Suasana rapat Camat Banyumanik, Maryono bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Jumat (5/6/2020) pagi [foto: Kecamatan Banyumanik/kuasakata.com]

Suasana rapat Camat Banyumanik, Maryono bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Jumat (5/6/2020) pagi [foto: Kecamatan Banyumanik/kuasakata.com]

Terima Surat Edaran, Camat Banyumanik Siap Buka Kembali Rumah Ibadah

Rumah ibadah yang dibuka hanya yang masuk wilayah zona hijau. Pembukaan akan dimulai 8 Juni 2020

Sabtu, 06 Juni 2020 | 17:55 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Kecamatan Banyumanik bersiap akan kembali membuka rumah ibadah yang sebelumnya sempat tutup sementara selama pandemi korona. Keputusan pembukaan kembali rumah-rumah ibadah itu setelah Camat Banyumanik, Maryono menggelar rapat bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat, pada Jumat (5/6/2020) pagi, di Ruang Aula Kecamatan.

Dari hasil rapat yang berlangsung sejak pukul 09.10 WIB hingga pukul 11.00 WIB, itu Maryono memutuskan akan membuka kembali rumah ibadah di wilayah Kecamatan Banyumanik mulai tanggal 8 Juni 2020. Keputusan pembukaan kembali itu lantaran Maryono menerima surat edaran dari Walikota pada Kamis (4/6/2020) malam.

BERITA TERKAIT:
Wamenag: Rumah Ibadah Sudah Semestinya Tidak Hanya Digunakan untuk Kegiatan Keagamaan Saja
PPP Jateng Berharap Rumah Ibadah Tak Ditutup Selama PPKM Darurat
Cegah Teror di Rumah Ibadah, CCTV Ditambah
Borobudur akan Dijadikan Rumah Ibadah Budha Dunia, Ganjar Dukung Penuh
Pelanggar Prokes Tinggi, Satpol PP Kota Semarang Bakal Gelar Razia Mikro Zona

"Pasti rumah ibadah yang kami buka hanya yang masuk wilayah zona hijau," ujar Maryono, kepada KUASAKATACOM, melalui sambungan telepon, pada Sabtu (6/6/2020).

Dengan penegasan itu, rumah ibadah yang berada di wilayah zona merah belum diperbolehkan dibuka kembali.

Maryono merinci wilayah yang masuk zona hijau itu meliputi Kelurahan Njabungan, Kelurahan Pedalangan, Kelurahan Tinjomoyo, Keluarahan Sumurboto, Kelurahan Banyumanik, dan Kelurahan Ngesrep.

Meski rumah ibadah yang berada di zona hijau diperbolehkan buka kembali, ia menegaskan pengelola rumah ibadah wajib membatasi jumlah umat dan melaksanakan prtokol kesehatan. “Jumlah jamaah dalam suatu rumah ibadah hanya boleh 40% dari biasanya. Semisal kalau biasanya ada 100 orang, maka kali ini hanya boleh 40 orang,” bebernya.

Ia pun mempersilahkan para pengelola rumah ibadah agar menggelar peribadatan secara bergelombang untuk menjawab kerinduan masyarakat untuk beribadah di rumah ibadah yang telah ditetapkan.

Sementara terkait protokol kesehatan, rumah iabdah diwajibkan memiliki thermo gun untuk mengukur suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer dan lain-lain.

“Kesanggupan Pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah itu ada surat pernyataan dari pemuka agama. Dalam surat itu, intinya mereka membuat surat pernyataan sanggup menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, selama peribadahan berlangsung di rumah ibadah, TNI Polri akan mengawasi dan mengamankan lokasi tersebut.


tags: #rumah ibadah #banyumanik #buka

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI