Menag Sebut Bandara Thaif Belum Ideal untuk Penerbangan Haji Indonesia
Beberapa kendala masih menjadi pertimbangan serius pemerintah.
Kamis, 28 Agustus 2025 | 19:12 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Jakarta - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menilai rencana penggunaan Bandara Thaif, Arab Saudi, untuk mendukung operasional penerbangan jamaah calon haji Indonesia, masih belum ideal karena terdapat sejumlah tantangan teknis.
Meskipun Arab Saudi telah memberikan izin prinsip, beberapa kendala masih menjadi pertimbangan serius pemerintah.
BERITA TERKAIT:
Menag Nasaruddin Umar Dorong Masjid Jadi Ruang Aman untuk Pemudik
Presiden Siapkan Lahan 4.000 Meter untuk Lembaga-Lembaga Islam di Jantung Kota
Menag Sambut Ramadan dengan Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial
Menag Lakukan Safari Pesantren di Jabar dan Jateng
Menag Serahkan Bantuan di Vihara Sian Djin Ku Poh Karawang
"Kami sudah meninjau langsung ke Thaif dan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Secara teknis, ada kesulitan untuk mendaratkan pesawat berbadan lebar di Bandara Thaif," ujar Nasaruddin saat Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, posisi Bandara yang berada di ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi tantangan tersendiri dalam aspek keselamatan penerbangan.
"Bandara Thaif berada di ketinggian lebih dari 1.500 mdpl. Ini cukup riskan bagi pesawat berbadan lebar," kata Menag.
Selain itu, ketebalan landasan pacu di Bandara tersebut tergolong tipis, sehingga dikhawatirkan tidak cukup kuat untuk menopang beban pesawat besar yang biasa digunakan dalam penerbangan haji.
"Di sana memang sudah ada penerbangan, tapi menggunakan pesawat kecil. Jika kita menggunakan pesawat kecil untuk jamaah haji, tentu biayanya akan jauh lebih mahal," kata dia.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyampaikan Arab Saudi telah membuka opsi penggunaan Bandara Thaif untuk Indonesia, dengan syarat harus memenuhi standar penerbangan internasional. Namun demikian, ia menilai bahwa infrastruktur Bandara tersebut saat ini masih belum siap sepenuhnya.
"Thaif memang diperbolehkan untuk digunakan, tapi harus memenuhi persyaratan internasional. Kelemahan lainnya adalah ketersediaan area embarkasi yang masih terbatas," kata dia.
Pemerintah Arab Saudi, kata Nasaruddin, memang memiliki rencana pengembangan beberapa Bandara baru, termasuk di kawasan Thaif.
Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan tersebut dan menjajaki opsi terbaik demi kelancaran dan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji.
***Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Hotel Ciputra Semarang Meriahkan Ramadan dengan Promo Buka Puasa dan Hampers Special
11 Februari 2026
Imlek dan Ramadan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang
10 Februari 2026
Ikutkan Karyawan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sumarno Apresiasi 53 Perusahaan di Jateng
10 Februari 2026
Tangani Banjir Pekalongan, Pemprov Jateng Kerahkan Pompa Hingga Salurkan Logistik
10 Februari 2026
Perkuat Pemahaman KUHP-KUHAP Baru, Kanwil Kemenkum Jateng Ikuti Lokakarya
10 Februari 2026
Lapas Brebes Berikan Piagam Penghargaan Pegawai Bulan Januari
10 Februari 2026
Kemenkum Jateng dan Pemkab Semarang Evaluasi Peacemaker Justice Award 2025
10 Februari 2026
Mensos Tegaskan Realokasi PBI JKN untuk Keadilan Akses Kesehatan
10 Februari 2026
Lantik Ormawa UIN Walisongo 2026, Wagub Jateng Tekankan Mahasiswa Sebagai Pemangku Kebijakan
10 Februari 2026

