Seorang Pria asal Bandung Ditemukan Tewas dalam Kamar Mandi Kos
Korban warga Bandung bekerja di Cianjur.
Senin, 05 Mei 2025 | 13:49 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Bandung - Kepolisian melakukan autopis terhadap mayat pria asal Bandung yang ditemukan tewas di dalam kamar kos di Desa Ciherang, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, Minggu. Mayat korban dibawa ke rumah sakit di Bandung guna diautopsi karena ditemukan luka di bagian kepala, Minggu.
Kapolsek Karangtengah Kompol Rachmat Hamdan di Cianjur, Minggu, mengatakan pria yang diketahui bernama Riska Abdul Razak (29) warga Cibiru, Kabupaten Bandung, ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tergeletak di dalam kamar mandi kosan.
BERITA TERKAIT:
Bandara Semarang Buka Penerbangan ke Bandung
DWP Kemenag Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandung
Kemenag Bantu Pemulihan Banjir dan Longsor di Bandung
Puncak Peringatan HDI 2025, Berbagai Bantuan Diserahkan untuk Penyandang Disabilitas
Seorang Pencuri Tega Habisi Nyawa Penjaga Konter, Pelaku Terlilit Hutang Judol
"Korban warga Bandung bekerja di Cianjur, ditemukan pemilik kos tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar mandi, sehingga pemilik langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Karangtengah," katanya.
Keterangan pemilik kos, biasanya korban terlihat keluar dari kamar untuk berangkat bekerja. Namun seharian korban tidak terlihat sehingga pemilik mencoba menghubungi korban yang tidak membalas pesan dan mengangkat telepon.
Pemilik mencoba memastikan apa yang terjadi dengan mengetuk pintu kamar, karena tidak ada jawaban pemilik mencoba membuka pintu dengan kunci cadangan. Saat pintu terbuka, pemilik mendapati korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamar mandi sudah tidak bernyawa.
"Kami langsung menurunkan anggota ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengevakuasi jenazah pria asal Bandung, petugas mendapati luka memar di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya," kata dia.
Sehingga untuk memastikan penyebab pasti tewasnya korban, petugas membawa jasad korban ke rumah sakit di Bandung, guna diautopsi apakah luka memar di kepala dan bagian tubuh lainnya akibat jatuh atau penyebab lain.
"Nanti akan kami laporan hasilnya, karena kami belum dapat menyimpulkan apakah korban tewas karena jatuh atau ada penyebab lain, kita tunggu hasil autopsi," katanya.
***Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Polisi Tangkap Tersangka Kasus Lab Tembakau Sintetis di Jaksel
20 Januari 2026
Pemda dan BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Bencana Sumatra
20 Januari 2026
Sebanyak Tiga Orang Ditangkap terkait Kasus Gas Oplosan di Bekasi
20 Januari 2026
Tim PkM USM Ajak Guru TK di Semarang Tingkatkan Kualitas Pribadi dan Profesionalitas
20 Januari 2026
Tim PkM USM Beri Edukasi Pengelolaan Keuangan Usaha Multi Bidang
20 Januari 2026
Oknum Guru Diduga Cabuli Belasan Siswi SD di Tangerang
20 Januari 2026
Sepanjang 2025 Pemkot Semarang Berhasil Kendalikan Stunting dan Capaian UHC 100 Persen
20 Januari 2026
Perjalanan Kereta Wisata Terganggu Akibat Banjir
20 Januari 2026
Kemenkum Jateng Periksa Substantif Naturalisasi WNA asal Korsel dan Yaman
20 Januari 2026
Kemenkum Jateng Ikuti Peresmian Posbankum Provinsi DIY
20 Januari 2026
Meskipun Cuaca Ekstrem, Sumarno Pastikan Ketersediaan Pangan di Jateng Aman
20 Januari 2026

