Pasar Batang

Pasar Batang

Kebijakan Pemkab Batang Terkait New Normal di Pasar Dipertanyakan DPRD

Pemkab diminta untuk mempersiapkan sarana dan prasarana.

Kamis, 11 Juni 2020 | 17:55 WIB - Ekonomi
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Batang - Kesiapan pemerintah daerah terkait kebijakan penerapan tatanan normal baru yang diberlakukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Batang dipertanyakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Batang Tofani Dwi Arianto di Batang, Kamis (11/6/2020), lokasi pasar sudah menjadi klaster Covid-19 di daerah setempat sehingga akan rentan terjadinya penyebaran virus Korona.

BERITA TERKAIT:
Soal Lonjakan Covid-19 di Singapura, Dosen UNAIR Sebut Indonesia Perlu Waspada
Heboh Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sebabkan Masalah Serius, Pembekuan Darah hingga Pendarahan Otak 
Kemenag Sebut Vaksin COVID-19 Jadi Syarat Berangkat Haji
Profil Komjen Dharma Pongrekun, Perwira Tinggi yang Ungkap Covid-19 Sudah Direncanakan 
Apa itu Rockefeller Foundation yang Disebut sebagai Dalang Pandemi Covid-19 

"Oleh karena, kami meminta pemkab harus tegas menjalankan protokol kesehatan di pasar agar penyebaran virus Korona dapat dicegah," ucapnya.

Dia melanjutkan pihaknya juga meminta pemkab mempersiapkan sarana dan prasarana secara matang dan pengawasan ketat terhadap pedagang atau warga yang berkunjung ke pasar agar mematuhi protokol kesehatan.

Tofani mencontohkan pasar tradisional Blado sudah menjadi klaster Covid-19 karena ada beberapa pedagang yang positif virus Korona. "Oleh karena, kami meminta menerapkan protokol kesehatan secara tegas dan tidak sekadar formalitas saja agar tidak menimbulkan bertambah kasusnya Covid-19 di daerah ini," katanya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Batang Kukuh Fajar Romadhon meminta petugas khusus pada setiap pintu masuk di pasar mendeteksi potensi gangguan kesehatan pada pedagang maupun pengunjung.

"Jika memang dicurigai atau menunjukkan gejala Covid-19 maka lebih baik petugas tidak mengizinkan mereka masuk ke pasar," ucapnya.

DPRD, ungkapnya, sangat menaruh perhatian besar terkait antisipasi penyebaran virus Korona jenis baru (Covid-19) pada masyarakat agar tidak terus bertambah jumlahnya. "Virus corona tidak terlihat sehingga jika ada satu saja yang positif (Covid-19) maka dikhawatirkan akan cepat menular pada orang lainnya," katanya.

Kepala Dinas Perindusrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto mengatakan bahwa untuk memberlakukan tatanan normal baru di pasar, pemkab akan membuat surat edaran resmi kepada para pedagang dan pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan.

"Jadi, kita akan membuat surat resmi untuk melaksanakan kegiatan di pasar dengan mematuhi aturan protokol kesehatan yaitu wajib memakai masker, menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun, menata tempat jaga jarak minimal 100 meter, dan pelindung wajah," katanya.

Diinya menambahkan sebanyak 18 pasar terdiri atas pasar daerah dan pasar desa yang akan diberlakukan penerapan tatanan normal baru.
 

***

tags: #covid-19 #korona #pasar #batang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI