Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Duren Sawit, Puluhan Rumah Hangus

Saya lebih cenderung menduga penyebabnya adalah petasan. Sebelumnya, sudah pernah ada kebakaran kecil akibat petasan yang bisa dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR). Tapi kali ini api muncul di atas asbes, ditambah angin kencang, sehingga sulit

Minggu, 02 Maret 2025 | 14:47 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, JAKARTA- Kebakaran besar melanda permukiman warga di Jalan Tegal Amba, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat (28/2) sore. Api pertama kali terlihat dari atap salah satu rumah warga sebelum dengan cepat merambat ke bangunan lain.

Menurut seorang saksi mata bernama Haji, api muncul sekitar pukul 17.00 WIB dari atas asbes rumah warga, bukan dari bagian bawah. Ia dan warga sekitar sempat mencoba memadamkan api menggunakan ember berisi air dari selokan, tetapi upaya tersebut tidak berhasil. Posisi api yang berada di atap serta angin yang berhembus justru mempercepat penyebaran Kebakaran.

BERITA TERKAIT:
Sebanyak 232 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakut sepanjang 2025
Kebakaran Landa Sebuah Ruko di Penjaringan, Kerugian Mencapai Rp100 Juta
Wabup Gunungkidul Buka Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran di Saptosari
Wali Kota Semarang Agustina Perjuangkan Warganya Bisa Kembali Punya Tempat Tinggal Pasca Kebakaran
Pemprov Jateng Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Sumur Minyak di Blora

Upaya Pemadaman dan Dampak Kebakaran

Sebanyak puluhan petugas pemadam Kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kobaran api. Setelah kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dijinakkan, mencegah penyebarannya ke area yang lebih luas. Meski begitu, mayoritas barang milik warga tidak dapat diselamatkan, kecuali beberapa sepeda motor.

Sehari setelah kejadian, warga mulai kembali ke lokasi untuk melihat kondisi rumah mereka yang telah terbakar. Sebagian dari mereka berusaha mencari sisa barang yang masih bisa digunakan, sementara yang lain membersihkan puing-puing rumah mereka yang hancur. Beberapa rumah hanya tersisa sebagian bangunan, sementara yang lain benar-benar rata dengan tanah.

Selain rumah-rumah warga, sebuah menara transmisi bertegangan tinggi di sekitar lokasi juga turut terbakar. Sisa bangunan menara tampak menghitam akibat kobaran api, dan bau gosong masih tercium di sekitar area kejadian. Garis polisi telah dipasang di lokasi untuk mencegah orang-orang yang tidak berkepentingan memasuki area tersebut.

Korban dan Bantuan bagi Warga Terdampak

Ketua RT 02 RW 01, Nur Safari, mengungkapkan bahwa Kebakaran ini menghanguskan sekitar 25 rumah semipermanen dan menyebabkan 28 keluarga kehilangan tempat tinggal. Untuk sementara, para korban telah dievakuasi ke dua tenda pengungsian yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta dan Dinas Sosial.

Bantuan terus berdatangan untuk memenuhi kebutuhan para korban, terutama pakaian dan dokumen penting yang turut terbakar. Pihak terkait, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Dinas Pendidikan, telah berkoordinasi untuk mempermudah pengurusan dokumen yang hilang akibat Kebakaran.

Dugaan Penyebab Kebakaran

Hingga saat ini, penyebab pasti Kebakaran masih diselidiki. Namun, menurut Nur Safari, ada dugaan kuat bahwa Kebakaran dipicu oleh petasan yang jatuh di atas atap rumah warga. Ia menyebut bahwa kejadian serupa akibat petasan pernah terjadi sebelumnya di daerah tersebut.

"Saya lebih cenderung menduga penyebabnya adalah petasan. Sebelumnya, sudah pernah ada Kebakaran kecil akibat petasan yang bisa dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR). Tapi kali ini api muncul di atas asbes, ditambah angin kencang, sehingga sulit dikendalikan," ujar Nur.

Kejadian ini menjadi pengingat penting akan bahaya Kebakaran di permukiman padat, terutama akibat faktor-faktor yang dapat dicegah seperti petasan dan instalasi listrik yang tidak aman.

***

tags: #kebakaran #duren sawit #jaktim

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI