Pemerintah Perbesar Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia ke Arab Saudi

Keberhasilan penambahan UPI ini berkat sinergi KKP bersama BPOM.

Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:46 WIB - Ragam
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) berhasil menambah jumlah unit pengolahan ikan (UPI) yang dapat melakukan ekspor produknya ke Arab Saudi. Penambahan ini membawa peluang meningkatkan volume ekspor hasil perikanan Indonesia ke negara timur tengah tersebut.

"Per hari ini kami mendapatkan notifikasi dari Otoritas Kompeten Arab Saudi bahwa mereka telah menyetujui 6 UPI untuk bisa mulai ekspor ke Arab Saudi. Perusahaan telah memenuhi persyaratan standar mutu dan keamanan hasil perikanan,” tutur Ishartini dikutip, Selasa.

BERITA TERKAIT:
Arab Saudi vs Indonesia: Skuad Garuda Kalah Tipis 2-3
Indonesia-Saudi Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan
Menag Hadiri Perayaan Hari Nasional ke-95 Arab Saudi 
Pemerintah Perbesar Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia ke Arab Saudi
Membanggakan! Hafidz Indonesia Juara II MHQ Internasional di Saudi

Keenam UPI tersebut adalah PT. Suri Tani Pemuka, PT. Pahala Bahari Nusantara PT. Mulia Bahari Indonesia, PT. Sekar Laut, PT. Alam Jaya, dan PT. Philips Seafood Indonesia. Penambahan ini diyakini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan volume ekspor serta diversifikasi komoditas perikanan yang dikirim dari Indonesia ke Arab Saudi.

Adapun komoditas utama untuk di ekspor ke Arab Saudi diantaranya berbagai produk ikan olahan, tuna, berbagai jenis ikan pelagis, tepung ikan, minyak ikan, fillet ikan, ikan kaleng, kerupuk udang, hingga berbagai jenis sambal ikan.

Keberhasilan penambahan UPI ini berkat sinergi KKP bersama BPOM melakukan negosiasi dengan otoritas kompeten Arab Saudi ini. Saat ini total perusahaan perikanan Indonesia yang dapat melakukan ekspor produk ke Arab Saudi menjadi 63 UPI.

"Hal ini merupakan keberhasilan hasil kerja semua pihak terumana sinergi KKP dan BPOM serta komunikasi yang terbangun dengan baik melalui KBRI di Arab Saudi dan Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Utamanya adalah perusahaan perikanan yang telah berusaha menerapkan prinsip sanitasi, higiene dan keamanan pangan di sepanjang rantai produksi,” tutup Ishartini.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa KKP berkomitmen dalam melaksanakan pengendalian dan pengawasan quality assurance di sepanjang rantai produksi dan rantai pasok komoditas perikanan untuk menjamin produk berkualitas, aman konsumsi dan bergizi.

***

tags: #arab saudi #kkp #perikanan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI