Bupati Pemalang Juanedi

Bupati Pemalang Juanedi

Sandang Gelar Doktor Kedua, Junaedi Inginkan Banyak Orang Termotivasi

Ini gelar doktor kedua bagi Juanedi. Sebelumnya, dia telah meraih gelar doktor untuk Ilmu Administrasi Publik dari Undip, Agustus 2019.

Senin, 23 Maret 2020 | 17:12 WIB - Didaktika
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

KUASAKATACOM, PEMALANG - Bupati Pemalang Junaedi kembali meraih gelar doktor dalam ujian terbuka yang di gelar di Aula Rasuna Said Gedung Program Studi Hukum Program Doktor Hukum Untag, Semarang, Senin (23/3/2020).  Ini gelar doktor kedua bagi Juanedi. Sebelumnya, dia telah meraih gelar doktor untuk Ilmu Administrasi Publik dari Undip, Agustus 2019.

Junaedi meraih gelar doktor kedua ini untuk bidang Ilmu Hukum dengan dengan disertasi “Pertanggungjawaban Jukum Pejabat Pemerintah dalam Melakukan Diskresi”. Dalam disertasi itu Junaedi menyatakan bahwa konstruksi pertanggungjawaban hukum pejabat pemerintah yang menggunakan diskresi dalam mewujudkan good governance harus mempertimbangkan tujuan diskresi, peraturan perundang-undangan, .dasar diskresi, dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Peraturan umum yang dikeluarkan oleh instansi pemerintahan berkenaan dengan pelaksanaan wewenang pemerintahan terhadap warga negara dan pembuatan peraturan tersebut tidak memiliki dasar yang tegas dalam UUD dan Undang-undang formal baik langsung maupun tidak langsung.

''Sedangkan penggunaan Diskresi oleh Pejabat Administrasi Negara hanya dapat dilakukan dalam keadaan memaksa atau mendesak demi kepentingan umum yang telah ditetapkan dalam suatu peraturan perundang-undangan, dengan batas-batas atau tolak ukur, yaitu diskresi dalam bentuk peraturan kebijaksanaan tidak boleh menyimpang atau bertentangan dengan aturan diatasnya dalam arti harus sesuai dengan hierarki peraturan perundang-undangan,'' tulis Junaedi.

Penggunaan Diskresi, tambahnya, tidak boleh melanggar hak asasi kewajiban warga negara dalam arti tidak digunakan sewenang-wenang; diskresi yang digunakan masih berada dalam ruang lingkup peraturan dasarnya; diskresi digunakan dalam keadaan memaksa atau mendesak kesejahteran atau kepentingan diskresi yang digunakan harus berlandaskan Asas-Asa

"Ini diharapkan menjadi motivasi pada teman, saudara dan anak-anak bahwa menuntut ilmu sampai kapanpun, tidak melihat usia  tetapi kalau ada niat semua tidak menjadi kendala. Yang saya bahas dalam ujian adalah konstruksi hukum dalam rangka kaitannya bencana alam untuk mewujudkan pemerintah yang good goverment. Harapannnya kajian akademik yang saya lakukan memberikan inspirasi pada semua pejabat publik yang melakukan diskresi untuk bisa  menjalankan dengan memberikan manfaat pada masyarakat," tandas Junaedi saat dimintai tanggapan soal gelar doktoral yang baru saja diraih dan harapan ke depannya.

 

BERITA TERKAIT:
Pasar Kajen Bakal Jadi Percontohan "New Normal"
Stok Elpiji Kota Pekalongan Aman Hingga Lebaran
Pemkot Pekalongan Mulai Lakukan Pendataan Kartu Prakerja
Sandang Gelar Doktor Kedua, Junaedi Inginkan Banyak Orang Termotivasi
Hasil Uji Lab Warna Air Hijau Masjid Al Mubarok
DPP PKB Belum Final Usung Iskandar di Pilkada Pemalang


tags: #pekalongan #dakwah #politik #aktual

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI