejumlah ruas jalan.
Kapolres bilang, sejumlah titik-titik aksi tersebut telah mendapat pengawalan anggota Polri dengan pola pengamanan presuasif. Ia berharap aksi ini berlangsung aman dan lancar.
"Kita imbau, silakan berunjuk rasa dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat di sekitar tempat unjuk rasa. Jangan sampai masyarakat merasa terganggu, dan semoga bisa aman tertib dan damai," katanya.
***tags: #unjuk rasa #indonesia gelap #makassar
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Pengurus Dekranasda Klaten 2025-2030 Dilantik untuk Dorong UMKM Naik Kelas
13 Desember 2025
Bupati Sragen Paparkan Delapan Penekanan Utama Jelang Nataru
13 Desember 2025
KAI Wisata Hadirkan “Season of Wonder” di 6–31 Desember 2025
13 Desember 2025
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Modus Korban Tabrak
13 Desember 2025
KAI Wisata X Jakarta Clothing Ramaikan Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Lawang Sewu
13 Desember 2025
Kebakaran Landa Sebuah Ruko di Penjaringan, Kerugian Mencapai Rp100 Juta
13 Desember 2025
Santri Lapas Semarang Belajar Agama Dengan Nonton Film Jejak Rasul
13 Desember 2025
Uji Petik Layanan AHU di MPP Banyumas: Kemenkum Jateng Dorong Penguatan Pelayanan Publik
13 Desember 2025
Nekat Edarkan Sabu, Seorang Pria Diringkus Polisi di Tanjung Priok
13 Desember 2025
Sebanyak Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan di Jaksel
13 Desember 2025
Sragen Raih Predikat Kabupaten Terinovatif di Ajang IGA 2025 Empat Kali Berturut-turut
13 Desember 2025

