Dilema Impor Ternak Tak Goyahkan Jateng sebagai Lumbung Ternak Nasional

Keresahan para peserta talkshow atas kondisi masifnya impor terlihat pada sesi diskusi.

Sabtu, 19 April 2025 | 10:00 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Ungaran - Di tengah masifnya pemerintah pusat membuka keran atas impor ternak, pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah tetap percaya diri sebagai lumbung ternak nasional.

"Ya, Jateng tetap harus 'pede' untuk jadi lumbung ternak di Indonesia, karena adanya potensi dan keunggulan-keunggulan," tegas  Ir. Ign. Hariyanta Nugraha, M.Si, plt Kepala Disnakkeswan Jateng pada acara talkshow Teja Ungu (ternak Jateng Urip lan Nguripi) Kamis 17 April 2025 di Studio Dreamlight World Media (DWM) Ungaran Kabupaten Semarang.

BERITA TERKAIT:
Arahan Presiden Prabowo kepada Dewan Energi: Hindari Impor BBM hingga Swasembada Energi
Mentan Ungkap Kasus 250 Ton Beras Impor Ilegal dari Thailand
Pemerintah Percepat Swasembada Beras dan Hentikan Impor Ilegal
Dilema Impor Ternak Tak Goyahkan Jateng sebagai Lumbung Ternak Nasional
Kemenperin Usulkan Moratorium Ekspor Kelapa Akibat Kelangkaan dan Harga Mahal

Keresahan para peserta talkshow atas kondisi masifnya impor terlihat pada sesi diskusi terkait dengan pertanyaan sikap Disnakkeswan atas impor ternak. Merek mendesak agar bagaimana seharusnya pemerintah provinsi bersikap.

"Kebijakan impor oleh pemerintah pusat memang dilematik. Saya kuatir dengan keterbukaan impor seluas-luasnya itu justru menjadi pintu adanya intervensi," kata Hariyanta Nugraha.

Acara talkshow bertema Jateng lumbung ternak Nasional ini berbarengan dengan Forum OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dari 28 kabupaten / kota. Selain dari unsur OPD, acara dengan host Ir. Daud Samsudewa, S.Pt, M.Si, Ph.D, IPM pengajar FPP Undip diikuti oleh unsur peternak, perguruan tinggi dan sekor swasta yang terkait dengan peternakan.

Hariyanta melanjutkan, klaim diri sebagai lumbun ternak itu bukan tanpa alasan.

Jawa Tengah memiliki potensi luar biasa dalam sektor peternakan, menempati posisi tiga besar nasional dalam produksi daging, susu, dan telur. Juga menjadi Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) ternak lokal terbanyak di Indonesia, seperti Sapi PO Kebumen dan Kambing Kaligesing dan lain-lain. Tantangan utama dalam sektor ini adalah menjamin kontinuitas penyediaan bibit unggul sesuai SNI serta menjaga kelestarian sumber daya genetik lokal. Oleh karena itu, Teja Ungu hadir sebagai strategi untuk membangun sistem peternakan yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.
 

***

tags: #impor #lumbung #ternak #jateng

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI