Kebakaran Hutan Terparah dalam 50 Tahun di Jepang Berhasil Dikendalikan, Satu Orang Tewas
Setelah survei udara, kami menilai bahwa kebakaran tersebut tidak lagi menimbulkan risiko penyebaran lebih lanjut. Saya nyatakan bahwa kebakaran tersebut sekarang telah terkendali,
Senin, 10 Maret 2025 | 23:13 WIB - Internasional
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, OFUNATO - Kebakaran hutan dahsyat yang melanda wilayah Ofunato, Jepang utara, sejak akhir Februari lalu, akhirnya berhasil dikendalikan. Kabar ini disampaikan oleh Wali Kota Ofunato, Kiyoshi Fuchigami, pada Minggu (9/3).
Kebakaran yang berlangsung selama lebih dari sepekan ini telah merenggut nyawa satu orang, menghancurkan 210 bangunan, dan memaksa lebih dari 4.200 warga mengungsi. "Setelah survei udara, kami menilai bahwa Kebakaran tersebut tidak lagi menimbulkan risiko penyebaran lebih lanjut. Saya nyatakan bahwa Kebakaran tersebut sekarang telah terkendali," ujar Fuchigami dalam konferensi pers.
BERITA TERKAIT:
LPK Bina Mandiri Wonosobo Siap Latih Peserta Magang Kerja ke Jepang
Delegasi Jepang Hadiri Pahargyan Agung Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga
Wali Kota Tono City Jepang Kunjungi SMPN 3 Purbalingga, Bahas Peluang Kerja Sama Pertukaran Pelajar
Bupati Sragen Buka Program Magang Jepang Gratis untuk Warga Kurang Mampu
Gubernur Luthfi Dukung Seniman Jateng Go Internasional, Jadi Media Diplomasi dan Promosi Budaya
Kebakaran ini menghanguskan sekitar 2.900 hektare lahan, setara dengan setengah luas kota Manhattan, menjadikannya Kebakaran hutan terparah di Jepang dalam lebih dari 50 tahun. Kebakaran ini bahkan melampaui Kebakaran tahun 1975 di Hokkaido yang menghanguskan 2.700 hektare lahan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebakaran:
Cuaca Kering:
Ofunato mencatat rekor curah hujan terendah pada Februari, hanya 2,5 milimeter, jauh di bawah rata-rata 41 milimeter.
Periode cuaca kering yang panjang memicu kondisi mudah terbakar.
Perubahan Iklim:
Jepang mengalami musim panas terpanas sepanjang sejarah pada tahun lalu, seiring dengan kenaikan suhu global akibat perubahan iklim.
Kondisi Musim:
Kebakaran hutan di Jepang umumnya terjadi antara Februari dan Mei, saat udara kering dan angin kencang.
Upaya Pemadaman:
Cuaca lembab yang datang pada hari Rabu membantu upaya pemadaman.
Helikopter Pasukan Bela Diri Jepang dikerahkan untuk operasi pemadaman dari udara.
Dampak:
Satu orang tewas.
210 bangunan rusak.
Lebih dari 4.200 warga mengungsi.
2.900 hektar lahan hangus terbakar.
Poin Penting:
Kebakaran ini menjadi yang terparah di Jepang dalam lebih dari 50 tahun.
Perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama penyebab Kebakaran.
Kebakaran hutan di Jepang cenderung terjadi antara bulan Februari dan Mei.
Rata rata terjadi 1.300 Kebakaran hutan setiap tahunya di Jepang.
Kebakaran ini menjadi pengingat akan dampak perubahan iklim dan pentingnya upaya pencegahan Kebakaran hutan.
***tags: #jepang #kebakaran #padam
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Pemusnahan Arsip Fidusia, Kemenkum Jateng Pastikan Informasi Tidak Dapat Dikenali
15 Januari 2026
Ekonomi Desa Kian Berkembang, Jateng Sudah Tidak Ada Desa Sangat Tertinggal
15 Januari 2026
Bank Jateng Dukung Pendidikan Ratusan Anak Yatim Magelang
15 Januari 2026
Menag: Isra Mikraj Mengandung Pesan Spiritual
15 Januari 2026
Persebi Boyolali vs Persipur: Laskar Pandan Arang Kalah 2-5
15 Januari 2026
Menteri Desa PDT Pastikan Produk Desa Bisa Bersaing
15 Januari 2026
Perusahaan China Ini Bakal Tanam Investasi Air Minum di Jateng, Nilainya Capai Rp160 M
15 Januari 2026
Taklukkan Mesir 1-0, Senegal Melaju ke Final
15 Januari 2026
Napoli vs Parma: Partenopei Ditahan Imbang Tanpa Gol
15 Januari 2026
Bayern Muenchen Kokoh di Puncak usai Kalahkan Koln 3-1
15 Januari 2026

