Jemaah Haji Indonesia Bisa Bergabung dengan Pasangannya di Makkah

PPIH juga telah meminta Kadaker Makkah untuk menunjuk penanggung jawab khusus untuk mengelola penggabungan pasangan yang terpisah ini.

Senin, 19 Mei 2025 | 07:31 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Kabar menggembirakan datang bagi jemaah haji Indonesia. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta Syarikah, telah mencapai kesepakatan bahwa pasangan jemaah yang terpisah akan dapat bergabung kembali dalam penempatan hotel di Makkah.

Kesepakatan ini disampaikan oleh Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, dalam konferensi pers di Makkah pada Minggu (18/5/2025). 

BERITA TERKAIT:
Arab Saudi Masuki Puncak Musim Panas, PPIH Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan
Distribusi Kartu Nusuk Capai 96%, PPIH Dorong Percepatan untuk Sisa Jemaah
Operasional Bus Shalawat Dibatasi, PPIH Imbau Jemaah Salat Jumat di Hotel
Jemaah Haji Anggap Layanan Akomodasi dan Konsumsi di Makkah Sangat Memuaskan
PPIH Arab Saudi Ingatakan Bus Shalawat Ada Pembatasan Operasional di Hari Jumat

Muchlis membuka konferensi pers dengan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan jemaah haji akibat kebijakan layanan berbasis syarikah yang diterapkan sebelumnya. Untuk mengatasi masalah ini, PPIH terus melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi dan pihak Syarikah untuk memungkinkan penggabungan kembali pasangan jemaah yang terpisah meskipun mereka berada di syarikah yang berbeda.

"Melalui komunikasi yang intensif, akhirnya kami, Kementerian Haji Arab Saudi, dan Syarikah sepakat bahwa jemaah yang terpisah dari pasangannya bisa digabungkan kembali dalam satu hotel, meskipun syarikahnya berbeda," jelas Muchlis.

Penggabungan ini, lanjut Muchlis, juga sudah disepakati di antara pihak Syarikah. Semua pihak telah berkomitmen untuk menata kembali penempatan jemaah yang terpisah di hotel masing-masing syarikah, dengan dasar kemanusiaan dan kepedulian bersama.

Muchlis juga menginstruksikan agar Ketua Kloter mendata pasangan yang terpisah beserta jenis syarikah mereka dalam waktu 1x24 jam setelah kedatangan jemaah di Makkah

"Bagi jemaah yang sudah bersama pasangannya namun belum melapor, kami minta segera melaporkannya ke Ketua Kloter untuk kelancaran pergerakan jemaah pada puncak haji, yaitu Armuzna," tambahnya.

PPIH juga telah meminta Kadaker Makkah untuk menunjuk penanggung jawab khusus untuk mengelola penggabungan pasangan yang terpisah ini.

Muchlis menegaskan bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati dan jiwa. Oleh karena itu, kenyamanan batin jemaah juga menjadi bagian penting dari pelayanan yang harus dijaga.

Ia juga mengapresiasi Kerajaan Arab Saudi yang telah memenuhi permintaan untuk penggabungan pasangan jemaah haji Indonesia yang terpisah. 

"Kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Arab Saudi yang telah memperhatikan kenyamanan jemaah haji Indonesia, yang merupakan jemaah haji terbanyak di dunia. Kami akan terus bekerja untuk menyempurnakan layanan bagi jemaah haji," tutupnya.
 

***

tags: #petugas penyelenggara ibadah haji #jemaah haji #arab saudi #makkah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI