Metode Al Fuadi Mudahkan Pembelajaran Ilmu Nahwu

Pemkab Kebumen berencana memfasilitasi pelatihan ini bagi seluruh guru agama di Kabupaten Kebumen.

Selasa, 30 September 2025 | 06:57 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Keumen- Pelatihan Nahwu Dasar yang berlangsung di Masjid Ar Rahman Kauman Gombong mulai 27 September hingga 2 Oktober 2025 menunjukkan bahwa belajar ilmu Nahwu yang selama ini dianggap rumit kini menjadi mudah dengan menggunakan metode Al Fuadi. 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh, di antaranya Bupati Lilis Nuryani, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Mukhsinul Mubarok, Kabag Kesra Tjahjo Sambodo, Forkopimcam Gombong, Lurah Gombong, serta kepala sekolah SMP dan MTs di Zona 5 Gombong.

BERITA TERKAIT:
Metode Al Fuadi Mudahkan Pembelajaran Ilmu Nahwu
Ratusan Warga Desa Donorojo Ikuti Pengobatan Massal dan Khitanan Gratis
Bupati Kebumen Resmikan Gedung Dakwah Muhammadiyah Center Puring
Forkopimda Kebumen Tegas Tolak Aksi Anarkis Pasca Diamankannya 98 Peserta Unjuk Rasa
Pemkab Kebumen Sosialisasikan Percepatan Penyerapan Dana Desa Tahap II 2025

Hadir juga Ir Mohammad Yahya Fuad SE selaku Ketua Tim Perumus/Penyusun Metode Al Fuadi, Ustaz M Wahyudi selaku narasumber, Takmir Masjid Ar Rahman, serta Tim Relawan Tutor Pendamping Al Fuadi.

Ketua Takmir, Ahmad Muhrodi, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 55 peserta dari Kebumen dan 8 peserta dari luar kota. "Peserta terjauh datang dari Sumenep, Bangil, Surabaya, Kuningan, serta Bandung," jelasnya pada Senin, 29 September 2025.

Salah seorang peserta dari luar kota mengungkapkan bahwa metode Al Fuadi sangat mudah dipahami. "Orang yang belum pernah belajar Nahwu bisa memahami dengan mudah, seperti halnya iqro," ujarnya.

Ustaz M Wahyudi, narasumber pelatihan, menjelaskan bahwa Ir Mohammad Yahya Fuad adalah inisiator utama dari Metode Al Fuadi, termasuk pengembangan Mushaf Quran Nahwu Al Fuadi. 

"Banyak metode pembelajaran Nahwu, namun belum ada yang memiliki media untuk mempraktikkan. Al Fuadi berbeda, karena kami membuat media praktiknya terlebih dahulu, yaitu Mushaf Quran Nahwu Al Fuadi, dan baru kemudian merumuskan metodenya," jelas Wahyudi.

Menurut Ustaz Wahyudi, metode ini kini juga tersedia dalam bentuk aplikasi di Playstore, dengan 500 pengguna aktif setiap harinya. Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan testimoni dari pesantren salafiyah, Mushaf Quran Nahwu Al Fuadi sejauh ini dinilai sebagai mushaf i'rob terbaik di Indonesia. 

"Alhamdulillah, kemarin saya menjelaskan kepada santri-santri usia Tsanawiyah di Ponpes Al Kamal, hanya butuh waktu satu bulan mereka bisa menganalisa kalimat yang ada di ayat-ayat Al-Qur'an," ungkapnya.

Bupati Lilis Nuryani menyampaikan dalam sambutannya bahwa program ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurut Bupati, Metode Al Fuadi dinilai mudah, sistematis, aplikatif, dan menyenangkan, serta mudah diterapkan oleh pendidik. 

"Saya akan sedikit cerita, mungkin sekitar 15 tahun yang lalu saat belajar tamyiz di Ponpes Al Kamal. Susah belajarnya Pak, Bu. Alhamdulillah sekarang ada metode yang lebih mudah," kenangnya.

Bupati Lilis juga menegaskan bahwa pendidikan adalah fungsi utama kemajuan daerah dan berharap pelatihan ini memberi bekal pengetahuan, keterampilan, dan motivasi baru bagi para guru dan tenaga kependidikan. "Ini bukan hanya sekadar sebuah teknik pembelajaran, melainkan sebuah ikhtiar untuk memudahkan para santri maupun pelajar dalam memahami ilmu Nahwu bahasa Arab," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kebumen berencana memfasilitasi pelatihan ini bagi seluruh guru agama di Kabupaten Kebumen.

Ketua Tim Perumus, Ir Mohammad Yahya Fuad, menjelaskan bahwa nama “Al-Fuadi” adalah akronim dari nama-nama penyusunnya: Al (Ikmal), Fu (Mohammad Yahya Fuad), A (Ustaz Ansori Hojin), dan Di (Ustaz M. Wahyudi). Metode ini berawal dari kesulitan yang dirasakannya saat mempelajari kitab kuning. 

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya," kata Yahya Fuad mengutip sebuah hadis.

Mohammad Yahya Fuad juga mengumumkan bahwa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Metode Al Fuadi telah diwakafkan untuk seluruh umat Islam. Ia menambahkan bahwa metode ini sudah digunakan di Singapura dan Malaysia. "Dengan bangga kami juga mewakafkan HKI Al Fuadi untuk digunakan seluruh umat Islam," pungkasnya.
 

***

tags: #bupati kebumen #lilis nuryani #kabupaten kebumen #nahwu # guru agama

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI