Simulasi Evakuasi Mandiri di Banjarnegara Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana
Aji juga mengingatkan warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi atau saat air berubah menjadi keruh.
Jumat, 09 Januari 2026 | 06:35 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Banjarnegara- Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar simulasi evakuasi mandiri di Dusun Margasari, Desa Kalibombong, Kecamatan Kalibening, Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, sehingga mereka tahu langkah yang harus diambil jika terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menjelaskan bahwa simulasi ini diadakan sebagai upaya untuk meminimalisir risiko bencana. “simulasi evakuasi mandiri ini penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan jika suatu saat terjadi bencana,” ujarnya.
BERITA TERKAIT:
Pemkab Banyumas Luncurkan RRDF dan Recycling Center untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Simulasi Evakuasi Mandiri di Banjarnegara Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Banjarnegara: Kuatkan Komitmen Terhadap Nilai-nilai Pancasila
Upaya Pemkab Banjarnegara Kendalikan Inflasi dengan Adakan GPM di CFD
Bank Jateng Fasilitasi Penyerahan SK Pensiun di Banjarnegara
simulasi dilakukan di lokasi yang baru-baru ini mengalami potensi tanah bergerak dari tebing yang berjarak 200 meter dari pemukiman warga. Aji menjelaskan bahwa dua hari sebelumnya, sirene Early Warning System (EWS) berbunyi akibat potensi tanah bergerak, menyebabkan kepanikan di kalangan warga.
“Sirene EWS berbunyi dan terjadi kepanikan warga. Kami ingin warga tahu apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi,” ungkap Aji.
Aji juga mengingatkan warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi atau saat air berubah menjadi keruh, yang bisa menjadi tanda terjadinya tanah bergerak. Ia menekankan agar warga tidak panik saat sirene EWS berbunyi dan segera melakukan evakuasi mandiri.
Satiyem, salah seorang warga setempat, mengungkapkan pengalamannya saat sirene EWS berbunyi. “Kemarin, saat sirene berbunyi, saya dan keluarga sangat panik. Kami langsung mengemas barang-barang penting untuk diselamatkan,” katanya. Namun, ia merasa terbantu dengan adanya simulasi evakuasi mandiri yang digelar sebelumnya. “Alhamdulillah, terima kasih atas simulasi ini. Saya dan warga lain kini tahu harus bagaimana jika terjadi bencana,” tambahnya.
simulasi evakuasi mandiri ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana serta mengurangi dampak yang mungkin timbul. BPBD Banjarnegara terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
tags: #pemerintah kabupaten banjarnegara #badan penanggulangan bencana daerah #simulasi #evakuasi
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Kemenkum Jateng Dorong Penguatan Layanan dan Kompetensi Paralegal
11 Februari 2026
Hotel Ciputra Semarang Meriahkan Ramadan dengan Promo Buka Puasa dan Hampers Special
11 Februari 2026
Imlek dan Ramadan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang
10 Februari 2026
Ikutkan Karyawan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sumarno Apresiasi 53 Perusahaan di Jateng
10 Februari 2026
Tangani Banjir Pekalongan, Pemprov Jateng Kerahkan Pompa Hingga Salurkan Logistik
10 Februari 2026
Perkuat Pemahaman KUHP-KUHAP Baru, Kanwil Kemenkum Jateng Ikuti Lokakarya
10 Februari 2026
Lapas Brebes Berikan Piagam Penghargaan Pegawai Bulan Januari
10 Februari 2026
Kemenkum Jateng dan Pemkab Semarang Evaluasi Peacemaker Justice Award 2025
10 Februari 2026
Mensos Tegaskan Realokasi PBI JKN untuk Keadilan Akses Kesehatan
10 Februari 2026

