Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat sidak di Kantor PDAM, Cabang Semarang Selatan, Senin (20/7) kemarin [foto: kuasakatacom]

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat sidak di Kantor PDAM, Cabang Semarang Selatan, Senin (20/7) kemarin [foto: kuasakatacom]

Dapat Keluhan Soal Tagihan Air, Hendi Sidak PDAM Semarang Selatan

Dari penjelasan yang ia dapatkan dari pihak direksi, Hendi mengatakan bila lonjakan terjadi karena akumulasi pemakaian dari bulan Maret sampai dengan Juni. 

Selasa, 21 Juli 2020 | 07:56 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di kantor pelayanan PDAM, cabang Semarang Selatan, Jalan Jatingaleh, Semarang, pada Senin (20/7). Kedatangannya itu guna menindaklanjuti banyaknya keluhan pelanggan PDAM Tirta Moedal terkait melonjaknya tagihan pembayaran air. Di lokasi tersebut dia ingin memastikan penyebab terjadinya lonjakan tagihan air hingga akhirnya banyak masyarakat yang melapor melalui aplikasi Lapor Hendi

Sesampainya di kantor PDAM itu, Walikota yang akrab disapa Hendi itu langsung menyambangi loket pengaduan guna menanyakan keluhan masyarakat. Ia juga sempat meminta klarifikasi dari kepala cabang PDAM Semarang Selatan. Tidak mendapatkan titik temu, Hendi langsung menuju kantor pusat PDAM untuk menemui jajaran direksi serta menanyakan perihal lonjakan tarif yang terjadi.

Dari penjelasan yang ia dapatkan dari pihak direksi, Hendi mengatakan bila lonjakan terjadi karena akumulasi pemakaian dari bulan Maret sampai dengan Juni. 

“Karena pada saat kita menetapkan suatu wilayah terkena pandemi corona, maka petugas PDAM mengalami kesulitan dalam pengecekan meteran. Sehingga akhirnya pengecekan dilakukan secara mandiri oleh pelanggan dengan share foto, atau jika tidak maka akan dilakukan rata-rata oleh petugas PDAM," beber Hendi.

Setelah mengecek secara riil pada Juni, ternyata tagihan yang melonjak itu dihitung rata-rata pada tiga bulan sebelumnya. Sehingga berdasar itu dilakukan penyesuaian atas kekurangan tagihan yang ada pada bulan Juli. Lantaran ketidaktahuan masyarakat, maka banyak keluhan yang disampaikan terkait melonjaknya tagihan air itu. 

"Penghitungan itu mengakibatkan pelanggan kaget dan PDAM pun sudah memperkirakan akan ada keluhan dari masyarakat. Di samping itu, PDAM juga menduga bahwa selama di rumah saja, dipastikan aktivitas pemakaian air bakal meningkat," sambungnya. 

Menyikapi hal itu, Hendi pun memberikan keringanan kepada para pelanggan dengan mempersilakan pelanggan PDAM untuk mengangsur biaya tagihan sesuai kemampuan. 

“Tidak akan diberlakukan denda untuk keterlambatan khusus bulan Juli ini,” ucapnya. 

Hendi juga mempersilahkan masyarakat untuk bernegosiasi dengan para pimpinan cabang PDAM untuk menyelesaikan masalah terkait lonjakan tagihan air itu. 

Hendi secara tegas turut memerintahkan kepada jajaran PDAM agar menindaklanjuti secara serius keluhan-keluhan pelanggannya. Bahkan, petugas harus mendatangi warga yang melapor untuk mengecek kondisi yang sebenarnya. Dia berharap agar jajaran PDAM Tirta Moedal Kota Semarang bisa lebih responsif untuk menangani permasalahan dan berbagai keluhan dari para pelanggan dengan cara memaksimalkan sosialisasi terkait dengan lonjakan tagihan air yang terjadi di tengah pandemi corona. 

BERITA TERKAIT:
 Hendi Resmikan Command Center PLN Jateng DIY
Hendi Berkomitmen Selesaikan Pembangunan yang Tertunda karena Pandemi
Hendi: Pandemi ini Belum Seberapa dengan Perjuangan Para Pahlawan
Pemkot Semarang Bagikan Sertifikat Tanah kepada Warga saat Upacara Kemerdekaan
Pemkot Semarang Tetap Gelar Rangkaian Peringatan HUT RI


tags: #walikota semarang #hendi #hendrar prihadi #pdam #sidak

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI