Bupati Pemalang Dr H Junaedi SH MM saat meresmikan dan meninjau TPI Nyamplungsari, Petarukan, Pemalang

Bupati Pemalang Dr H Junaedi SH MM saat meresmikan dan meninjau TPI Nyamplungsari, Petarukan, Pemalang

Ketat dengan Protokol Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, dan Wisata Pemalang Mulai Bergerak

Lebih jauh Junaedi yakin, dengan ketaatan pada protokol kesehatan, wabah ini akan segera dapat berakhir, dan kehidupan kegiatan belajar mengajar dapat segera normal kembali di Pemalang.

Sabtu, 18 Juli 2020 | 15:59 WIB - Ekonomi
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

KUASAKATACOM, Pemalang - Kebijakan ketat penetapan protokol kesehatan yang diambil Pemerintahan Kabupaten Pemalang mulai berdampak signifikan. Angka positif Covid-19 dapat ditekan, sementara tingkat kesembuhan terus meningkat, dengan tingkat kematian yang sangat kecil.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo mengatakan bahwa sampai Kamis malam (16/7), 38 orang telah dinyatakan sembuh, dengan 26 orang masih menjalani perawatan dengan kemungkinan sembuh yang kian besar. Dengan angka positif Covid-19 berjumlah 67 orang, maka tingkat kematian yang hanya 3 orang, menunjukkan Pemalang terbilang mampu menekan penyebaran pandemi ini.

“Alhamdulillah, terdapat 3 orang yang sebelumnya terkonfirmasi positif, hari ini berdasarkan pemeriksaan laboratorium, yaitu inisial SA perempuan (51), R perempuan (46), S, laki –laki (49), semua sembuh,” kata Tutuko di Posko Covid-19 di halaman BPBD Kabupaten Pemalang.

Tutuko juga menyampaikan apresiasi pada warga yang makin sadar dengan kesehatan, sehingga terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tutuko juga menyampaikan, desa yang juga melakukan isolasi mandiri mendapat apresiasi khusus dari Bupati Pemalang Dr H Junaedi SH, MM. ''Bupati Mengapresiasi langkah itu, tanda bahwa warga dan pemerintah bersatu padu dalam upaya mencegah pandemi ini,'' tambah Tutuko.

Ekonomi Menggeliat

Upaya masif pengetatan gerak warga dan penerapan protokol kesehatan membuat ekonomi di Pemalang juga mulai menggeliat. Aktivitas warga, meski masih terbatas, juga mulai tampak. Simpul-simpul ekonomi terlihat berproduksi lagi. Junaedi'>bupati Junaedi secara langsung menggaungkan pergerakan itu, dengan meresmikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Nyamplungsari Petarukan, Jumat, (10/7).

Bupati menilai, terwujudnya TPI itu adalah wujud dari semangat yang sama untuk mendukung kemajuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pemalang.

''TPI ini sangat dibutuhkan masyarakat. Inilah tempat warga bertransaksi ikan baik secara lelang atau mekanisme jual-beli lain. TPI ini membantu nelayan dalam memasarkan dan menjual ikan serta budidaya laut lainnya. TPI membuat penjual dan pembeli bertemu langsung dengan kemudahan dan keuntungan di kedua pihak,'' kata Junaedi dalam sambutannya.

Dengan daya lelang mencapai 2,4 ton perhari, TPI Nyamplungsari menjadi penggerak ekonomi baru, selain TPI yang telah ada sebelumnya di  desa Mojo, Tanjungsari, Ketapang dan Asemdoyong.

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, Junaedi'>bupati Junaedi tetap mengingatkan agar undangan, dan warga yang beraktivitas di TPI terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, bermasker, dan menghindari kerumunan.

''Kita harus tetap peduli dengan kesehatan kita. Kita juga harus buat lingkungan dan sarana umum nyaman dan sesuai dengan protokol kesehatan, seperti juga di TPI Nyamplungsari ini, terasa nyaman,'' ajak Bupati, yang sebelumnya juga telah meresmikan pembangunan unggulan di Kabupaten Pemalang. Adapun pembangunan gedung yang ditinjau yakni gedung DPRD, Masjid Agung dan Pasar Randudongkal.

proyek

Pendidikan Siaga
Penerapan protokol kesehatan juga dijalankan secara ketat di bidang pendidikan, yang mulai tengah Juli ini, seharusnya, memasuki tahun ajaran baru. Diinisiasi Polres Pemalang, dengan program Pencanangan Ponpes Siaga Candi Polres Pemalang, Sabtu (11/7). Dimulai di Pondok Pesantren Mislakhul Muta’alimin Desa/Kecamatan Warungpring, proyek Ponpes Siaga Candi Polres Pemalang adalaha bentuk perhatian pemerintah tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan di bidang pendidikan khususnya di pondok pesantren.

''Kami sangat bangga dengan program ini, dan akan menjadi contoh ke depan, termasuk kepada Pemkab Pemalang, agar melakukan kegiatan sejenis ini,'' kata Sekda M Arifin yang mewakili Junaedi'>bupati Junaedi dalam acara itu. Menurut Sekda, Junaedi'>bupati Junaedi menilai kegiatan seperti Pencanangan Ponpes Siaga Candi Polres Pemalang di Pondok Pesantren Mislakhul Muta’alimin tentu memberikan inspirasi bagi semua elemen akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Sekali lagi saya mewakili Bupati menyampaikan apresiasi kepada Polres dan Kodim juga kepada semua pihak,” kata Sekda Arifin.

Junaedi'>bupati Junaedi, ketika dihubungi Kuasakata, mengatakan bahwa pendidikan harus terus bergerak meskipun dalam situasi pandemi. Hal ini karena anak-anak harus terus belajar, harus terus beraktivitas untuk kemajuan kehidupan mereka. ''Pendidikan tidak boleh berhenti. Covid-19 memang membatasi ruang dan kesepatan tatap muka, tapi kita harus terus berinovasi dan berkreasi. Pembelajaran online adalah salah satu solusi. Tentu saja kreativitas harus ditingkatkan agar pembelajaran secara daring ini efektif dan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Sedangkan di pondok pesantren, program yang dilakukan Polres Pemalang dapat menjadi inspirasi upaya edukasi tentang bagaimana menyiasati pandemi ini, dengan terus dapat belajar dan terus sehat,'' kata Junaedi'>bupati Junaedi.

Lebih jauh Junaedi yakin, dengan ketaatan pada protokol kesehatan, wabah ini akan segera dapat berakhir, dan kehidupan kegiatan belajar mengajar dapat segera normal kembali di Pemalang.

''Kami bekerja keras untuk mengupayakan apa yang terbaik untuk anak didik kita,'' tandas Bupati, yang Rabu, (15/7) membuka Musyawarah Daerah VI Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Quran (BADKO TPQ) Kabupaten Pemalang Tahun 2020.


Wisata Siaga

Pariwisata juga mulai bergerak di Kabupaten Pemalang. Kabar baik datang dari Taman Langit yang berada di kawasan obyek wisata Bukit Tangkapan Desa Nyalembeng Kecamatan Pulosari, Pemalang,  yang masuk sebagai nominator Aanugrah Pesona Indonesia (API) Dalam katagori Dataran Tinggi bersama 9 nominator lainnya.

Taman Langit yang merupakan satu kesatuan dengan objek wisata Tangkeban ini jelas mempunyai view menarik dengan latar belakang Gunung Slamet yang terlihat perkasa. Adanya  jembatan kaca, sepeda gantung,  taman bunga,  ayunan terbang, ada ruang meeting, wahana berkuda, mini zoo, beberapa wahana selfie dan foto langsung jadi merupakan daya tarik tersendiri bagi oara pengunjung dan wisatawan.

''Masuknya Taman Langit sebagai nominator diajang pariwisata bergengsi ini tidak lepas dari kerjasama semua pihak, pemerintah, pengelola yang merupakan warga desa Nyalembeng. Ini menunjukkan sinergi yang terus terbangun untuk tetap berkreasi dan maju, dalam situasi apapun,'' terang Junaedi'>bupati Junaedi.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) juga mengapresiasi masuknya Objek Wisata Bukit Tangkapan sebagai salah satu nominator API tahun 2020. “Kami mengapresiasi, ditengah kondisi new normal nya pariwisata, salah satu Destinasi Wisata di Pemalang (Bukit Tangkeban) mendapat porsi nominasi di tingkat nasional,” kata ketua BP2D Elman Prasetya.

Geliat wisata juga ditunjukkan dengan Pencanangkan objek wisata Benowo Park Penggarit menjadi Obyek Wisata Siaga Candi di Kabupaten Pemalang bahkan di Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (16/7). Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho mengatakan pengelola maupun pengunjung Benowo Park sudah menerapkan protokol kesehatan, seperti menerapkan pengecekan suhu badan, menggunakan masker, hingga cuci tangan menggunakan sabun. Sehingga diharapkan dengan dibukanya wisata bisa membuat ekonomi tumbuh, tetap menyesuaikan dengan kondisi pandemi.

"Hal ini bisa menjadi role model dan contoh bagi semua tempat wisata yang ada, karena Polres Pemalang akan menjadi fasilitator," terangnya.

Kepala Desa Penggarit Imam Wibowo, menambahkan setelah sempat tutup selama empat bulan, objek wisata Benowo Park kini memang dibuka kembali. Hal ini selain karena masa kebiasaan baru juga agar kehidupan perekonomian masyarakat dapat hidup kembali. Namun tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah difasilitaai Polres Pemalang.

''Secara perlahan dan ketat, dengan jaminan penerapan protokol kesehatan, simpul-simpul ekonomi akan kita longgarkan dan buka. Ini biar kehidupan warga dapat pulih secara perlahan. Pemkab akan terus bergerak dan bekerja agar situasi bergerak ke arah yang terus positif dan aman bagi warga,'' tandas Junaedi'>bupati Junaedi. (Advetorial Diskominfo Kabupaten Pemalang)


tags: #covid-19 #pemalang #bupati junaedi #protokol kesehatan #junaedi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI