Tiga ABK Hilang usai Kapal yang Ditumpangi Terbalik di Perairan Indramayu

Tim gabungan telah melakukan pencarian.

Rabu, 17 Desember 2025 | 10:48 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Indramayu - Sebanyak tiga anak buah kapal (ABK) KM Puteri Lancar Samudera dinyatakan hilang setelah kapal tersebut terbalik di perairan Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (15/12/2025). Saat ini total korban selamat yang ditemukan mencapai 15 orang.

“Dari 18 ABK, 15 orang sudah ditemukan selamat dan tiga lainnya masih kami cari,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Indramayu dikutip, Rabu.

BERITA TERKAIT:
Tiga ABK Hilang usai Kapal yang Ditumpangi Terbalik di Perairan Indramayu
Dua ABK KM Sumber Rizki Dinyatakan Hilang di Perairan Pekalongan
Kapal Nelayan Tenggelam di Pekalongan: 15 Selamat, Satu Meninggal dan Dua Hilang
Korban Selamat KM Soneta Terombang-ambing di Laut Tiga Hari, Saksikan Temannya Satu persatu Meninggal Dunia 
Update KM Soneta Tenggelam di Perairan Karimunjawa: 10 ABK Selamat, Enam Masih Hilang 

Dijelaskan Ade, tim gabungan telah melakukan pencarian, dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi area korban terbawa arus laut. Pada laporan awal, kata dia, delapan ABK lebih dahulu ditemukan selamat oleh KM Rahayu Jaya dan kemudian dievakuasi ke lokasi aman.

Selanjutnya, tim gabungan menerima informasi bahwa lima ABK kembali ditemukan oleh KM Rahayu Jaya. Pihaknya mencatat kelima ABK tersebut masing-masing bernama Yusman (42), Agus (21), Warsim (65), Dawud (26), dan H. Lancam (60), yang kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Eretan, Kabupaten Indramayu.

“Tidak lama berselang, dua ABK lainnya kembali ditemukan dalam kondisi selamat, atas nama Akim (40) dan Casim (52), yang ditemukan oleh perahu pancing nelayan Karangsong di sekitar perairan Pulau Rakit,” katanya.

Ade menuturkan tiga ABK lainnya yang masih dalam pencarian oleh tim gabungan yaitu bernama Darkum, Eri, dan Kasta.

Ia menjelaskan pencarian dilakukan dengan mengacu pada peta pencarian dari Basarnas Command Center, untuk memprediksi arah pergerakan korban sesuai arus laut.

“Dalam operasi ini kami menggunakan SAR Mapping untuk menentukan area pencarian berdasarkan data arus dan kondisi perairan,” katanya.

Menurut dia, sesuai standar operasional prosedur Basarnas, operasi pencarian dapat dilaksanakan hingga tujuh hari ke depan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

Ia menambahkan, faktor cuaca menjadi salah satu kendala di lapangan, sehingga operasi dihentikan sementara pada Selasa sore dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (17/12), sekitar pukul 08.00 WIB.

“Dalam mendukung pencarian, SAR gabungan mengerahkan dua kapal, yakni satu rigid buoyant boat (RBB) dan kapal KN SAR Setiaki untuk menyisir perairan Indramayu,” ucap dia.

***

tags: #abk #hilang #indramayu #kapal terbalik

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI