Israel Setujui Rencana Perdamaian Gaza dari Donald Trump
Israel telah menyetujui proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat.
Rabu, 01 Oktober 2025 | 11:30 WIB - Internasional
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Jakarta - Israel telah menyetujui proposal Perdamaian yang diajukan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di Gaza. Kesepakatan ini muncul setelah pertemuan antara pemimpin kedua negara. Presiden AS Donald Trump merilis 20 poin rencana Perdamaian yang bertujuan untuk mendorong warga Palestina tetap tinggal di Gaza, membebaskan sandera dan tahanan dari kedua pihak, serta mengakhiri serangan militer Israel yang sebelumnya dicap sebagai genosida oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hamas diberikan waktu 72 jam sejak persetujuan Israel untuk membebaskan sandera Israel yang ditawan di Gaza, yang diyakini beberapa masih hidup. Jika disetujui, rencana ini akan membentuk badan pemerintahan sementara Palestina yang akan diawasi oleh "Dewan Perdamaian" dengan pimpinan Donald Trump.
BERITA TERKAIT:
Israel Setujui Rencana Perdamaian Gaza dari Donald Trump
Israel Terancam Diskors UEFA, Nasib ke Piala Dunia 2026 Suram
Pidato Presiden Prabowo Subianto di KTT PBB: Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina dan Israel
Insiden Penembakan di Perlintasan Yordania–Tepi Barat, Dua Warga Israel Tewas
Uni Eropa dan PBB Kecam Rencana Pengambilalihan Gaza oleh Israel
Sementara itu di Asia Tenggara, Topan Bualoi melanda wilayah utara Vietnam dan menyebabkan setidaknya 13 orang tewas. Hujan lebat dan angin kencang dari topan ini menghasilkan gelombang laut hingga delapan meter yang mengganggu aktivitas di garis pantai utara Vietnam. Lebih dari 347.000 orang mengalami pemadaman listrik, dan banjir menghambat akses warga di dataran tinggi. Saat ini tim penyelamat sedang mencari 17 nelayan yang hilang akibat bencana ini, menurut laporan dari badan meteorologi nasional Vietnam.
Di Afghanistan, Taliban memberlakukan pemutusan komunikasi secara nasional, beberapa pekan setelah memulai pemutusan koneksi kabel optik. Seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya menyatakan kepada AFP bahwa pemutusan itu akan berlangsung "hingga pemberitahuan lebih lanjut" dan dilakukan secara bertahap pada malam hari dengan menutup delapan hingga sembilan ribu pilar telekomunikasi. Internet berkecepatan tinggi telah dibatasi oleh Taliban sejak awal September di wilayah tersebut.
Dalam perkembangan lain di Amerika Serikat, YouTube setuju membayar 22 juta dolar AS kepada Presiden Donald Trump sebagai bagian dari penyelesaian gugatan terkait pemblokiran akun Trump pascakejadian kerusuhan 6 Januari 2021 di Capitol AS. Menurut CNN, pembayaran ini akan didonasikan oleh Trump ke Trust for the National Mall untuk mendukung pembangunan White House State Ballroom. Gugatan serupa sebelumnya telah diselesaikan dengan Meta (induk Facebook dan Instagram) yang membayar 25 juta dolar AS dan X yang membayar sekitar 10 juta dolar AS sebagai kompensasi atas penangguhan akun Presiden Trump.
***tags: #israel #palestina #perdamaian
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Semarang Siap Hadapi Banjir dengan Langkah Preventif: Belajar dari Bencana Sumatera
05 Desember 2025
OJK Sederhanakan Aturan Baru tentang Pergadaian
05 Desember 2025
Kaji Perda Jawa Tengah, Tim Analis Hukum Kemenkum Jateng Hadiri Rapat Analisis dan Evaluasi
05 Desember 2025
Polda Jateng Mulai Persiapkan Pengamanan Natal dan Tahun Baru
05 Desember 2025
Kemenkum Jateng Gelar Audit Kepatuhan PMPJ dan TKM bagi Notaris Surakarta dan Karanganyar
05 Desember 2025
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Modernisasi Armada untuk Percepat Transformasi Layanan
05 Desember 2025
Logistik dan Personel dari Jawa Tengqh Tiba, Perkuat Penanganan Pascabencana di Sumbar
05 Desember 2025
PWI Jateng dan Pemkot Semarang Apresiasi Gelaran “Tiba-Tiba Badminton” yang Digelar Jurnalis FC
05 Desember 2025
Kawal MBG Berkualitas, BPOM RI Hadirkan Mobil Laboratorium Keliling
05 Desember 2025
Gandeng LDNU, Lapas Brebes Gelar Pelatihan Dzikir Manaqib Bagi Warga Binaan
05 Desember 2025

