Ratusan Orang Ramaikan Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-ogoh 2025
"Ini bagian dari keragaman budaya yang sedang kita coba untuk selalu ditampilkan supaya terangkat menjadi tujuan wisata. Harapannya kota Semarang dapat juga eksis seperti Bali dalam urusan pariwisata,” jelasnya.
Sabtu, 26 April 2025 | 19:17 WIB - Budaya
Penulis:
. Editor: Rahardian
KUASAKATACOM, Semarang - Sebanyak 850 orang dari berbagai Ormas agama dan organisasi turut berpartisipasi dalam meramaikan karnaval Seni budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh 2025 yang diselenggarakan oleh Pemkot Semarang pada Sabtu (26/4/2025). Para peserta karnaval dan pawai tersebut berasal dari berbagai macam Ormas keagamaan dan organisasi diantaranya umat Islam, umat Kristen, umat Hindu, umat Budha, umat Konghuchu, ISI Yogyakarta, Barongsai Klenteng Tay Kak Sie. Di sisi lain, karnaval tersebut turut dihadiri oleh Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang, Wing Wiyarso, dan Ketua PHDI kota Semarang, I Nengah Wirta Darmayana, dan tamu undangan dari Bali.
Acara karnaval tersebut dimulai dengan pawai dari kantor Balai Kota Semarang, melewati Jalan Pandanaran, lalu berakhir di Lapangan Simpang Lima, dan acara ditutup dengan pertunjukan Legenda Selat Bali. Diketahui Tema pada festival dan pawai tahun ini di inisiasi oleh rekan-rekan dari agama Hindu.
BERITA TERKAIT:
MEJIC 2025, Jadi Ajang Promosi Budaya Jateng
Lewat Mantyasih Show, Pemkab Magelang Kembangkan Kreasi Seni Pelajar
Pemkab Sragen Upayakan Pelestarian Keris sebagai Warisan Budaya
Desa Selo Boyolali Selenggarakan Festival Budaya Lintas Agama
Wabup Boyolali Tekankan Pentingnya Kenalkan Budaya ke Generasi Muda
Walikota Semarang, Agustina menjelaskan bahwa karnaval Seni budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh merupakan bagian dari keanekaragaman
budaya.
"Ini bagian dari keragaman budaya yang sedang kita coba untuk selalu ditampilkan supaya terangkat menjadi tujuan wisata. Harapannya kota Semarang dapat juga eksis seperti Bali dalam urusan pariwisata,” jelasnya.
Ia menambahkan, keragaman budaya yang ada di kota Semarang harus terus dibiasakan oleh masyarakat. Karena dalam lingkungan sosial, masyarakat selalu hidup bersama dan berdampingan sehingga harus saling melengkapi layaknya sebuah orkestra. Kedepannya, ia berharap event tahunan ini dapat menjadi menarik.
"Mudah-mudahan ini menjadi salah satu event tahunan yang menarik. Kepala Dinas Pariwisata setiap tahun juga membuat supaya ke depan menjadi semakin baik," tambahnya.
Ogoh-ogoh sendiri merupakan salah satu potensi dan kearifan lokal yang ada di kota Semarang. Event yang diadakan pertama kali pada tahun 2010 ini dapat menjadi bukti kota Semarang memiliki akulturasi budaya dan toleransi umat beragama yang sangat tinggi. Festival Ogoh-ogoh berbeda dengan festival Ogoh-ogoh yang ada di Bali. Festival Ogoh-ogoh yang ada di Semarang menampilkan festival lintas agama, salah satunya yaitu Ogoh-ogoh yang diinisiasi oleh PHDI dan Forum Kerukunan Umat Beragama.
Selain itu, Pawai Ogoh-Ogoh sendiri merupakan agenda rutin tahunan di kota Semarang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang, Wing Wiyarso menuturkan selain Ogoh-ogoh, kota Semarang masih banyak memiliki event-event kebudayaan yang dapat mengangkat wajah kota Semarang sebagai kota budaya.
"Karena masih banyak kegiatan-kegiatan serupa di kota Semarang. Yang nantinya dapat mengangkat seni dan potensi budaya serta kearifan lokal yang ada di kota Semarang sehingga bisa menunjukkan, Semarang benar-benar kota budaya, kota yang penuh akulturasi budaya, dan penuh toleransi. Sehingga semua ras, etnis, agama dapat duduk berdampingan bahkan dalam prosesi budayanya mereka dapat berinteraksi dengan baik dan masyarakatnya juga dapat menerima," tuturnya.
Melalui event ini, dapat menjadi bukti, toleransi budaya dan agama di kota Semarang sangat luar biasa.
Ia juga menambahkan, melalui konsep dan visi & misi stategis Walikota, kota Semarang memiliki kekuatan dalam potensi seni, budaya, dan pariwisata.
"Dan ini memang kita ramu, kita persembahkan untuk masyarakat kota Semarang sesuai dengan konsep dan visi & misi strategis Walikota dimana Semarang ini merupakan salah satu kekuatan dalam potensi seni, budaya, dan pariwisata. Dan nanti insyaallah dengan demikian budaya dapat menjadi kekuatan kita dalam menjual kota Semarang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PHDI kota Semarang, I Nengah Wirta Darmayana mengungkapkan tujuan diadakannya karnaval dan pawai ini untuk membangun kerukunan umat beragama di kota Semarang.
"Tujuannya seperti yang sudah saya katakan tadi. Kita ingin membangun kerukunan antar umat beragama di kota Semarang. Ini yang harus kita pelihara. Karena kerukunan itu penting harus kita pelihara untuk membangun kota Semarang," tandasnya.
tags: #budaya #karnaval #toleransi #pawai ogoh-ogoh
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Modus Korban Tabrak
13 Desember 2025
KAI Wisata X Jakarta Clothing Ramaikan Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Lawang Sewu
13 Desember 2025
Kebakaran Landa Sebuah Ruko di Penjaringan, Kerugian Mencapai Rp100 Juta
13 Desember 2025
Santri Lapas Semarang Belajar Agama Dengan Nonton Film Jejak Rasul
13 Desember 2025
Uji Petik Layanan AHU di MPP Banyumas: Kemenkum Jateng Dorong Penguatan Pelayanan Publik
13 Desember 2025
Nekat Edarkan Sabu, Seorang Pria Diringkus Polisi di Tanjung Priok
13 Desember 2025
Sebanyak Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan di Jaksel
13 Desember 2025
Sragen Raih Predikat Kabupaten Terinovatif di Ajang IGA 2025 Empat Kali Berturut-turut
13 Desember 2025
BMKG Prakirakan Sebagian Jakarta Diguyur Hujan pada Sabtu Siang
13 Desember 2025
Hasil Liga Italia: Lecce Bungkam Pisa 1-0
13 Desember 2025
Sempat Tertinggal, Girona Menang Comeback 2-1 atas Real Sociedad
13 Desember 2025

