Polisi Selidiki Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon
Terdapat delapan sekolah yang menerima menu soto ayam serupa.
Rabu, 05 November 2025 | 09:22 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Cirebon - Polresta Cirebon, menyelidiki penyebab kasus dugaan keracunan makanan yang dialami 20 siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Setu Wetan setelah menyantap menu soto ayam dari program makan bergizi gratis (MBG).
“Para siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing tak lama setelah makan siang di sekolah,” ujar, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni dikutip, Rabu.
BERITA TERKAIT:
Polisi Selidiki Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon
Sebanyak 68 Anak Diduga Keracunan usai Santap MBG di Tulungagung
Kemenkes Buka Hotline Resmi Pengaduan terkait Makan Bergizi Gratis
Dinkes DKI Jakarta Catat Sebanyak 60 Siswa Keracunan MBG
Belasan Siswa di Jember Diduga Keracunan MBG
Dalam kesempatannya, ia mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur penyedia makanan untuk sekolah tersebut.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa Tim gabungan, memeriksa kondisi dapur secara menyeluruh serta mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
Menurut dia, hasil pemeriksaan administrasi menunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut telah memenuhi syarat dan memiliki sertifikasi resmi sebagai penyalur MBG.
Dalam kesempatan itu, ia mengaku sempat mencicipi langsung menu soto ayam yang disajikan penyedia makanan program MBG tersebut.
“Kami sudah ambil sampel makanan. Secara administrasi untuk SPPG tersebut lengkap dan bersertifikat, tinggal menunggu hasil laboratorium,” jelasnya.
Selanjutnya, ia mengungkapkan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat delapan sekolah yang menerima menu soto ayam serupa, namun hanya SDN 2 Setu Wetan yang melaporkan adanya gejala keracunan.
Polisi bersama petugas kesehatan kini menelusuri bahan makanan yang digunakan, seperti tauge, kol, dan ayam untuk memastikan sumber penyebab gangguan kesehatan para siswa.
Kombes. Pol. Sumarni, mengimbau seluruh pihak penyedia makanan MBG untuk memperketat pengawasan terhadap higienitas, serta menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahap pengolahan.
“Kami minta semua pihak memperhatikan standar kebersihan dan menjalankan SOP dengan benar,” jelasnya.
Sebagai informasi, adapun saat ini, terdapat tujuh siswa masih menjalani perawatan di puskesmas, sementara 13 lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
***tags: #keracunan #makan bergizi gratis #cirebon
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Semarang Siap Hadapi Banjir dengan Langkah Preventif: Belajar dari Bencana Sumatera
05 Desember 2025
OJK Sederhanakan Aturan Baru tentang Pergadaian
05 Desember 2025
Kaji Perda Jawa Tengah, Tim Analis Hukum Kemenkum Jateng Hadiri Rapat Analisis dan Evaluasi
05 Desember 2025
Polda Jateng Mulai Persiapkan Pengamanan Natal dan Tahun Baru
05 Desember 2025
Kemenkum Jateng Gelar Audit Kepatuhan PMPJ dan TKM bagi Notaris Surakarta dan Karanganyar
05 Desember 2025
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Modernisasi Armada untuk Percepat Transformasi Layanan
05 Desember 2025
Logistik dan Personel dari Jawa Tengqh Tiba, Perkuat Penanganan Pascabencana di Sumbar
05 Desember 2025
PWI Jateng dan Pemkot Semarang Apresiasi Gelaran “Tiba-Tiba Badminton” yang Digelar Jurnalis FC
05 Desember 2025
Kawal MBG Berkualitas, BPOM RI Hadirkan Mobil Laboratorium Keliling
05 Desember 2025
Gandeng LDNU, Lapas Brebes Gelar Pelatihan Dzikir Manaqib Bagi Warga Binaan
05 Desember 2025

