Jawa Tengah Percepat Program Makan Bergizi Gratis, Tambah 105 Dapur Gizi Baru
“Rapat tadi membahas percepatan pelaksanaan MBG. Alhamdulillah, respons dari BGN sangat cepat, langsung ditindaklanjuti,
Senin, 14 April 2025 | 20:45 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengakselerasi implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menambah 105 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah.
Penambahan SPPG ini akan tersebar merata di 35 kabupaten/kota, di mana setiap daerah akan mendapat tiga unit tambahan.
BERITA TERKAIT:
Tinjau Dapur SPPG, Wabup Sragen Pastikan MBG Berjalan Sesuai Ketentuan
Wabup Sragen Lakukan Sidak untuk Perkuat Mutu Layanan Makan Bergizi Gratis
Kawal MBG Berkualitas, BPOM RI Hadirkan Mobil Laboratorium Keliling
Prof. Sukro Muhab: Saatnya JSIT Indonesia Berkolaborasi dengan Ekosistem Pendidikan
Lewat MOOC Pintar, Kemenag Beri Edukasi Gizi ke Guru Madrasah
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan hal ini usai menghadiri rapat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, pada Senin, 14 April 2025. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan para kepala daerah untuk memastikan realisasi dalam waktu maksimal satu minggu.
“Rapat tadi membahas percepatan pelaksanaan MBG. Alhamdulillah, respons dari BGN sangat cepat, langsung ditindaklanjuti,” ujar Taj Yasin yang juga menjabat Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksanaan Program MBG Jateng.
Selain penambahan SPPG, Pokja MBG juga akan membantu BGN dalam pemantauan dan pengelolaan unit yang sudah berjalan. Seluruh dapur MBG yang ada akan didata dan dievaluasi kelayakannya.
Dalam pertemuan tersebut, Pokja MBG menyampaikan berbagai usulan serta tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini. Salah satunya adalah usulan agar fungsi pengawasan bisa diserahkan kepada pemerintah daerah demi memudahkan koordinasi.
Taj Yasin juga menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap keamanan pangan olahan siap saji, serta penerapan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), guna mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat keracunan makanan.
Sebelumnya, Pokja MBG telah mengidentifikasi aset milik Pemprov Jateng yang berpotensi dimanfaatkan sebagai SPPG. Ditemukan 21 aset milik provinsi dan satu aset milik BUMD, terdiri dari 12 bangunan dan 7 bidang tanah.
Selain itu, terdapat 34 SMK dengan fasilitas tata boga atau kantin tipe A yang sudah mengantongi sertifikat dari BPOM. Sementara itu, tujuh satuan pendidikan lainnya juga diusulkan sebagai lokasi potensial untuk pengembangan dapur SPPG.
“Kami berharap pelaksanaan program MBG di Jateng bisa semakin luas dan optimal,” pungkas Taj Yasin.
***tags: #mbg #taj yasin maimoen #provinsi jateng
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Jelang Nataru, Polda Jateng Antisipasi Kerawanan Bencana Hidrometeorologi di Solo Raya
13 Desember 2025
Jelang Liga 4, Polda Jateng Lakukan Risk Assessment Stadion Gelora Pancasila Wonosobo
13 Desember 2025
Kabar Bahagia! Undip Bebaskan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
13 Desember 2025
PSIS Datangkan Wawan Febrianto dan Ocvian Chanigio
13 Desember 2025
KAI Daop 5 Sampaikan Maaf atas Keterlambatan KA Kertanegara Relasi Purwokerto–Malang
13 Desember 2025
Kemensos Masih Operasikan Dapur Umum dan Kirim Tagana untuk Layani Korban Bencana
13 Desember 2025
Jelang Nataru, Wali Kota Semarang Agustina Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Terkendali
13 Desember 2025
Tinjau Dapur SPPG, Wabup Sragen Tegaskan Komitmen Transparansi Program MBG
13 Desember 2025
Pemkab Klaten Raih Penghargaan “Kabupaten Sangat Inovatif” di IGA Award 2025
13 Desember 2025
Pemkab Sragen Dorong Pelajar Sragen Kian Melek Finansial
13 Desember 2025
Polri Beri Layanan Antar Jemput Sekolah untuk Anak Pnyintas Bencana di Sumut
13 Desember 2025

