Bupati Boyolali Wacanakan Pembentukan Laskar Mangkubumi untuk Pesilat

Sejauh ini Polres Sragen dinilai berhasil menekan potensi konflik.

Rabu, 02 Juli 2025 | 13:44 WIB - Ragam
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Sragen - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 menjadi momentum untuk memberdayakan potensi pesilat di Kabupaten Sragen. Sejauh ini Polres Sragen dinilai berhasil menekan potensi konflik antar perguruan silat sekaligus memberdayakan Perguruan silat.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas saat Tasyakuran Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79 di Hall Sibara Polres Sragen, Selasa (1/7/2025).

BERITA TERKAIT:
Bupati Sragen Pimpin Penyerahan SK PPPK dan Tekankan Pelayanan Publik
Bupati Sragen Tinjau Sejumlah Gereja, Pastikan Ibadah Natal Berlangsung Aman dan Khidmat
Bupati Sragen Tekankan Mutu dan Generasi Unggul Berdaya Saing
Bupati Sragen Buka Larwasda 2025: Pengawasan Diperkuat, Tata Kelola Kian Akuntabel
Bupati Sigit Tegaskan APBD Harus Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Sragen

Dalam kesempatan itu Bupati Sigit mengapresiasi kinerja Polri sekaligus menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Orang nomor satu di Sragen itu secara khusus menyoroti potensi perguruan pencak silat di Sragen sebagai mitra strategis dalam mewujudkan stabilitas dan kemajuan daerah.

Menurutnya, Pencak silat bela diri menjadi aset budaya dan penjaga keamanan. Bupati mengaku kagum terhadap kepemimpinan Kapolres saat ini, yakni AKBP Petrus Parningotan Silalahi. Inspirasi ini mendorongnya untuk berencana membentuk Laskar Mangkubumi, sebuah wadah yang beranggotakan seluruh pesilat dari 18 perguruan pencak silat di Sragen.

Bupati Sigit bahkan telah menyampaikan gagasan ini kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X. Lebih dari itu, dia juga berharap dapat segera merealisasikan "Kampung Pencak Silat" di Sragen.

"Langkah Polres Sragen ini perlu diteladani. Saat bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X, saya ajak para pimpinan perguruan silat dan dijadikan sebagai Laskar Mangkubumi. Tindak lanjut ke depannya akan ada Kampung Pencak Silat. Tempat itu sebagai ajang bahwa pencak silat tidak sekadar bela diri dan prestasi tetapi juga sebagai aset budaya yang bisa dikenalkan kepada masyarakat di luar Sragen," ujar Bupati Sigit.

Konsep Kampung Pencak Silat ini tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat pengembangan bela diri dan olahraga prestasi, tetapi juga sebagai aset budaya yang akan mengangkat nama Sragen di mata publik luar Sragen. Inisiatif ini menegaskan komitmen Bupati untuk memanfaatkan potensi lokal dalam mendukung kemajuan daerah.

Sebelumnya, Kapolres Sragen menyampaikan bahwa perguruan silat di Sragen telah menjadi keluarga besar Polres Sragen dan ikut berkontribusi membangun bangsa dengan aksi-aksi sosial. Ia berharap ke depan perguruan silat bisa terus bahu-membahu menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kondusivitas suasana.

"Daerah itu tidak bisa membangun kalau situasi dan kondisinya tidak kondusif. Komunitas yang besar seperti 17 perguruan silat menjadi kekuatan bukan ancaman. Para perguruan silat justru bisa menjaga keamanan internal dan eksternal. Perguruan silat menjadi tradisi dan budaya di Sragen. Kalau di Madiun boleh punya nama tetapi Sragen menjadi kawah Candradimuka ya," jelas Kapolres.

***

tags: #bupati sragen #pesilat #bhayangkara

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI