Foto istimewa

Foto istimewa

14 ABK Indonesia, Laporkan Kapal Long Xing 629 ke Otoritas Korsel

Dari pengaduan inilah, pihak kepolisian setempat, penegak hukum setempat, dalam hal ini adalah Korea Cost Guard, sedang menindaklanjuti dan melakukan penelitian terhadap pengaduan-pengaduan yang disampaikan oleh 14 orang ABK WNI ini,"

Kamis, 07 Mei 2020 | 13:15 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Seoul - Setelah ramai dibahas di media Korea Selatan, kasus eksploitasi dan pembuangan jenazah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal China, akhirnya memasuki babak baru. 

Sebanyak 14 WNI yang sudah mendarat di Busan, Korea Selatan, kini melaporkan pihak kapal penangkap ikan tersebut ke otoritas setempat.

"Mereka telah menyampaikan pengaduan yang difasilitasi oleh LSM dan LBH, pengacara-pengacara probono yang berada di Kota Busan, yang biasa membela hak-hak buruh," ucap Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi dalam keterangan yang diterima wartawan, Kamis (7/5/2020).

BERITA TERKAIT:
ABK Asal Brebes yang Bekerja di Korea Hilang di Laut Pasifik
ABK Asal Tegal Hilang Tenggelam dalam Laut
Rika Sukmo Harsono: Permintaan ABK asal Indonesia di Luar Negeri Sangat Tinggi
Usai Sembilan Bulan Tertahan di Fiji, Jenazah ABK Asal Brebes Tiba di Rumah Duka
Kapal Ikan di Tegal Diduga Pecah, Dua ABK Tewas Tenggelam
870 ABK WNI Berhasil Dievakuasi dari Kapal Eurodam
Tiga WNI yang Disandera di Gabon Berhasil Dibebaskan Lewat Operasi Senyap

Umar Hadi mengungungkapkan pihak KBRI Seoul telah berkomunikasi dengan 14 ABK kapal penangkap ikan bernama Long Xing 629 itu. Adanya laporan eksploitasi di kapal Long Xing 629 itu, oleh pihak Korea Selatan juga sedang ditindaklanjuti.

"Dari pengaduan inilah, pihak kepolisian setempat, penegak hukum setempat, dalam hal ini adalah Korea Cost Guard, sedang menindaklanjuti dan melakukan penelitian terhadap pengaduan-pengaduan yang disampaikan oleh 14 orang ABK WNI ini," kata Umar.

Hari ini KBRI Seoul akan menghadiri pertemuan bersama otoritas Penjaga Pantai Korsel (Korea Cost Guard) di Busan. KBRI Seoul, imbuh Umar, sudah berkoordinasi dengan KBRI Beijing karena pemilik kapal ada di China.

"Kami berusaha sebaik-baiknya agar apa yang menjadi pengaduan dan permasalahan yang dihadapi warga kita ini dapat segera diselesaikan dengan baik," lanjutnya.

Sebelumnya, diberitakan eksploitasi ABK di kapal berbendera China ini ramai di Korea Selatan dan akhirnya terdengar sampai Indonesia. Berita tersebut berasal dari MBC News, Korea Selatan. Judul tayangan beritanya adalah '18 jam sehari kerja ... jika sakit dan tersembunyi, buang ke laut'.

Dalam berita tersebut ada tiga ABK WNI yang meninggal dunia dan jenazahnya dilarung ke laut. MBC News menyebutkan mereka yang meninggal dunia, bernama Ari (24), Alfata (19), dan Sepri (24). 

Para ABK asal Indonesia tersebut awalnya mengeluh kepada rekannya bahwa dia merasakan mati rasa dan bengkak pada kakinya, sulit bernapas, hingga akhirnya meninggal dunia.


tags: #abk #kapal ikan #duta besar #korea selatan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI