Mensos Tegaskan Pentingnya Data untuk Transformasi Sosial di NGO Connect 2025

Penyelenggaraan kesejahteraan sosial melibatkan dua unsur penting.

Minggu, 16 November 2025 | 11:24 WIB - Ragam
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Sentul — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan data akurat merupakan fondasi utama untuk menentukan intervensi sosial yang tepat sasaran. 

"Kalau data kita akurat, maka intervensinya menjadi akurat," ujar Gus Ipul dikutip, Minggu.

BERITA TERKAIT:
Mensos Minta Fasilitas Penyandang Disabilitas Dikembangkan dan Diperkuat
Mensos Sebut Penyaluran BLTS Capai 28,1 Juta KPM
Mensos Kukuhkan Pengurus Nasional Karang Taruna
Mensos Tekankan Urgensi Layanan Inklusi
Mensos Pastikan Penanganan Longsor Jateng Berjalan Terpadu

Gus Ipul menjelaskan bahwa penyelenggaraan kesejahteraan sosial melibatkan dua unsur penting. Yaitu Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). PSKS, menurutnya, merupakan kekuatan potensial masyarakat yang harus diberdayakan dengan dukungan penuh dari negara.

Kementerian Sosial merumuskan PMKS ke dalam 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) sebagai dasar kelompok dalam pemberian layanan sosial. Ia juga menegaskan bahwa tiga pilar utama penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah perlindungan dan jaminan sosial, pemberdayaan sosial, serta rehabilitasi sosial. Dalam pemaparannya, Gus Ipul juga menekankan pentingnya konsolidasi data sebagai dasar penetapan program.

Ia menjelaskan bahwa KeMensos bersama BPS dan pemerintah daerah saat ini sedang melakukan konsolidasi dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Data ini menjadi pedoman bersama bagi pemerintah maupun lembaga non-pemerintah.

“Kalau nanti dimutakhirkan terus menerus dan makin akurat bisa menjadi pedoman bersama," terangnya.

Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan bahwa mengetahui profil sasaran dengan benar menjadi kunci agar asesmen dan intervensi berjalan efektif. Dalam kesempatan ini Gus Ipul memberi apresiasi atas kontribusi Kitabisa dan sejumlah NGO yang selama ini bekerja sama dengan KeMensos.

“Pemerintah tidak bisa sendirian, perlu bantuan dari NGO. Menyalurkan sumbangan-sumbangan dari masyarakat secara profesional menggunakan teknologi dan tentu dikelola secara transparan,” terangnya. 

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam respons kasus dan pemberdayaan. Dalam dialog bersama CEO Kitabisa, Gus Ipul menjelaskan bentuk kolaborasi yang diharapkan.

“Bantu masyarakat, bantu keluarga. setelah kita bantu pada sisi perlindungan dan jaminan sosial, lewat respon kasus itu akan kita teruskan dengan pemberdayaan. Jadi tidak hanya membantu pada saat itu saja, tapi ini berkelanjutan,” harapnya.

Ia menegaskan bahwa intervensi yang baik harus terukur, berkelanjutan, dan berbasis data yang sama, yakni DTSEN. CEO Kitabisa, Vikar Ijaz, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Mensos Gus Ipul serta menekankan pentingnya kolaborasi multipihak.

“Saya senang sekali karena tadi beberapa kata kunci tentang keterukuran, keberlanjutan dan kolaborasi, mudah-mudahan inilah kekuatan sumber daya kedermawanan Indonesia ini bisa maksimal dampaknya buat masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa NGO Connect menjadi ruang mempertemukan lebih dari 100 NGO dari seluruh Indonesia untuk memperkuat ekosistem filantropi dan dampak sosial.

***

tags: #mensos #ngo connect 2025

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI