Komunitas Herbal Terpanggil untuk Tingkatkan Imunitas Paramedis

Ramuan herbal ini berasal dari fermentasi Kurma, beras merah, beras hitam, serta air kelapa.

Selasa, 21 April 2020 | 19:35 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Masifnya penyebaran COVID-19 membuat banyak pihak khawatir akan keadaan ini, banyak aksi pun digalang untuk membendung penyebaran Korona di masyarakat, dari penyemprotan disinfektan hingga pembagian masker kemasyarakat.

Selain itu Bantuan berupa alat pelindung diri (APD) untuk garda terdepan yakni paramedis juga terus dilakukan dan digaungkan, selain itu ada beberapa komunitas juga mulai menyuplai suplemen buat dokter dan perawat agar imunnya selalu terjaga.

BERITA TERKAIT:
Puluhan Anak yang Orang Tuanya Meninggal Akibat Covid 19 Terima Santunan
Bagikan Sembako ke Warga, Kapolda Jateng: untuk Jaga Kesejahteraan Rakyat
Jateng Kirimkan Bantuan Logistik dan Relawan ke NTT
Distribusi Bantuan untuk Masyarakat NTT Terus Dilakukan BNPB
Video: Banjir di Pemukiman Pantura Masih Menggenang, Mobil Jeep Bawa Makanan

Seperti yang dilakukan oleh relawan ramuan herbal yang dikoordinir oleh Achmad Budiharjo, sejumlah rumah sakit dan puskesmas di beberapa wilayah Jawa Tengah sudah dikirimi ramuan herbal yang berfungsi untuk meningkatkan daya imunitas tubuh.

"Kami akan terus mengirimkan ke pihak-pihak yang membutuhkan peningkatan imun, namun yang paling kami utamakan adalah paramedis," ungkap Achmad Budiarjo atau akrab dipanggil om Budi tersebut.

Ramuan herbal ini menurut om Budi berasal dari fermentasi Kurma, beras merah, beras hitam, serta air kelapa. "Ramuan ini serta Curcuma sangat bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh kita bila dikonsumsi secara teratur," jelasnya.

Menurut om Budi, paramedis karena garda terdepan membuat mereka rentan terpapar COVID sehingga mereka butuh asupan yang bisa meningkatkan imunitas tubuh mereka. "Dalam beberapa hari kebelakang ini permintaan akan Bio Meta meningkat khususnya dari rumah sakit dan puskesmas, semalam kami mengirimkan untuk Puskesmas Bandarharjo Semarang, serta ini banyak juga permintaan dari Jawa Barat," kata Om Budi.

Om Budi menjelaskan aksi yang mereka lakukan murni panggilan jiwa. "Kami memproduksi dan kami langsung salurkan ke mereka yang membutuhkan, untuk pendistribusian dibantu teman-teman relawan lainnya. Untuk operasional itu semua mereka ambil dari kantong mereka pribadi," ungkapnya.

Dalam komunitas ini selain Om Budi ada relawan komunitas herbal lainnya bernama Harry Mulyono. Harry mengungkapkan awal dirinya terpanggil untuk bergerak ini setelah dirinya mendengar kabar adanya beberapa warga di daerah Purbalingga masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Harry bercerita ada sebanyak 40 ODP dalam satu daerah tersebut, dia pun akhirnya mencoba mencari cara agar ramuan Bio Meta tersebut dapat dikonsumsi oleh 40 orang tersebut. "Saya minta tolong keponakan saya yang kebetulan bertugas di wilayah sana untuk memberikan biometa tersebut ke 40 ODP itu, dan alhamdulillah mereka mau menerima dan mengonsumsi ramuan bio meta itu. Setelah 14 hari masa pengawasan berlalu, mereka sehat dan tidak ada yang terpapar COVID," ungkap Harry.

Setelah kejadian itu Harry pun mulai memberikan Bantuan Biometa tersebut ke sejumlah pihak yang membutuhkan. "Setelah itu ada pihak Puskesmas yang meminta Bio Meta tersebut, untuk dibagikan ke karyawan mereka," terangnya.

Harry mengungkapkan dirinya siap memroduksi untuk kebutuhan 1.000 orang. "Tentunya jumlahnya akan lebih banyak dari itu, karena 1.000 itu hanya dari saya pribadi, dan dikomunitas ini banyak yang memroduksi dengan standar pembuatan sama sehingga hasil dan manfaat Bio Meta tersebut juga sama," katanya.

Harry menegaskan dirinya siap sedia bila ada pihak-pihak yang membutuhkan Bio Meta ini, "Saya cuma minta diberi akses untuk memastikan Bantuan ini tepat sasaran, dan alangkah baiknya buat saudara-saudara kami yang berada di garda depan tentunya," pungkas Harry


tags: #bantuan

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI