Ilustrasi emas kuno: Foto: Istimewa

Ilustrasi emas kuno: Foto: Istimewa

Warga Klaten Temukan Puluhan Kg Perhiasan Emas Kuno 30 Tahun Silam, di Mana Keberadaannya Sekarang?

Temuan tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta dan peninggalan masa Mataram kuno abad 8-9 M.

Minggu, 26 Juli 2020 | 11:20 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Klaten - Warga menemukan beragam perhiasan kuno di Wonoboyo, Jogonalan, Klaten sekitar 30 tahun yang lalu. Temuan tersebut berupa perhiasan yang terbuat dari emas dan perak yang berbobot lebih dari 30 kilogram. Di mana barang-barang tersebut sekarang berada?

Temuan pada Oktober 1990 itu diantaranya ialah empat guci tembaga berisi perhiasan berbagai bentuk yang terbuat dari emas dan perak, beratnya lebih dari 30 kg.

Salah seorang penemu, Widodo (58), mengisahkan saat penemuan tersebut. Kala itu, Ia bersama lima tetangganya menggali sawah untuk uruk. Pada saat galian mencapai kedalaman 3 meter, salah seorang di antara mereka, cangkulnya mengenai benda keras. "Ternyata, setelah dikeruk, ada empat guci, tingginya sekitar 30 cm," ungkap Widodo.

Sejumlah benda temuan tersebut segera dibawa ke balai desa setempat dan dibuka bersama-sama. Tidak dinyana, empat guci itu berisi perhiasan emas dan perak berbagai jenis dan bentuk. Bukan hanya perhiasan, tapi ada juga mangkuk emas. "Gelang, kalung, mangkuk, tas, koin kecil-kecil, dan lainnya banyak dari emas dan perak semua," ujarnya.

Kemudian, semua benda tersebut dibawa oleh petugas. "Semua dibawa petugas cagar budaya," imbuh Widodo.

Selain itu, penemu lainnya, Sudadi (55), memaparkan, ada banyak batu bata yang mereka temukan di jarak 10 meter dari titik penemuan empat guci berisi perhiasan. "Di sekitar lokasi tidak ada temuan lain, tapi di sisi selatan 10 meter ada batu bata banyak," papar Sudadi.

Saat ini, bentuk-bentuk barang yang ditemukan itu bisa kita lihat melalui foto-foto yang dipajang di Rumah Situs Wonoboyo, Klaten. "Foto perhiasannya ada di Rumah Situs itu. Yang paling banyak jumlahnya koin mata uang kecil kecil seperti jagung itu banyak sekali," kata Sudadi.

Di Rumah Situs Wonoboyo tersebut, terpajang sekitar 20 foto perhiasan, di antaranya temuan Widodo lima rekannya. Mulai mangkuk, bokor, koin, guci, gelang, kalung, cincin, liontin, mahkota, dan lainnya yang terbuat dari emas.

Salah satunya tertulis perhiasan emas tersebut mulai dari 6-22 karat seberat 27.072.800 gram dan yang terbuat dari perak berkadar 0.0400-0.0800 seberat 3.943.800 gram.

Hasil penelitian yang tertulis di keterangan menyebutkan guci temuan itu berasal dari abad IX di masa Dinasti Tang di Cina. Sedangkan perhiasan dari bentuk dan ukiran relief Ramayana di masa Hindu Jawa Tengah klasik.

Menurut Pamong Budaya Madya BPCB Jateng, Deny Wahju Hidajat temuan itu terjadi pada 1990 di Desa Wonoboyo. Berat perhiasan emas sekitar 27 kg, belum termasuk yang terbuat dari perak.

"Sebanyak 27 kg emas dalam bentuk perhiasan gelang, kelat bahu, badong, tas, dan perlengkapan upacara lainnya. Temuan tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta dan peninggalan masa Mataram kuno abad 8-9 M," pungkas Deny.


tags: #klaten #cagar budaya #perhiasan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI