Ilustrasi pemadaman kebakaran di perhutanan. Foto: Istimewa

Ilustrasi pemadaman kebakaran di perhutanan. Foto: Istimewa

Jelang Kemarau, Tujuh Hutan di Solo Raya Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran

Saat ini, Karhutla telah menjadi pusat perhatian nasional, salah satunya Gunung Lawu.

Rabu, 15 Juli 2020 | 09:08 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Surakarta – Kesatuan Pemangku hutan (KPH) Perum Perhutani Surakarta, Jawa Tengah, mulai melakukan berbagai langkah antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mengingat musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan September 2020 mendatang.

Salah satu upaya yang dilakukan KPH ialah dengan melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di tujuh daerah di wilayah Surakarta.

Kepala KPH Perum Perhutani Surakarta, Sugi Purwanta menghimbau kepada seluruh unit satuan di bawah KPH Surakarta, seperti Bagian Kesatuan Pemangku hutan (BKPH) Tangen, Lawu Selatan, Wonogiri, Baturetno, Lawu utara untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta melakukan deteksi dini terhadap wilayah hutan yang menjadi tanggungjawabnya.

Saat ini, karhutla telah menjadi pusat perhatian nasional, salah satunya Gunung Lawu. Oleh karena itu, KPH  Perhutani Surakarta akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah kabupaten,TNI, Polri, Polisi hutan, serta seluruh komponen masyarakat.

“Koordinasi akan kita tingkatkan, terutama kepada para relawan yang menjadi garda terdepan jika terjadi karhutla. Ketika ada titik api, tanpa komando, relawan langsung bergerak. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar apel siaga penanggulangan karhutla,” kata Sugi usai mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beberapa waktu lalu.

Mengenai upaya pemadaman api yang selama ini terkendala dengan air, Sugi menjelaskan, akan memanfaatkan sumber air yang berada di sejumlah titik di lereng gunung Lawu. Dengan langkah tersebut, pemadam tidak perlu harus membawa air dari bawah ketika terjadi karhutla.

“Di Lawu kan banyak sumber air, baik kecil maupun besar yanag saat ini sebaian telah dimanfaatkan, baik untuk pertanian maupun konsumsi. Kita akan buat dam air untuk penampungan. Nanti akan kita tentukan titiknya,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT:
Larangan Miras Dinilai Tak Begitu Berpengaruh Pada Wisata Solo
Video Hari ke-2 Sosialisasi Pengaturan Pemanfaatan Hak Cipta Secara Komersial
Video Kemenparekraf Merumuskan Permen Tentang Hak Cipta
Video Sosialisasi Pengaturan Pemanfaatan Hak Cipta Secara Komersial
Video Banyak Destinasi Wisata Bagus di Sragen, Milenial Terpacu Mempromosikan di Medsos


tags: #solo #kebakaran #karhutla #kph #hutan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI