BAZNAS Bantu Tingkatkan Omzet Petani Padi di Purbalingga
BAZNAS ingin memastikan pemberdayaan petani berjalan menyeluruh.
Kamis, 13 November 2025 | 20:31 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali mencatat capaian positif program Lumbung Pangan di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Pada musim tanam kedua ini, panen padi yang dilakukan para petani menunjukkan hasil menggembirakan, salah satunya dialami oleh Cahyo Suwito yang berhasil meraih omzet hingga Rp15.600.000.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan peningkatan produktivitas petani di Cilapar merupakan bukti nyata efektivitas program pendampingan dan bantuan sarana produksi yang diberikan.
BERITA TERKAIT:
BAZNAS Kirim Perangkat Internet untuk Korban Bencana di Sumut
1.000 Nasi Bungkus Dibagikan untuk Korban Bencana per Hari
Puluhan Anak Penyintas Banjir Antusias Ikuti Layanan Psikososial
Baznas Salurkan Satu Unit Mobil Rescue untuk Sumatera Barat
Melihat Perjuangan Panjang Penyaluran Bantuan untuk Korban Bencana di Sumut
“Baznas ingin memastikan pemberdayaan petani berjalan menyeluruh, bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan hasil panen. Capaian Pak Cahyo ini menunjukkan bahwa pendampingan yang terarah mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani dan memperkuat ketahanan pangan di daerah,” ujar Saidah di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Saidah menambahkan, panen raya Gapoktan Citra di Desa Cilapar akan berlangsung hingga akhir November, dan Baznas RI menargetkan output yang semakin baik dari para petani binaan.
“Kami berharap hasil ini menjadi contoh bahwa dana zakat dapat memberikan dampak nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Saidah.
Sementara itu, Cahyo Suwito, salah satu dari 250 petani binaan Baznas, memanen padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 3.640 meter persegi.
Hasil perhitungan awal panen mencapai 2,6 ton Gabah Kering Panen (GKP). Setelah proses pengeringan menjadi Gabah Kering Giling (GKG) dengan harga jual sekitar Rp7.400 per kilogram, pendapatannya menembus Rp15,6 juta.
“Bantuan benih, pendampingan, sampai penggunaan alat perontok Power Thresher sangat membantu. Hasil panen lebih cepat selesai, gabah lebih bersih, dan produksinya meningkat,” katanya.
Dalam proses panen, Cahyo juga tetap mempertahankan tradisi Mbawon, yaitu sistem bagi hasil antara pemilik lahan dan warga pemanen, yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal dan solidaritas sosial masyarakat setempat.
***tags: #baznas
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Kebakaran Hanguskan Sebuah Kapal di Jakut, 80 Personel Dikerahkan
07 Desember 2025
Inter Milan vs Como: Nerazzurri Menang Telak 4-0
07 Desember 2025
Kemenag Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Pesantren Pidie Jaya dan Bireuen
07 Desember 2025
Mayoritas Wilayah Jakarta Diprakirakan Diguyur Hujan pada Minggu Sore hingga Malam
07 Desember 2025
KUA Kemenag Turut Bantu Penyintas Banjir di Batangtoru
07 Desember 2025
Paris Saint-Germain vs Rennais: Les Parisiens Menang Telak 5-0
07 Desember 2025
Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Tangerang
07 Desember 2025
Liverpool Ditahan Imbang Leeds United 3-3
07 Desember 2025
Menag Nasaruddin Umar Tawarkan Model Kerukunan Ekologis Dunia
07 Desember 2025
Barcelona Kokoh di Puncak Klasemen usai Gilas Real Betis 5-3
07 Desember 2025
Bayern Muenchen vs VfB Stuttgart: Harry Kane dkk Menang Telak 5-0
07 Desember 2025

