Lewat Inovasi Program Gumregah, Wali Kota Semarang Agustina Serius Atasi Sampah Organik
berfokus pada pemberdayaan masyarakat
Minggu, 14 September 2025 | 20:30 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Surya
KUASAKATACOM, Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri panen perdana budidaya maggot di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik pada Sabtu (13/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program GUMREGAH (GErakan terpadU MasyaRakat mEnGelola samPAH) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Semarang. Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang mengapresiasi inovasi yang dilakukan warga Jabungan.
"Ini adalah terobosan nyata dan solusi strategis untuk mengatasi masalah sampah organik di kota kita. Mengingat lebih dari 60% sampah di TPA Jatibarang adalah limbah organik, maka kehadiran program seperti ini sangat vital," ujar Agustina
BERITA TERKAIT:
Sepanjang 2025 Pemkot Semarang Berhasil Kendalikan Stunting dan Capaian UHC 100 Persen
Kinerja Keuangan 2025 Solid, Realisasi Pendapatan Kota Semarang Tembus 92,22%
Cegah Penumpukan Sampah Terulang, Pemkot Semarang Pasang Pagar, CCTV dan Tanam Pohon di Area TPS Muktiharjo Kidul
Kerja Gotong Royong Jajaran Pemkot Semarang Berhasil Bersihkan Sampah di TPS Muktiharjo Kidul
Pemkot Semarang Gerak Cepat Tangani Persoalan Sampah
Budidaya maggot yang telah dimulai sejak 1 Agustus 2025 ini menunjukkan hasil yang signifikan. Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, lokasi budidaya di Jabungan telah mampu menghasilkan 100 kg maggot per hari, sekaligus menghabiskan 1 hingga 2 ton sampah organik setiap harinya.
Lebih dari sekadar mengelola sampah, program ini juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Hasil panen maggot akan dimanfaatkan sebagai pakan bernutrisi tinggi untuk ternak, hingga pupuk organik (kasgot) bagi petani kangkung, cabai, dan tomat. Semua kegiatan ini dilakukan di lahan "Banyumanik Berdaya" dan dikelola oleh warga setempat.
“Binatang peliharaan (ternak) apa yang akan memiliki nilai ekonomi tinggi jika makan maggot? Ayam, lele, dan bebek. Ya nanti tahun 2026 kita akan turunkan percobaan menggabungkan antara usaha rumah maggot dengan usaha peternakan,” jelas Agustina.
Agustina berharap, keberhasilan program di Jabungan ini dapat menginspirasi kelurahan-kelurahan lain di Semarang untuk menerapkan hal serupa. Karena komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Semarang terhadap Program Semarang Bersih perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Dari sampah yang tadinya menjadi masalah, kini lahir solusi yang memberi nilai tambah secara ekonomi, lingkungan, dan sosial. Inilah ekonomi sirkular, dari sampah berputar kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat," tutup Agustina.
***tags: #wali kota semarang #agustina #sampah organik
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Bayern Muenchen vs USG: Harry Kane dkk Menang 2-0
22 Januari 2026
Kurangi Kepadatan Jemaah Haji, Kemenhaj Matangkan Skema Murur dan Nanazul
22 Januari 2026
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS dan PPPK
22 Januari 2026
Dua Pengedar Obat Keras Diringkus Polisi di Tangerang
22 Januari 2026
Chelsea vs Pafos: The Blues Menang Tipis 1-0
22 Januari 2026
Polisi Kejar Pelaku Penusukan Warga di Jagakarsa Jaksel
22 Januari 2026
Barcelona vs Slavia Praha: Blaugrana Menang 4-2
22 Januari 2026
Mayoritas Kota di Indonesia Diprakirakan Hujan yang Dapat Disertai Petir Hari Ini
22 Januari 2026
Resmikan SPPG Sukodono, Wabup Sragen: Kita Harus Memastikan Manfaat Gizi Tepat Sasaran
22 Januari 2026
Pemkab Klaten Perkuat Lingkungan Aman Bagi Anak dan Generasi Muda
22 Januari 2026
Sebanyak Tiga Mayat Ditemukan di Areal Tambang, Polisi Lakukan Penyelidikan
22 Januari 2026

