Aktif Promosikan Budaya Jawa, Unnes Raih Penghargaan Javametric 2025
UNNES dinilai memiliki peran penting dalam pelestarian dan promosi budaya Jawa melalui berbagai program
Kamis, 05 Juni 2025 | 11:00 WIB - Didaktika
Penulis:
. Editor: Surya
KUASAKATACOM, Semarang - Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali mengukir prestasi dalam komitmennya melestarikan kebudayaan Jawa. Dalam pemeringkatan Javametric yang dilakukan Universitas Sebelas Maret (UNS), Unnes berhasil menduduki posisi ke-5 sebagai perguruan tinggi yang dianggap paling konsisten melestarikan budaya Jawa, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penghargaan tersebut diterima Rektor Unnes Prof. Dr. S Martono MSi melalui Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Prof. Dr. Tommi Yuniawan, Selasa (3/6).
BERITA TERKAIT:
Kontroversi Stand Up Pandji, Peneliti Bahasa UNNES: Humor Memang Selalu Politis
Bantu Korban Banjir, Tim Medis FK UNNES Bertolak ke Aceh
Pameran Seni Rupa, Karya Mahasiswa UNNES Diminati Anggota DPR RI
Respons Bencana Sumatra, Rektor Unnes Ajak Para Alumni Ambil Peran Lestarikan Lingkungan
Raih Dua Perak PIMNAS 2025, Tim PKM UNNES Masuk 10 Besar Nasional
Program pemeringkatan yang diselenggarakan dua tahun sekali sejak 2021 telah mengidentifikasi 164 institusi dari lima benua yang aktif mengembangkan budaya Jawa, termasuk perguruan tinggi, kelompok seni, dan lembaga kebudayaan.
Unnes dinilai memiliki peran penting dalam pelestarian dan promosi budaya Jawa melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukannya.
Sebagai contoh, Unnes secara konsisten menyelenggarakan Forum Selasa Legen yang dilakukan untuk mengkaji dan mempromosikan budaya Jawa melalui kegiatan diskusi.
Unnes juga menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menyelenggarakan Sinden Idol hingga putaran ke-5 untuk menumbuhkan minat generasi muda menjadi sinden.
Unnes sendiri memiliki Prodi Pendidikan Bahasa Jawa dan Sastra Jawa yang aktif mengkaji dan mempromosikan budaya Jawa. Kurikulum di dua prodi tersebut memuat berbagai materi yang berorientasi pada pengkajian dan pelestarian budaya Jawa, misalnya bahasa Jawa, tradisi Jawa, dan folklor Jawa.
Rektor Unnes, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen Unnes sebagai kampus konservasi mendapat pengakuan. Budaya Jawa tidak hanya dipelihara sebagai warisan, tetapi di Unnes juga hidupkan dalam kehidupan kampus,” ungkap Prof. Martono.
UNS Javametrik dilakukan melalui tiga tahapan seleksi. Pertama, pengumpulan data awal dari berbagai publikasi terbuka yang melibatkan 164 institusi. Kedua, penambahan data mandiri dari 50 institusi (25 dalam negeri dan 25 luar negeri). Ketiga, verifikasi data dan dokumen untuk menilai keabsahan aktivitas dan kontribusi institusi terhadap budaya Jawa.
Melalui proses tersebut, ditetapkan Top 10 institusi dalam dan luar negeri, di mana Unnes berhasil menempati peringkat kelima untuk kategori dalam negeri.
Prestasi ini memperkuat posisi Unnes sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian budaya sebagai bagian dari misi konservasi universitas.
***tags: #unnes #penghargaan javametric 2025
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
DWP Kemenkum Jateng Gelar Pertemuan Rutin
15 Januari 2026
Pemusnahan Arsip Fidusia, Kemenkum Jateng Pastikan Informasi Tidak Dapat Dikenali
15 Januari 2026
Ekonomi Desa Kian Berkembang, Jateng Sudah Tidak Ada Desa Sangat Tertinggal
15 Januari 2026
Bank Jateng Dukung Pendidikan Ratusan Anak Yatim Magelang
15 Januari 2026
Menag: Isra Mikraj Mengandung Pesan Spiritual
15 Januari 2026
Persebi Boyolali vs Persipur: Laskar Pandan Arang Kalah 2-5
15 Januari 2026
Menteri Desa PDT Pastikan Produk Desa Bisa Bersaing
15 Januari 2026
Perusahaan China Ini Bakal Tanam Investasi Air Minum di Jateng, Nilainya Capai Rp160 M
15 Januari 2026
Taklukkan Mesir 1-0, Senegal Melaju ke Final
15 Januari 2026
Napoli vs Parma: Partenopei Ditahan Imbang Tanpa Gol
15 Januari 2026

