Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Mensos Ingatkan Kepala Daerah Objektif Seleksi Siswa Sekolah Rakyat

Tidak ada tes akademik pada proses seleksi peserta didik Sekolah Rakyat.

Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:09 WIB - Ragam
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengingatkan para kepala daerah tidak main-main dalam proses seleksi calon siswa Sekolah Rakyat. Ia menekankan pentingnya sikap objektif dalam pengambilan keputusan.

Pernyataan ini disampaikan Mensos saat bertemu 8 kepala daerah di kantor Kemensos, Jumat (16/5/2025). Yaitu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Takalar, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Sopeng.

BERITA TERKAIT:
Mensos Tekankan Pentingnya Kepala Daerah Sukseskan Sekolah Rakyat
Mensos Tekankan Transparansi Asesmen Siswa Sekolah Rakyat ke Pemda
Siswa Sekolah Rakyat Diminta Tidak Berkecil Hati
Pemerintah Telah Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia
Sudah Miliki 14 Sekolah Rakyat yang Beroperasi, Jateng Terus Genjot Penambahan Titik

"Mari kita sama-sama menyeleksi peserta didik untuk Sekolah Rakyat seobjektif mungkin. Jadi jangan ada main-main lah di sini. Apa yang diinginkan presiden ini mari kita laksanakan," kata Mensos dikutip dari laman resmi Kemensos, Sabtu.

Dia menjelaskan, tidak ada tes akademik pada proses seleksi peserta didik Sekolah Rakyat. Namun, setiap anak yang berasal dari keluarga miskin dapat mengenyam pendidikan di sekolah ini tanpa dipungut biaya apapun.

Seluruh fasilitas bagi siswa di Sekolah Rakyat, mulai dari seragam, peralatan sekolah, hingga kebutuhan makan dan minum ditanggung oleh negara. Oleh karena itu, Mensos menekankan agar tidak ada praktik penyimpangan saat seleksi para siswa. Sebab, program Sekolah Rakyat bertujuan untuk memuliakan masyarakat miskin.

"Nah, ini kalau kita enggak hati-hati, itu KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) lagi nanti untuk siapa yang masuk," jelas Mensos.

"Ini memuliakan orang miskin betul, memuliakan semulia-mulianya orang miskin," sambungnya.

Disamping itu, Mensos mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Kementerian Dikdasmen, ada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. Yakni perundungan atau bullying, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi. Dia menyebut, melalui Sekolah Rakyat, hal-hal ini dapat dicegah.

"Maka ke depan ini, mari kita jaga sekolah kita ini lewat bupati, lewat wali kota di sana agar tiga dosa pendidikan ini bisa kita hindari dan kita bisa tekan dan kita bisa cegah dari awal. Apalagi ini sekolah berasrama, ya kan. Nanti ada pendidikan karakternya, maka kita harus kelola dengan baik," tegasnya.

***

tags: #sekolah rakyat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI