Menag dan Universitas Al-Azhar akan Bahas Pembukaan Cabang di Indonesia

Rencana ini menjadi salah satu agenda utama Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Senin, 19 Januari 2026 | 11:48 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Tangerang - Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Al-Azhar Kairo untuk membuka cabang Al-Azhar di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan Islam bagi mahasiswa Asia Tenggara khususnya Indonesia tanpa harus melakukan studi langsung ke Mesir.

Rencana ini menjadi salah satu agenda utama Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam kunjungannya ke Mesir pada Minggu (18/1/2026). Menag memastikan pembahasan terkait pendirian kampus Al-Azhar di Indonesia telah mendapatkan arahan Presiden RI.

BERITA TERKAIT:
Menag Nasaruddin Umar Dorong Masjid Jadi Ruang Aman untuk Pemudik
Presiden Siapkan Lahan 4.000 Meter untuk Lembaga-Lembaga Islam di Jantung Kota
Menag Sambut Ramadan dengan Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial
Menag Lakukan Safari Pesantren di Jabar dan Jateng
Menag Serahkan Bantuan di Vihara Sian Djin Ku Poh Karawang

“Kami juga akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,” ujar Menag sebelum keberangkatan.

Menurut Menag, inisiatif pembukaan cabang di Indonesia mendapat dukungan sejumlah negara sahabat seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania. Selain memperluas akses pendidikan Islam, skema ini juga dinilai dapat membantu Al-Azhar menghadapi beban pendidikan yang semakin besar.

Mesir sekarang overloaded, selain menanggung pengungsian dalam jumlah besar juga jumlah mahasiswa internasional meningkat, sementara beban ekonominya berat,” jelasnya.

Pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dinilai dapat menjadi solusi efektif bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi sejumlah tantangan regional untuk belajar di Mesir.

“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” tutur Menag.

Menurut Menag, skema kerja sama yang akan dibahas nanti meliputi kemungkinan dual degree, joint faculty, maupun model pendidikan langsung dengan pengajar dari Al-Azhar.

Ia berharap, langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global sekaligus memperluas jangkauan diplomasi pendidikan Indonesia.

***

tags: #menag #mesir #indonesia

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI