Bupati Banyumas Terima 160 Mahasiswa KKN UNSOED untuk Program Pemberdayaan Masyarakat dan Penurunan Bencana

Melalui KKN, mahasiswa diharapkan bisa membangun kepekaan sosial, memperkuat kepemimpinan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

Kamis, 08 Januari 2026 | 04:21 WIB - Didaktika
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Banyumas– Sebanyak 160 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) resmi memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini berlangsung selama 35 hari, dimulai pada Rabu, 7 Januari 2026, dan akan berakhir pada 10 Februari 2026. Acara penerimaan berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Banyumas.

Sekretaris LPPM Universitas Jenderal Soedirman, Dr. Sri Wahyu Handayani, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa KKN kali ini akan tersebar di 9 desa di Kecamatan Somagede dan 6 desa di Kecamatan Kedungbanteng. Program KKN kali ini akan mengusung dua tema utama, yaitu KKN Tematik Reguler Pemberdayaan Masyarakat dan KKN Tematik Penurunan Bencana, sejalan dengan isu-isu aktual terkait mitigasi bencana yang tengah diperhatikan di Banyumas.

BERITA TERKAIT:
Bupati Banyumas Serahkan DPA SKPD Tahun Anggaran 2026, Fokus pada Efisiensi dan Transparansi Belanja Daerah
Bupati Banyumas Terima 160 Mahasiswa KKN UNSOED untuk Program Pemberdayaan Masyarakat dan Penurunan Bencana
Mahasiswa UNU Purwokerto KKN di Ponpes Banyumas, Fokus Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat
RSUD Margono Soekarjo Terus Berbenah, Gus Yasin Berharap Jangkauan Pelayanan Diperluas
Gubernur Luthfi Tegaskan Telah Lakukan Penanganan Polemik Tambang di Lereng Gunung Slamet

“Semoga mahasiswa sudah siap untuk bersinergi dengan masyarakat di desa-desa yang menjadi lokasi KKN,” harap Dr. Sri Wahyu Handayani.

Rektor UNSOED, Prof. Dr. Ir Akhmad Sodiq, MSc, Agr, juga memberikan pesan kepada para mahasiswa agar selalu menjaga kesehatan dan ketertiban selama masa penempatan. Menurutnya, dua hal tersebut menjadi kunci agar mahasiswa dapat menjalankan program-program KKN dengan maksimal, terutama yang berkaitan dengan Pemberdayaan Masyarakat.

“Program yang harus selalu diikuti adalah yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri,” ujar Prof. Akhmad Sodiq.

Pemberdayaan Masyarakat sendiri, jelasnya, merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Peran mahasiswa dalam program ini adalah membantu mengidentifikasi masalah dan mengembangkan potensi desa berdasarkan keilmuan yang telah dipelajari di bangku kuliah.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam sambutannya berharap kegiatan KKN ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya menerapkan teori dalam praktik, tetapi juga harus aktif di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi tantangan yang ada. Melalui tema "Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045", Bupati berharap KKN ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas desa agar lebih mandiri dan tangguh.

“Melalui KKN, mahasiswa diharapkan bisa membangun kepekaan sosial, memperkuat kepemimpinan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Sadewo.

Ia juga meminta para camat dan kepala desa untuk berkolaborasi dalam mendukung keberhasilan program KKN. Kerjasama yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya diharapkan bisa membuat program ini efektif dan bermanfaat.

Acara diakhiri dengan simbolis penyematan almamater oleh Rektor UNSOED dan Bupati Banyumas kepada dua mahasiswa, yang menandakan dimulainya kegiatan KKN UNSOED periode Januari-Februari 2026 di Kabupaten Banyumas.
 

***

tags: #kabupaten banyumas #universitas jenderal soedirman #mahasiswa #kuliah kerja nyata #kkn tematik

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI