Paparan Awal Bakteri E. coli Tertentu Diduga Terkait Kanker Kolorektal Dini
Lebih dari separuh kasus kanker kolorektal dini menunjukkan mutasi akibat kolibaktin. Ini menunjukkan kemungkinan besar paparan terjadi dalam 10 tahun pertama kehidupan,
Jumat, 02 Mei 2025 | 17:56 WIB - Kesehatan
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, JAKARTA- Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature mengungkap adanya kaitan antara keberadaan strain tertentu bakteri Escherichia coli (E. coli) di usus anak-anak dengan peningkatan risiko Kanker Kolorektal sebelum usia 40 tahun.
Dilansir dari Everyday Health, Kamis (1/5), sebagian besar jenis E. coli umumnya tidak membahayakan bahkan mendukung Kesehatan pencernaan. Namun, beberapa strain menghasilkan racun bernama kolibaktin, yang berpotensi merusak DNA manusia.
BERITA TERKAIT:
Paparan Awal Bakteri E. coli Tertentu Diduga Terkait Kanker Kolorektal Dini
Profesor Ludmil Alexandrov dari UC San Diego, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa Kanker Kolorektal yang muncul di usia muda memiliki karakteristik genetik berbeda dari yang berkembang di usia lanjut. “Lebih dari separuh kasus Kanker Kolorektal dini menunjukkan mutasi akibat kolibaktin. Ini menunjukkan kemungkinan besar paparan terjadi dalam 10 tahun pertama kehidupan,” ujarnya.
John Marshall, MD, dari Colorectal Cancer Alliance di Washington DC, memperingatkan bahwa kasus Kanker Kolorektal di usia di bawah 55 tahun meningkat pesat dan berpotensi menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada dewasa muda di tahun 2030.
Studi ini menganalisis DNA tumor dari 981 pasien di 11 negara, dan menemukan bahwa mutasi yang berkaitan dengan kolibaktin 3,3 kali lebih sering ditemukan pada pasien yang terdiagnosis di usia muda dibandingkan yang berusia di atas 70 tahun.
Meskipun belum diketahui secara pasti apa yang memicu infeksi E. coli pemicu kanker, beberapa faktor dicurigai berperan. Mariana Byndloss dari Vanderbilt University menyebut penggunaan antibiotik saat kecil, pola makan tinggi lemak dan rendah serat, serta konsumsi makanan olahan sebagai potensi pemicu terganggunya mikrobioma usus.
Faktor lain seperti tidak disusui atau lahir melalui operasi caesar juga diduga mengurangi perlindungan mikroba alami yang bermanfaat. Marshall menambahkan bahwa kurangnya paparan anak-anak terhadap lingkungan alami dan kebiasaan higienis berlebih mungkin menghambat keragaman mikrobioma yang sehat.
Sementara itu, Dr. Cathy Eng dari Vanderbilt-Ingram Cancer Center menyatakan bahwa Kanker Kolorektal dini bersifat multifaktorial. Ia mendorong pentingnya penelitian lanjutan serta kesadaran akan gejala awal dan pentingnya skrining kolonoskopi sebagai langkah pencegahan.
***tags: #bakteri e. coli #kesehatan #kanker kolorektal
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
DWP Kemenkum Jateng Gelar Pertemuan Rutin
15 Januari 2026
Pemusnahan Arsip Fidusia, Kemenkum Jateng Pastikan Informasi Tidak Dapat Dikenali
15 Januari 2026
Ekonomi Desa Kian Berkembang, Jateng Sudah Tidak Ada Desa Sangat Tertinggal
15 Januari 2026
Bank Jateng Dukung Pendidikan Ratusan Anak Yatim Magelang
15 Januari 2026
Menag: Isra Mikraj Mengandung Pesan Spiritual
15 Januari 2026
Persebi Boyolali vs Persipur: Laskar Pandan Arang Kalah 2-5
15 Januari 2026
Menteri Desa PDT Pastikan Produk Desa Bisa Bersaing
15 Januari 2026
Perusahaan China Ini Bakal Tanam Investasi Air Minum di Jateng, Nilainya Capai Rp160 M
15 Januari 2026
Taklukkan Mesir 1-0, Senegal Melaju ke Final
15 Januari 2026
Napoli vs Parma: Partenopei Ditahan Imbang Tanpa Gol
15 Januari 2026

