Satgas PPKPT Unwahas Semarang Gencarkan Sosialisasi Anti Kekerasan Kepada Perwakilan Ormawa

Ormawa adalah denyut nadi mahasiswa

Minggu, 23 November 2025 | 19:30 WIB - Didaktika
Penulis: Holy . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Semarang – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas Semarang memperkuat komitmen anti-kekerasan melalui kegiatan sosialisasi intensif yang menargetkan perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) pada Kamis (18/11) pagi. Bertempat di ruang rapat dekanat lantai 6 kegiatan ini bertujuan menjadikan Ormawa sebagai agen perubahan utama dalam mewujudkan kampus yang bebas dari segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual, sesuai amanat Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021.

Ketua Satgas PPKPT Unwahas Dr. Nurul Azizah, S.Pd.I., M.Pd yang turut bertindak sebagai narasumber utama menekankan bahwa pencegahan kekerasan adalah tanggung jawab kolektif. Ia secara khusus menyoroti peran strategis Ormawa dalam memutus mata rantai kekerasan di lingkungan kampus.

BERITA TERKAIT:
Unwahas Semarang Bangun Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa Untuk Masa Depan
Rektor Unwahas Semarang Sebut Ormawa “Laboratorium” untuk Cetak Pemimpin Masa Depan
Tim Abdimas Unwahas Semarang Tingkatkan Pemahaman Santri tentang Pertanian
KPID Jateng Ajak Mahasiswa Unwahas Semarang Cakap Bermedia hingga Berani Bersuara
SNST ke-15 dan ICIMICE II: Unwahas Semarang Perkuat Visi Internasional Melalui Sinergi 4 Negara dan 20 Institusi Pemakalah

"Ormawa adalah denyut nadi mahasiswa. Mereka memiliki jaringan dan pengaruh langsung. Kami berharap, setelah sosialisasi ini, rekan-rekan Ormawa tidak hanya menjadi informan, tetapi juga pendidik sebaya yang menyebarkan pemahaman tentang consent (persetujuan) dan etika pergaulan yang sehat," ujarnya, Minggu (23/11).

Materi sosialisasi fokus pada pengenalan bentuk kekerasan seksual sesuai peraturan, yang mencakup pelecehan verbal, non-fisik berbasis teknologi, hingga kekerasan fisik. Ia juga menjelaskan secara rinci prosedur pelaporan yang aman dan rahasia bagi korban.

"Kami menjamin kerahasiaan dan keberpihakan penuh kepada korban. Satgas PPKPT Unwahas telah menyiapkan jalur khusus pelaporan yang bekerjasama dengan Bagian Kemahasiswaan dan kami berupaya memproses setiap laporan dengan cepat dan sesuai kode etik. Kampus ini tidak akan mentoleransi pelaku kekerasan," tegasnya.

Wakil Rektor I Unwahas Dr. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd turut hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara, Ia menyebut kekerasan baik fisik, verbal, seksual maupun dalam pentuk perundungan dan diskriminasi adalah ancaman serius terhadap iklim akademik.

“Kekerasan itu bukan hanya melukai individu namun juga merusak nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan moralitas yang harus dijunjung tinggi di Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Beliau mengajak  seluruh ketua ormawa dan seluruh civitas akademika untuk menjadi bagian dari agen perubahan, menurutnya budaya kampus yang baik tidak lahir dari kebijakan semata, tetapi dari kesadaran kolektif kita semua.

“Terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar dan menjadi langkah nyata menuju Unwahas yang lebih aman dan berintegritas,” pungkasnya.

Kegiatan ini menandai langkah proaktif Unwahas dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan suportif. Satgas PPKPT Unwahas berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan seluruh elemen civitas academica demi memastikan seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat berkarya tanpa rasa takut dan terjamin keselamatannya.

***

tags: #unwahas semarang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI