Vokalis Sukatani Diisukan Dipecat Sebagai Guru SD, Bupati Fahmi Tawarkan Mengajar di Purbalingga
Aksi diwarnai dengan mimbar bebas, nyanyi lagu “Bayar-Bayar-Bayar” dan juga aksi simpatik membagikan sayur dari petani lokal kepada masyarakat. Selain itu juga ada panggung musik dari sejumlah kelompok musik.
Minggu, 23 Februari 2025 | 11:50 WIB - Purbalingga
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Purbalingga-Beredar informasi di berbagai linimasa bahwa vokalis Band Sukatani yaitu Novi Citra Indriyati dipecat dari pekerjaannya sebagai guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Banjarnegara. Hal tersebut mengemuka menyusul viralnya lagu dari grup musik punk asal Purbalingga itu yang berjudul “Bayar Bayar Bayar” dan liriknya mengkritik sebagian anggota polisi.
Kontan saja informasi tersebut menjadi bahan pembicaraan dan tanggapan. Bahkan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif yang sedang mengikuti retret di Magelang juga angkat bicara. Dia tak segan-segan menawarkan pekerjaan kepada musisi yang bernama panggung Twister Angel itu.
BERITA TERKAIT:
Bupati Purbalingga Teken Komitmen Penerapan Manajemen Talenta untuk Penguatan Sistem Merit
Bupati Purbalingga Serahkan Alsintan Program UPLAND, Dorong Modernisasi Pertanian dan Kemandirian Petani
Bupati Purbalingga Bareng Ribuan Warga Nobar Timnas di Alun-alun
Bupati Purbalingga Bersiap Hidupkan Lagi Bandara Jenderal Soedirman
Bupati Purbalingga Paparkan Program Unggulan di Rapat Paripurna DPRD
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Berkaitan dengan isu Band Sukatani yang berasal dari Purbalingga yang sedang viral di berbagai media sosial, dan juga isu yang beredar keluarnya Mbak Novi, salah satu guru di Sekolah Dasar.
Saya Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Kabupaten Purbalingga dengan tangan terbuka siap menerima Mbak Novi.
Jika Mbak Novi berkenan untuk mengabdi di Sekolah di Kabupaten Purbalingga, InsyaAllah saya selaku Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap memfasilitasi dan siap mensupport. Demikian pernyataan Fahmi dalam akun Instagram @fahmihnf, Sabtu (22/2/2025) sore.
Aksi dukungan terhadap grup musik Sukatani juga digelar di alun-alun Purbalingga, Sabtu (22/2/2025) sore. Kegiatan tersebut dikemas dalam panggung solidaritas Sukatani yang diikuti sekitar 100 orang peserta dari kalangan mahasiswa, seniman dan kelompok masyarakat lainnya.
Juru bicara aksi, Bilqis mengatakan aksi tersebut menggunakan #Kami Bersama Sukatani. Pihaknya memberikan dukungan kepada grup musik asal Purbalingga Sukatani. Dia berharap aparat penegak hukum jangan melakukan intimadasi terhadap kebebasan berekspresi terhadap para seniman dan musisi. “ Apa yang disampaikan grup music Sukatani merupakan kritik sosial dan wujud kebebasan berekspresi. Jadi tidak perlu dipaksa untuk meminta maaf,” tegasnya.
Pihaknya meminta agar jangan ada lagi pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi. Termasuk kepada musisi yang menyampaikan kritik sosial dengan lagu. Disampaikan, kritik merupakan bagian dalam negara demokrasi. “Indonesia adalah negara demokrasi. Jangan sampai kebebasan berekspresi dilarang bahkan diintimidasi dan dipaksa meminta maaf,’ tandasnya.
Aksi diwarnai dengan mimbar bebas, nyanyi lagu “Bayar-Bayar-Bayar” dan juga aksi simpatik membagikan sayur dari petani lokal kepada masyarakat. Selain itu juga ada panggung musik dari sejumlah kelompok musik.
Peserta aksi yang berasal dari Purbalingga dan Purwokerto datang sambil membentangkan spanduk dan poster. Diantaranya bertuliskan “Kami Bersama Sukatani dan Tolak Pembungkaman Karya Seni.” Puluhan aparat kepolisian berjaga di lokasi aksi. Aksi berlangsung tertib dan aman. Polisi juga melakukan pengamanan secara persuasif.
Seperti diberitakan, grup musik punk Sukatani meminta maaf kepada setelah membuat lagu yang mengkritik ulah sebagian anggota polisi. Video permintaan maaf itu diunggah di media sosial Instagram @sukatani.band pada Kamis (20/2/2025). Grup musik ini digawangi oleh Muhammad Syifa Al Luthfi dan Novi Citra Indriyati. Saat manggung keduanya menggunakan nama panggung Alectroguy dan Twister Angel.
Sejumlah pihak menduga video permintaan maaf tersebut terpaksa dibuat oleh Sukatani dibawah tekanan. Video permintaan maaf itu viral, sehingga berbuntut mengalirnya dukungan kepada grup musik tersebut.
tags: #bupati purbalingga #h fahmi muhammad hanif #band sukatani #dipecat
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Semen Padang FC Siapkan Perombakan Besar-besaran Jelang Putaran Kedua
14 Januari 2026
Bank Jateng Dukung Kreativitas Media Digital di Semarang
14 Januari 2026
Heni Tegaskan INI-IPPAT di Jateng Harus Berintegritas dan Profesional
14 Januari 2026
Perkuat Kualitas Produk Hukum Daerah, Kemenkum Jateng Sambut Bapemperda DPRD Kota Surakarta
14 Januari 2026
Honda Hadirkan Warna Exclusive untuk Stylo
14 Januari 2026
KAI Services Gelar Training Untuk Prama Prami untuk Rangkaian Compartment
14 Januari 2026
IPM Kota Semarang Capai 85,80, Bukti Program Pembangunan Berjalan Efektif
14 Januari 2026
USM Sosialisasikan PKM 2026
14 Januari 2026
Penuh Kasih dan Kebersamaan, Lapas Semarang Gelar Perayaan Natal Bersama
14 Januari 2026
USM Kirim Relawan untuk Bantu Penanganan Bencana di Kudus
14 Januari 2026
Gubernur Jateng Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen
14 Januari 2026

