Menag Lepas 100 Tukik di Peluncuran Ekoteologi Laut Baubau
Tantangan umat manusia hari ini adalah mengembalikan kesakralan alam.
Minggu, 11 Januari 2026 | 10:01 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Baubau - Menteri Agama Nasaruddin Umar meluncurkan program Penguatan Ekoteologi Laut di Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (8/1/2026). Menag menegaskan bahwa alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan subjek dan mitra kehidupan yang memiliki hak.
“Manusia punya hak, alam pun punya hak. Laut punya hak, pasir punya hak, pohon kelapa punya hak, binatang dan ikan pun punya hak,” ujar Menag dikutip, Minggu.
BERITA TERKAIT:
Menag Nasaruddin Umar Dorong Masjid Jadi Ruang Aman untuk Pemudik
Presiden Siapkan Lahan 4.000 Meter untuk Lembaga-Lembaga Islam di Jantung Kota
Menag Sambut Ramadan dengan Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial
Menag Lakukan Safari Pesantren di Jabar dan Jateng
Menag Serahkan Bantuan di Vihara Sian Djin Ku Poh Karawang
Menurutnya, tantangan umat manusia hari ini adalah mengembalikan kesakralan alam sebagai ciptaan Tuhan atau re-sacralization of nature.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperluas makna persaudaraan dalam ajaran Islam, tidak hanya sebatas ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, tetapi juga ukhuwah makhlukiyah atau persaudaraan sesama ciptaan Tuhan.
“Jika kita bersahabat dengan alam, alam pun akan bersahabat dengan kita. Merusak alam berarti melukai diri kita sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menag juga mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Ekoteologi Laut Kota Baubau. Satgas ini dikomandoi langsung oleh Daeng Lala, seorang Youtuber yang berfokus pada konten kehidupan pesisir, sehingga ia menjadi inspirasi dalam menjaga ekosistem laut dan melestarikan tradisi memancing lokal yang kini dikenal hingga ke mancanegara.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pelepasan sekitar 100 tukik (anak penyu) di kawasan Pantai Lakeba, Kota Baubau. Kegiatan ini menjadi simbol aksi nyata sinergi agama, budaya pesisir, dan pelestarian lingkungan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Mansur, menyampaikan bahwa penguatan ekoteologi laut lahir dari kesadaran kolektif bahwa menjaga laut berarti menjaga kehidupan, iman, dan masa depan daerah. Ia menyebut Sulawesi Tenggara sebagai wilayah kepulauan dengan 671 pulau, yang menunjukkan besarnya potensi sekaligus tanggung jawab untuk merawat ekosistem maritim.
“Melalui pendekatan ekoteologi, Kementerian Agama memandang bahwa menjaga laut bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama,” ujar Mansur.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said, Kepala Pusat Penilaian Buku, Lektur, dan Literasi Keagamaan, Sidik Sisdiyanto, Plt Kepala Kantor KeMenag Kota Baubau Khairiyati Rahmah, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara La Ode Tariala, Tenaga Ahli Menag Andi Salman Maggalatung, serta jajaran Balai Taman Nasional Wakatobi.
***tags: #menag #tukik #baubau #sulawesi tenggara
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Kemenkum Jateng Dorong Penguatan Layanan dan Kompetensi Paralegal
11 Februari 2026
Hotel Ciputra Semarang Meriahkan Ramadan dengan Promo Buka Puasa dan Hampers Special
11 Februari 2026
Imlek dan Ramadan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang
10 Februari 2026
Ikutkan Karyawan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sumarno Apresiasi 53 Perusahaan di Jateng
10 Februari 2026
Tangani Banjir Pekalongan, Pemprov Jateng Kerahkan Pompa Hingga Salurkan Logistik
10 Februari 2026
Perkuat Pemahaman KUHP-KUHAP Baru, Kanwil Kemenkum Jateng Ikuti Lokakarya
10 Februari 2026
Lapas Brebes Berikan Piagam Penghargaan Pegawai Bulan Januari
10 Februari 2026
Kemenkum Jateng dan Pemkab Semarang Evaluasi Peacemaker Justice Award 2025
10 Februari 2026
Mensos Tegaskan Realokasi PBI JKN untuk Keadilan Akses Kesehatan
10 Februari 2026

