Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Anies Tegaskan Ganjl Genap Belum Diberlakukan

Sama dengan dalam masa transisi ini bisa berlakukan ganjil-genap, tapi bukan berarti itu akan dilakukan. Jadi baca lengkap di situ bahwa bila ganjil-genap dilakukan maka akan ada surat keputusan gubernur,"

Senin, 08 Juni 2020 | 13:22 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Pergub mengenai PSBB Transisi mengatur pembatasan kendaraan dengan mekanisme ganjil-genap yang bahkan menyasar tak hanya mobil, tapi juga kendaraan roda dua itu belum tentu diberlakukan. 

"Sama dengan dalam masa transisi ini bisa berlakukan ganjil-genap, tapi bukan berarti itu akan dilakukan. Jadi baca lengkap di situ bahwa bila ganjil-genap dilakukan maka akan ada surat keputusan Gubernur. Selama belum ada surat keputusan Gubernur maka tidak ada ganjil-genap," kata Anies di Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020).

BERITA TERKAIT:
Polisi Usut Temuan Jenazah Mengambang di Perairan Kepulauan Seribu
Pemprov DKI Intensif Lakukan Penyiraman Air di Jalan untuk Atasi Polusi Udara 
Catat! Warga Jakarta Wajib Cetak Ulang E-KTP Usai DKI Berubah Jadi DKJ
Kamis Pagi, Kualitas Udara Jakarta Kategori Sedang
Pegawai dan Tamu DLH DKI Jakarta Dilarang Bawa Kendaraan Belum Uji Emisi 

Peraturan ganjil-genap akan diberlakukan, bila dipandang perlu untuk mengendalikan masyarakat,tutur Anies. Namun, bila dianggap belum diperlukan, ganjil-genap tidak diterapkan.

"Kebijakan itu dilakukan jika dipandang perlu ada pengendalian jumlah penduduk, di luar rumah karena ternyata yang ke luar rumah lebih banyak dari yang bisa dikendalikan. Jadi selama belum ada kondisi yang mengharuskan pengendalian jumlah penduduk di luar, dan selama belum ada surat keputusan Gubernur, maka tidak ada ganjil-genap," ucap Anies.

Menurut Anies terdapat dua hal yang akan menjadi parameter ditetapkannya ganjil-genap. Tak hanya itu, Anies juga menyebut, dalam menetapkan, pihaknya akan melihat perkembangan jumlah kasus selama masa PSBB transisi.

"Jadi gini, ada dua, satu emergency break, satu ganjil-genap, dua-duanya untuk pengendalian. Tapi kita akan lihat jumlah kasus, kita akan lihat jumlah orang bepergian dari situ nanti bila diperlukan baru digunakan, bila tidak diperlukan ya tidak tidak digunakan," lanjutnya.

"Sama seperti PSBB, bila wabahnya ternyata meningkat, jumlah kasus bertambah, maka diterapkan PSBB. Jadi bukan berarti kalau ada dalam aturan pasti dilaksanakan pasti digunakan," imbuhnya.

Sampai saat ini, tegas Anies ganjil-genap di Jakarta belum diberlakukan kembali. Hal itu masih dilakukan untuk terus menekan angka penularan virus Korona.

"Bahkan saya harus garis bawahi sejak 15 Maret ganjil-genap di Jakarta ditiadakan. Tujuannya apa, supaya potensi penularan di kendaraan umum bisa dikurangi. Nah peniadaan ganjil-genap itu belum berubah sampai sekarang," pungkasnya.

***

tags: #dki jakarta #gubernur #anies baswedan #korona #psbb

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI