Imipas Hadirkan Layanan Imigrasi di Kampus Undip Semarang

langkah besar dalam transformasi pelayanan keimigrasian yang berorientasi pada kenyamanan pengguna layanan

Selasa, 02 Desember 2025 | 17:00 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Semarang - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan atau Imipas, Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., meresmikan Campus Immigration Point pertama di Indonesia yang berlokasi di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Senin (1/12). Fasilitas layanan keimigrasian berbasis kampus ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan paspor dan izin tinggal bagi civitas akademika maupun masyarakat umum.

Campus Immigration Point adalah inovasi layanan publik yang digagas oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip). Dengan hadirnya titik layanan ini, akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian kini semakin mudah, lebih cepat, dan berada tepat di pusat aktivitas civitas akademika.

BERITA TERKAIT:
Dekatkan Layanan kepada Warga, Imigrasi Jateng Hadirkan Paspor Simpatik di The Park Mall Semarang
Imipas Hadirkan Layanan Imigrasi di Kampus Undip Semarang
Ditjen Imigrasi Jateng Lampaui Target PNBP dan Catat Kinerja Optimal Sepanjang Januari-November 2025

Konsep pelayanan berbasis kampus ini merupakan yang pertama di Indonesia, menjadi langkah besar dalam transformasi pelayanan keimigrasian yang berorientasi pada kenyamanan pengguna layanan. Para mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, maupun masyarakat umum di sekitar kini dapat mengurus dokumen keimigrasian tanpa perlu meninggalkan lingkungan kampus. Layanan yang dihadirkan meliputi:

•Penerbitan dan penggantian paspor WNI;

•Layanan BAP paspor hilang dan rusak;

•Pelayanan izin tinggal bagi Warga Negara Asing (WNA);

•Konsultasi dan informasi keimigrasian terpadu.

Dalam sambutannya, Menteri Agus menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperluas cakupan pelayanan public.

Campus Immigration Point ini merupakan wujud nyata komitmen untuk memperluas akses layanan keimigrasian. Dengan hadir di lingkungan kampus, masyarakat kini tidak perlu lagi datang ke kantor imigrasi untuk mengurus paspor maupun izin tinggal. Ini adalah langkah konkret untuk memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan humanis,” katanya.

Ia menegaskan bahwa inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, namun juga mendorong hadirnya pelayanan publik yang adaptif:

Campus Immigration Point at Undip sebagai yang pertama di Indonesia, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang bersama Universitas Diponegoro menandai langkah besar dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik di lingkungan pendidikan tinggi. Tidak hanya layanan paspor, tetapi juga layanan izin tinggal bagi warga negara asing. Saya berharap fasilitas ini dapat menjadi model pelayanan yang menginspirasi daerah lain. Kolaborasi antara kementerian dan perguruan tinggi adalah kunci dalam menciptakan ekosistem pelayanan publik yang modern dan semakin dekat dengan Masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah atau Kanwil Ditjen Imigrasi Jateng, Haryono Agus Setiawan, S.S., M.A., menambahkan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat:

“Kami ingin memastikan bahwa layanan keimigrasian tidak hanya mudah dijangkau, tetapi juga terpercaya dan nyaman. Dengan adanya petugas imigrasi yang bertugas secara khusus di Undip, kami hadir lebih dekat untuk membantu seluruh proses keimigrasian, baik bagi WNI maupun WNA,” katanya.

Selain mempermudah pelayanan paspor, hadirnya Campus Immigration Point juga menjadi fasilitas strategis bagi mahasiswa asing di Undip. Mereka kini dapat mengurus perpanjangan atau perubahan izin tinggal lebih praktis, sehingga kegiatan akademik dapat berjalan tanpa hambatan administratif. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat internasionalisasi kampus.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharmono, S.E., M.Si., menyambut baik dan bangga atas kerja sama ini.

“Kami bangga dapat memberikan dukungan penuh bagi berdirinya Campus Immigration Point ini. Undip menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan agar layanan imigrasi dapat berjalan dengan optimal, nyaman, dan mudah diakses oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dengan kehadiran Campus Immigration Point at Undip, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah berharap layanan ini tidak hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi juga simbol komitmen untuk terus menghadirkan layanan keimigrasian yang berkualitas, modern, dan berorientasi kepada kebutuhan masyarakat.

Titik layanan ini juga diharapkan menjadi percontohan nasional, memicu terbentuknya layanan serupa di berbagai universitas di Indonesia, terutama kampus dengan mobilitas internasional yang tinggi. Dengan semakin banyaknya layanan publik yang merambah kampus, pemerintah berharap kualitas layanan akan meningkat seiring dengan meningkatnya efektivitas dan kedekatan layanan dengan masyarakat.

***

tags: #kanwil ditjen imigrasi jateng #campus immigration point #undip

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI