Kecelakaan yang menimpa bocah 9 tahun saat asyik bersepeda bersama keluarganya di Jalan DPU Cawas - Weru, tepatnya di Dumuh Tanjung, Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Minggu (26/7/2020).  Foto: Istimewa

Kecelakaan yang menimpa bocah 9 tahun saat asyik bersepeda bersama keluarganya di Jalan DPU Cawas - Weru, tepatnya di Dumuh Tanjung, Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Minggu (26/7/2020). Foto: Istimewa

Begini Detik-detik Pesepeda Cilik Tewas Tertabrak Truk Saat Gowes di Klaten

Korban sempat dibawa ke RSI Cawas, Kabupaten Klaten, sebelum dibawa ke rumah duka.

Senin, 27 Juli 2020 | 09:38 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Sukoharjo - Terjadi kecelakaan maut yang mengakibatkan pesepeda cilik, AND (9) asal Dukuh Gabeng RT 03 RW 01, Desa Ngreco, Kecamatan Weru,  Sukoharjo meninggal dunia. kecelakaan tersebut terjadi di jalanan perbatasan Kabupaten Sukoharjo dengan Klaten, Minggu (26/7/2020).

Saat itu, korban bersama keluarganya tengah gowes atau bersepeda dari Weru menuju Cawas. Dalam perjalanan mereka harus mengalami tragedi yang memilukan yakni salah satu peserta gowes, AND (9) terlibat kecelakaan tertabrak truk yang melaju dengan kecepatan tinggi saat melintas.

Menurut ayah korban, Erwin Sumpeno, sebelum tragedi, dia dan keluarganya tengah gowes pagi dari rumahnya menuju Cawas. "Anak saya (AND) berada di posisi kedua, paling depan ada istri saya, dan saya dibarisan keempat paling belakang," kata Erwin di rumah duka Weru.

Erwin dan keluarganya gowes dari arah timur ke arah barat. Saat sampai dilokasi kejadian, muncul dua truk dan sebuah sepeda motor dari arah berlawanan. "Truk biru yang bermuatan pasir tiba-tiba mau mendahului truk yang ada di depannya." ungkanya.

Menurut Erwin, Ia melihat jarak antara truk dan sepeda istrinya sudah dekat, namun truk nekat menyalip dengan keadaan yang cukup tinggi. Dibelakang truk yang menyalip juga ada sebuah motor jenis Suzuki Smash yang mengikuti truk di depannya yang hendak menyalip.

"Istri saya yang berada paling depan tidak terkena, tapi anak saya mungkin kaget, sehingga tersenggol. Padahal di sepanjang jalan itu juga sedang banyak orang yang gowes," imbuhnya.

Erwin mengaku belum dapat memastikan, apakah anaknya tertabrak truk atau motor, karena kejadian cepat. "Saat terjatuh, anak saya masih dilajur jalannya, tidak melewati marka," ungkapnya.

Akibat tertabrak, anaknya mengalami luka cukup parah di bagian kepala hingga nyawa korban tidak terselamatkan.

Erwin mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 06.30 WIB, anaknya meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, kedua pengemudi truk dilaporkan tidak mengalami luka, namun pengendara motor mengalami luka ringan.

Korban sempat dibawa ke RSI Cawas, Kabupaten Klaten, sebelum dibawa ke rumah duka.

Sang ayah mengaku tidak memiliki firasat apa-apa sebelum kejadian.

"Kalau dikatakan sering gowes tidak juga, hanya anak-anak ngajak pengen gowes bersama," katanya.

"Hanya sedikit terburu-buru saja, harusnya tadi saya kasih makan ayam dulu," ujarnya.

Saat goews, rombongan keluarga itu bersepeda berbaris. Urutan terdepan ada ibu korban, lalu korban, kakak korban, dan ayah korban.

"Saat itu saya dibarisan paling belakang, yang di depan istri saya," pungkasnya.

Saat ini, korban sudah dimakamkan di TPU Gabeng, Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Minggu (26/5/2020).


tags: #kecelakaan #sukoharjo #klaten #gowes #pesepeda

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI