Program Kampung Keren, Langkah Kemenag Dorong Ekosistem Ekonomi Pesantren
Pesantren tidak hanya mendidik santri untuk alim dan saleh.
Sabtu, 12 Juli 2025 | 12:29 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama terus memperkuat program Kemandirian pesantren sebagai bagian dari pembangunan ekonomi umat berbasis pendidikan keagamaan. Kemenag menginisiasi arah baru program ini melalui konsep “Kampung Keren” (Kampung Kemandirian pesantren).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa kemandirian pesantren tidak cukup hanya dibangun melalui bantuan modal, melainkan harus dimulai dari transformasi mentalitas dan keberanian para pengasuh dan santri dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
BERITA TERKAIT:
Kemenag Anugerahkan Tanda Cinta PAI 2025 pada Pemda Berprestasi
Dasar Ilmiah dan Fikih terkait Penetapan Waktu Subuh di Indonesia
Karnaval Santa Claus Warnai Pembukaan Perayaan Natal 2025
Lima Pilar Digital Religious Disiapkan Kemenag untuk Tingkatkan Literasi
Alhamdulillah, Keluarga Korban Musibah Pesantren Dapat Santunan Rp10 Juta
“Orang yang punya minat dan keberanian akan mampu menghadapi risiko dan bangkit dari kegagalan. Ini adalah fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi pesantren yang kokoh,” ungkap Amien Suyitno saat Evaluasi Program Kemandirian pesantren di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Kementerian Agama berharap program “Kampung Keren” dapat menjadi legacy strategis dalam memperkuat peran pesantren sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi umat, sekaligus menjawab tantangan kemandirian lembaga pendidikan Islam di era digital.
“pesantren tidak hanya mendidik santri untuk alim dan saleh, tapi juga tangguh dan mandiri secara ekonomi. Dari pesantren untuk umat, dari desa untuk bangsa,” tutup Prof. Suyitno.
Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, Siti Sakdiyah, menyampaikan bahwa program kemandirian pesantren telah berjalan sejak 2021 dan melibatkan lebih dari 3.500 lembaga. Program ini akan diperkuat dan difokuskan dalam model kawasan terpadu berbasis komunitas melalui program “Kampung Keren”.
Kampung Keren merupakan bentuk rebranding sekaligus reposisi program, yang menggabungkan kekuatan pesantren dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi dengan pendekatan terintegrasi berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kampung Keren bukan hanya tempat pesantren berwirausaha. Ia adalah kawasan pemberdayaan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar, yang mengintegrasikan pelatihan, produksi, distribusi, dan digitalisasi usaha,” jelas Siti Sakdiyah.
Melalui program ini, pesantren akan difasilitasi untuk memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) Santri, Rumah Produksi Komunitas, Expo pesantren serta Akses pasar dan distribusi berbasis digital.
Kemenag juga mendorong pengembangan platform digital “Duta pesantren Berdaya”, yang akan menjadi media integrasi profil usaha pesantren, konsultan pendamping, hingga mitra pemasaran dan distribusi nasional.
Langkah strategis yang didorong, di antaranya:
Rekognisi dan penguatan pesantren yang telah berhasil membangun unit usaha mandiri
Optimasi program kemandirian melalui pendekatan klaster dan kebutuhan lokal
Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga (K/L)
Digitalisasi ekosistem ekonomi pesantren
Pengembangan SDM santri dan masyarakat desa berbasis keterampilan wirausaha
tags: #kemenag #pesantren #ekonomi
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Semarang Siap Hadapi Banjir dengan Langkah Preventif: Belajar dari Bencana Sumatera
05 Desember 2025
OJK Sederhanakan Aturan Baru tentang Pergadaian
05 Desember 2025
Kaji Perda Jawa Tengah, Tim Analis Hukum Kemenkum Jateng Hadiri Rapat Analisis dan Evaluasi
05 Desember 2025
Polda Jateng Mulai Persiapkan Pengamanan Natal dan Tahun Baru
05 Desember 2025
Kemenkum Jateng Gelar Audit Kepatuhan PMPJ dan TKM bagi Notaris Surakarta dan Karanganyar
05 Desember 2025
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Modernisasi Armada untuk Percepat Transformasi Layanan
05 Desember 2025
Logistik dan Personel dari Jawa Tengqh Tiba, Perkuat Penanganan Pascabencana di Sumbar
05 Desember 2025
PWI Jateng dan Pemkot Semarang Apresiasi Gelaran “Tiba-Tiba Badminton” yang Digelar Jurnalis FC
05 Desember 2025
Kawal MBG Berkualitas, BPOM RI Hadirkan Mobil Laboratorium Keliling
05 Desember 2025
Gandeng LDNU, Lapas Brebes Gelar Pelatihan Dzikir Manaqib Bagi Warga Binaan
05 Desember 2025

