Harga Bahan Pokok Melambung Jelang Idulfitri, Sumanto Minta Pemerintah Jamin Stok Cukup
Sumanto menyebut, naiknya harga kebutuhan pokok selalu terjadi setiap tahun saat Ramadhan dan Idulfitri.
Senin, 17 Maret 2025 | 14:55 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Semarang- Konsumsi dan belanja masyarakat selalu meningkat saat bulan Ramadhan hingga Idulfitri nanti. Tingginya konsumsi tersebut diiringi naiknya harga kebutuhan pokok. Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta pemerintah menjamin stok kebutuhan pokok cukup agar tak mengakibatkan kepanikan masyarakat.
Sumanto mengatakan, kondisi perekonomian saat ini sedang tak baik. Sebagian masyarakat diterpa badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dalam kondisi tersebut, beban mereka makin berat dengan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Karena itu, pemerintah perlu menjamin ketersediaan stok agar masyarakat tak semakin cemas.
BERITA TERKAIT:
MUI akan Gelar Puncak Anugerah Syiar Ramadhan Akhir Mei Ini
Telkomsel Catat Kenaikan Trafik Broadband 15,7% selama Ramadan dan Lebaran 2025
Dompet Dhuafa Jateng dan UPZ Bulog Kanwil Jateng Salurkan Parsel Ramadan untuk Lansia Dhuafa di Kaki Gunung Telomoyo
Indosat Perkuat Jaringan dengan AI untuk Hadapi Lonjakan Konektivitas di Ramadan-Lebaran
Pemkab Agam Gelar 12 Kali Pasar Murah Selama Ramadhan untuk Stabilkan Harga
"Pemerintah perlu memastikan stok bahan pokok aman. Jika harganya naik, kenaikannya masih dalam tahap wajar," ujarnya saat menjadi narasumber dialog di Radio Thomson Semarang, belum lama ini. Dialog tersebut bertema "Jaga Stabilitas Ekonomi dan Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal selama Ramadhan".
Sumanto menyebut, naiknya harga kebutuhan pokok selalu terjadi setiap tahun saat Ramadhan dan Idulfitri. Tak hanya naik, bahkan sejumlah komoditas "ganti harga" karena harganya melambung tinggi. Ia mencontohkan harga cabai yang bisa tembus Rp100 ribu per kilogram.
"Supaya kondisi ini tak terus terjadi, perlu ada mitigasi. Jika harga cabai selalu naik saat bulan puasa, hendaknya stok ditambah agar kenaikan harganya terkendali," paparnya.
Wakil Ketua DPRD Jateng, Muhammad Saleh mengatakan, Jawa Tengah sebenarnya surplus pangan. Ia mencontohkan, produksi beras Jateng surplus 2 juta ton lebih. Namun, meski surplus, komoditas asal Jateng juga banyak dibeli masyarakat provinsi lain.
Maka, penting bagi instansi terkait seperti Bulog untuk memastikan gudang terisi cadangan beras sehingga stok pangan tersedia.
"Yang agak repot adalah cabai. Cuaca buruk membuat banyak tanaman cabai busuk sebelum dipanen. Naiknya harga cabai ini juga mempengaruhi inflasi," ujarnya.
Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Juli Krisdianto yang juga menjadi narasumber menambahkan, pemerintah perlu menjaga agar stok kebutuhan pokok tak jatuh ke tangan tengkulak. Sebab tengkulak kerap mempermainkan harga.
"Tengkulak biasanya menimbun karena tahu permintaan akan banyak," ujarnya.
Juli mengatakan, saat Ramadhan dan Idul Fitri konsumsi masyarakat meningkat sehingga sesuai hukum ekonomi, harga barang pun naik. Ia juga meminta pemerintah mamastikan stok kebutuhan pokok cukup bagi masyarakat.
***tags: #ramadhan #idulfitri #ketua dprd jateng #sumanto #harga bahan pokok
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Kembali ke Aceh Tamiang, Presiden RI: Pemerintah akan Turun Membantu Semuanya
13 Desember 2025
Pengurus Dekranasda Klaten 2025-2030 Dilantik untuk Dorong UMKM Naik Kelas
13 Desember 2025
Bupati Sragen Paparkan Delapan Penekanan Utama Jelang Nataru
13 Desember 2025
KAI Wisata Hadirkan “Season of Wonder” di 6–31 Desember 2025
13 Desember 2025
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Modus Korban Tabrak
13 Desember 2025
KAI Wisata X Jakarta Clothing Ramaikan Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Lawang Sewu
13 Desember 2025
Kebakaran Landa Sebuah Ruko di Penjaringan, Kerugian Mencapai Rp100 Juta
13 Desember 2025
Santri Lapas Semarang Belajar Agama Dengan Nonton Film Jejak Rasul
13 Desember 2025
Uji Petik Layanan AHU di MPP Banyumas: Kemenkum Jateng Dorong Penguatan Pelayanan Publik
13 Desember 2025
Nekat Edarkan Sabu, Seorang Pria Diringkus Polisi di Tanjung Priok
13 Desember 2025
Sebanyak Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan di Jaksel
13 Desember 2025

