Ismail Cawidu: Kemenag Rumah Besar Bagi Semua Umat

Ismail mengajak media nasional dan lokal untuk berkolaborasi dalam memperluas publikasi mengenai peran dan kontribusi Bimas Hindu bagi bangsa.

Senin, 10 November 2025 | 05:35 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Lombok– Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menegaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) merupakan rumah besar bagi seluruh umat beragama di Indonesia, bukan milik satu agama tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Ismail dalam kegiatan Media Gathering Publikasi Media bertajuk “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul” yang digelar di Lombok.

BERITA TERKAIT:
Kemenag dan LPDP Percepat Penyaluran Beasiswa untuk Tahun 2025
Kementerian Agama Gelar Pelatihan Multimedia Pesantren di Lima Perguruan Tinggi
Ismail Cawidu: Kemenag Rumah Besar Bagi Semua Umat
Sebanyak 1.959 Warga Ajukan Permohonan Paspor Haji 2026 di Kanim Wonosobo
Kemenag Tutup STQH Nasional di Kendari

“Salah satu permintaan Pak Menteri Agama kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu adalah memperbanyak publikasi dan mengglorifikasi kegiatan-kegiatannya kepada masyarakat Indonesia,” ujar Ismail.

“Tujuannya agar Ditjen Bimas Hindu dapat melaksanakan amanah Pak Menteri secara optimal,” tambahnya.

Menurut Ismail, Ditjen Bimas Hindu memiliki banyak capaian dan program yang patut disampaikan secara lebih luas kepada publik. Publikasi yang kuat, katanya, akan membantu masyarakat memahami bahwa Kemenag menjalankan tanggung jawabnya secara setara bagi semua umat beragama.

“Yang perlu dilakukan adalah membangun *grand narrative* atau narasi besar. Tidak hanya menjelaskan kegiatan teknis pembinaan masyarakat Hindu, tetapi juga mengangkat nilai-nilai luhur di dalamnya,” jelasnya.

“Dengan begitu, peran Bimas Hindu dapat lebih diterima dan dipahami oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Ismail juga menyoroti peran penting umat Hindu dalam menjaga harmoni sosial dan kebangsaan. Ia mencontohkan kehidupan masyarakat di Bali dan Lombok yang tetap rukun meski terdiri dari beragam agama.

“Tampilkan Ditjen Bimas Hindu sebagai penjaga harmoni kebangsaan, karena hal itu sudah terbukti di Bali. Lihat bagaimana masyarakat Bali dan Lombok hidup berdampingan secara damai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ismail mengajak media nasional dan lokal untuk berkolaborasi dalam memperluas publikasi mengenai peran dan kontribusi Bimas Hindu bagi bangsa.

“Peran media sangat menentukan bagaimana publik melihat kerja kementerian secara utuh. Penguatan publikasi adalah langkah konkret untuk menunjukkan bahwa Kemenag hadir bagi semua agama,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Hindu, I Nengah Duija, menyambut baik arahan Menteri Agama terkait penguatan publikasi. “Arahan Menag menjadi dorongan besar bagi kami untuk lebih terbuka dan komunikatif,” ujar Duija.

“Penguatan publikasi akan menjadi langkah strategis untuk memperlihatkan capaian Bimas Hindu di bidang pendidikan, pelayanan keagamaan, dan pengembangan SDM Hindu. Kami siap tampil lebih proaktif di ruang publik,” pungkasnya.
 

***

tags: #kementerian agama #hindu

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI