Pemkab Kebumen Perketat Standar Keamanan Pangan dalam Program MBG
Bupati Lilis juga meminta SPPG untuk memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan yang meliputi 10 tahapan proses.
Jumat, 03 Oktober 2025 | 06:12 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Kebumen- Pemerintah Kabupaten Kebumen semakin serius dalam memperketat standar keamanan pangan pada pelaksanaan Program makan bergizi gratis (MBG). Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Program MBG yang diselenggarakan di Pendopo Kabumian pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Kegiatan itu menjadi respons terhadap terbitnya Surat Edaran Menteri Kesehatan serta kasus keracunan pangan yang sebelumnya terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Petanahan.
BERITA TERKAIT:
Pemkab Kebumen Serahkan Tali Asih kepada 116 PNS Purna Tugas
Dibawah Pimpinan Lilis Nuryani dan Zaeni, Pemkab Kebumen Raih 10 Penghargaan Bergengsi
Pemkab Kebumen Perketat Standar Keamanan Pangan dalam Program MBG
Pemkab Kebumen Siaga Hadapi Musim Hujan Dini, Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana
Pemkab Kebumen Sosialisasikan Percepatan Penyerapan Dana Desa Tahap II 2025
Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, dr. Iwan Danardono, menekankan pentingnya kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk menjamin keamanan pangan dalam Program MBG. "Salah satu jaminan keamanan dalam program MBG adalah adanya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," jelas dr. Iwan.
Kewajiban ini diperkuat dengan terbitnya Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 tentang Percepatan Penerbitan SLHS untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Program MBG. Batas waktu kepemilikan SLHS bagi SPPG yang sudah beroperasi adalah satu bulan sejak penerbitan Surat Edaran, sementara SPPG yang baru terbentuk diwajibkan memiliki SLHS dalam waktu satu bulan setelah penetapan resmi.
Saat ini, dari seluruh data SPPG di Kebumen, hanya ada tiga dapur yang telah memiliki SLHS. "Data kami baru ada tiga dapur yang sudah ber-SLHS, sementara lainnya belum," ungkap dr. Iwan.
Menanggapi kasus keracunan pangan di Petanahan yang terkait dengan temuan bakteri, dr. Iwan mengingatkan pengelola dapur dan petugas untuk mematuhi prosedur kebersihan dan sanitasi dengan ketat. "Kami dari Dinkes menjaga agar kejadian serupa tidak terulang. Tolong patuh pada aturan, kasus kemarin itu ternyata ada bakterinya," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya protokol sederhana seperti penggunaan sarung tangan (handscoon) yang benar, menjaga tangan agar tidak melakukan aktivitas lain saat menyiapkan makanan, serta pentingnya menggunakan masker dan penutup kepala. Pelanggaran kebersihan, seperti yang terlihat pada CCTV, terbukti berkorelasi dengan makanan yang mengandung bakteri. "Tolong bapak ibu kepala dapur juga lebih mengawasi, lebih cerewet," pintanya.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menegaskan bahwa Program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Bupati berharap agar semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga ahli gizi, yayasan mitra, hingga masyarakat, dapat bekerja sama untuk suksesnya program ini.
Bupati Lilis juga meminta SPPG untuk memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan yang meliputi 10 tahapan proses, mulai dari perencanaan dapur, penyiapan bahan, pengolahan, packaging, distribusi, hingga proses pencucian alat makan setelah digunakan.
Selain itu, Bupati Lilis menyarankan pemanfaatan produk pangan lokal untuk mendukung UMKM daerah. "Kami ingin tahu apakah produk seperti kacang panjang, labu siam, putren, dan jagung bisa digunakan atau tidak, agar UMKM di sini juga bisa berjalan," ujarnya.
Kegiatan pembinaan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya forkopimda (Dandim, Kapolres, Kajari), Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) DIY Jateng Harsono Budi Waluyo, Sekda Edi Rianto, Asisten 1 R Agung Pambudi, pimpinan OPD, Labkesda, Kemenag, Koordinator SPPG, serta 79 SPPG dan 39 Ketua Yayasan mitra SPPG. Kegiatan ini ditutup dengan paparan materi dari Kepala KPPG DIY Jateng, Harsono Budi Waluyo.
tags: #pemerintah kabupaten kebumen #makan bergizi gratis #keamanan pangan #sertifikat laik higiene sanitasi (slhs) #lilis nuryani
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Semarang Siap Hadapi Banjir dengan Langkah Preventif: Belajar dari Bencana Sumatera
05 Desember 2025
OJK Sederhanakan Aturan Baru tentang Pergadaian
05 Desember 2025
Kaji Perda Jawa Tengah, Tim Analis Hukum Kemenkum Jateng Hadiri Rapat Analisis dan Evaluasi
05 Desember 2025
Polda Jateng Mulai Persiapkan Pengamanan Natal dan Tahun Baru
05 Desember 2025
Kemenkum Jateng Gelar Audit Kepatuhan PMPJ dan TKM bagi Notaris Surakarta dan Karanganyar
05 Desember 2025
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Modernisasi Armada untuk Percepat Transformasi Layanan
05 Desember 2025
Logistik dan Personel dari Jawa Tengqh Tiba, Perkuat Penanganan Pascabencana di Sumbar
05 Desember 2025
PWI Jateng dan Pemkot Semarang Apresiasi Gelaran “Tiba-Tiba Badminton” yang Digelar Jurnalis FC
05 Desember 2025
Kawal MBG Berkualitas, BPOM RI Hadirkan Mobil Laboratorium Keliling
05 Desember 2025
Gandeng LDNU, Lapas Brebes Gelar Pelatihan Dzikir Manaqib Bagi Warga Binaan
05 Desember 2025

