Pemprov Jateng Dukung Penuh UNS Hidupkan Kembali Jejak Sejarah Keris di Klaten
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menyampaikan, nilai historis Desa Kranggan punya potensi besar untuk dikenalkan kepada publik.
Jumat, 01 Agustus 2025 | 06:59 WIB - Budaya
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Semarang- Tim Kelompok Studi dan Penelitian (KSP) "Principium" Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), menggarap program menghidupkan kembali jejak sejarah pande besi pembuatan keris di Desa Kranggan, Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Ketua tim KSP, Adinda Nurdiati Thaniana mengatakan, nilai historis di tempat tersebut perlu diangkat dan dilestarikan. Terlebih keris telah diakui sebagai warisan budaya nusantara oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
BERITA TERKAIT:
Jelang Setahun Ahmad Luthfi- Taj Yasin Pimpin Jateng, Program Speling Sudah Layani 88.979 Warga
Pemprov Jateng Kaji Geologi Lahan Huntara Guna Kebut Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal
Gus Yasin: Pemprov Jateng Butuh Peran Aktif Mahasiswa Atasi Persoalan Kemasyarakatan
Perluas Akses Pendidikan, Gus Yasin: Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati
Inilah Fasilitas yang didapat dari Beasiswa Santri Pemprov Jateng, Pengasuh Pesantren Sambut Antusias
Dengan menghidupkan kembali jejak sejarah pande besi pembuat keris di Desa Kranggan, harapannya anak muda dapat mencintai salah satu warisan budaya tersebut.
Adinda menerangkan, timnya terdiri dari 15 mahasiswa UNS. Mereka fokus pada penguatan budaya lokal di desa tersebut, khususnya warisan budaya metalurgi Koripan. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jateng yaitu Desa Maju dan Berdaya.
Rencananya, tim akan membuat museum, termasuk di dalamnya bengkel pandai besi yakni Besalen, yang kemudian dinamai Besalen Koripan. Menurut sumber sejarah yang diteliti, Koripan diambil dari nama salah satu empu pembuat keris setempat.
"Kami belajar banyak tentang pelestarian budaya metalurgi. Di mana Desa Kranggan ini sebagai salah satu sentra pande besi. Kita perlu menggali, menghidupkan kembali sejarah-sejarah yang sempat mati," katanya saat berdiskusi dengan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, di Rumah Dinas Rinjani, Kamis, 31 Juli 2025.
Tim yang didampingi pihak kampus, bakal bekerjasama dengan pemerintah desa, kabupaten, Provinsi Jateng, para pakar, dan lintas instansi untuk mencari akurasi nilai historis lebih dalam di desa setempat. Hasilnya akan menjadi dasar membuat museum pande besi, yang nantinya berdampak pada pemberdayaan masyarakat desa.
Kepala Desa Kranggan, Polanharjo, Kabupaten Klaten, Gunawan Budi Utomo, membeberkan, kondisi desanya saat ini sudah berubah. Jika dulu dikenal pusat pengrajin keris, sekarang hanya membuat alat- alat pertanian, seperti pisau dan cangkul.
"Memang beralih fungsi ya, karena perkembangan zaman, dan juga regenerasinya tidak ada. Akhirnya berkembang menjadi sentra industri alat-alat pertanian. Khusus pembuatan keris memang sudah tidak ada," katanya.
Berkaca pasa kondisi itu, pemerintah desa dan tim dari UNS bakal menghidupkan kembali historis yang pernah ada. Anak-anak muda setempat direncanakan bakal mendapat pelatihan untuk membuat keris.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menyampaikan, nilai historis Desa Kranggan punya potensi besar untuk dikenalkan kepada publik. Namun, tetap perlu kajian mendalam bersama lintas pihak.
"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi mendorong dan mengembangkan potensi ini. Jadi ini tematik betul ya, diangkat dari nilai sejarahnya menjadi destinasi wisata," ucapnya.
Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan, Pemerintah Provinsi Jateng melalui dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata bakal mendukung penuh upaya tersebut.
Dinas juga bakal berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten, serta lintas instansi untuk mendampingi tim dari UNS yang ingin menghidupkan kembali jejak pande besi keris di Desa Kranggan, Polanharjo, Kabupaten Klaten.
***tags: #pemerintah provinsi jawa tengah #universitas sebelas maret #keris #kabupaten klaten #gus yasin
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Hari Pers Nasional 2026, Pemerintah Komitmen Perkuat Ekosistem Pers
10 Februari 2026
PSIS Semarang Kembali Gelar Latihan Bersama
10 Februari 2026
Sebanyak 160 Orang Manfaatkan Operasi Katarak Gratis di Jawa Barat
10 Februari 2026
A Wishful Ramadan: Wisata Rasa Nusantara dari Barat ke Timur di Nusatu by Artotel Semarang
10 Februari 2026
Oknum Guru Diduga Lecehkan Lebih dari Dua Siswi di Pasar Rebo
10 Februari 2026
Jelang Setahun Ahmad Luthfi- Taj Yasin Pimpin Jateng, Program Speling Sudah Layani 88.979 Warga
10 Februari 2026
Jelang Ramadan, BAZNAS dan Dubes KBRI Kairo Perkuat Kerja Sama Penyaluran Bantuan Gaza
10 Februari 2026
Menag Nasaruddin Umar Dorong Masjid Jadi Ruang Aman untuk Pemudik
10 Februari 2026
Libur Imlek, KAI Daop 4 Semarang Sediakan 83 Ribuan Tempat Duduk
10 Februari 2026
Dua Pengedar Narkotika Diringkus Polisi, Ribuan Obat Terlarang Turut Disita
10 Februari 2026

